ATABUAN

ATABUAN
Jaga Dia~ Atabuan.



Setelah mengurus semua berkas pentingnya Ceka kembali keluar ke ruang keluarga disusuli oleh Han. Sebelumnya Ceka meminta para pelayan menyiapkan semua barang-barang bawaanya ke Amerika dan juga Atan yang sudah diberesin sebelum Atan pulang. Dan semua barang bawaaan mereka di masukkan di mobil Alphard putih. Jadi saat mereka kembali ke Ruang Keluarga Ceka mengajak Atan untuk masuk ke mobil Alphard.


Atan yang sudah bersiap diri mengikuti perintah Ayahnya tanpa bertanya lagi. Sebenarnya Atan ingin pamit di Kara tapi karena sudah mengetahui rencana Ayahnya Atan mengurungkan niatnya.


Atan dan Ceka mulai masuk ke mobil Alphrad putih, di kursi penumpang pertama. Yang disusuli oleh sekertaris Han bersama supir di depan.


Empat mobil pengawal mengkawal Ceka ke bandara, semua pelayan rumah, pak Baji, satpam rumah dan pengawal yang lain membungkukan tubuh mereka ke bawah saat mesin mobil Ceka dinyalakan yang diikuti oleh keempat mobil pengwal yang sudah bersiap melaju pergi. Bunyi klakson mobil Ceka berbunyi yang menandakan mereka pamit pada para pekerja rumah. Gerbang pintu terbuka dan kelima mobil itu melaju pergi dari garansi rumah. Gerbang kembali tertutup saat kelima mobil itu sudah ada di jalanana. Akhirnya Ceka dan Atan pun pergi ke bandara.


 


•••••`••••••


 


Di sisi lain Kara masih menunggu di depan rumah, sedangkan Ana sudah ketiduran di sofa ruang tengah karena terlalu lama menunggu Atan dan teman-temanya yang berjanji akan bertamu malam ini. Untungnya sebelum Ana tidur Kara meminta Bibi lebih dulu makan dan meminum obat dikarenakan Ana yang sedang sakit karena kecapean seharian kerja beresin rumah.


Kara terus menatap pintu gerbang rumah mewah Rayani, tanda-tanda Atan belum juga terlihat. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 wib. Di mana Atan tak kunjung datang, Kara mondar-mandir di depan pintu sambil terus menghubungi Atan namun nomor Atan tidak aktif. Berulang kali Kara menelpon tetap saja jawaban yang sama datang. Kara sudah menchat Atan lewat Wathasap sejak sore tadi tapi tidak ada jawaban dari Atan.


Sebenarnya Kara ingin menelpon teman-teman Atan, tapi Ia tidak memiliki nomor mereka karena di kontak ponselnya hanya ada kontak Atan selain itu cuma Bibinya. Selain itu tidak ada lagi.


" Tan kamu di mana? mengapa belum datang? Apa kamu lupa? Aku merindukamu Tan, " batin Kara bergumam sambil terus melihat walpeper ponselnya di mana itu foto Atan yang sengaja Atan save di ponselnya.


Kara kembali masuk rumah karena sudah larut malam. Kara melihat jam dinding yang terus berjalan menunjukkan pukul 09.00 Atan tak kunjung datang. Kecemasan mulai menghampiri pikiran Kara.


" Apakah Atan lupa kejadian tadi siang? Dia sendiri mengatakan kalo Dia menyukaiku, bahkan Dia sudah menciumku. Apakah Atan berpura-pura menyukaiku? Seharusnya Aku tahu itu, gadis seperti Aku tidak mungkin disukai oleh seorang Atan Rayanin, " batin Kara bergumam.


Karena terus berpikir dengan jalan pikiranya sendiri, karena banyak pikiran yang datang di otak Kara, yang membuat Kara tertidur di atas tumpun meja makan, dengan semua makanan yang sudah disiapkan oleh Bibi Kara sejak sore tadi.


 


••••••••••••


 


Sedangkan di sisi lain Rani mendapat kabar dari mata-matanya kalo, Atan pergi ke Amerika serikat bersama papanya. Rani yang kesal dengan sikap Atan di restoran membuatnya semakin frustasi dan membanting ponselnya di lantai.


" Aku adalah Rani aku yang memulai hubungan denga kamu Tan. Maka aku juga yang berhak menghakhiri hubungan kita. "


Dengan terus meremas jari-jemarinya dan tatapan penuh emosi, pada sebuah foto di mana itu foto Kara. Tangan Rani kembali meremasi foto cantik Kara hingga foto itu menjadi sangat kusut.


Kelima teman Atan the whaite, Jonggky si pingky, Rio, Fandi, Willem dan Chiko mereka mendapat sms dari Atan kalo dia akan berlibur dengan papanya di Amerika, selama liburan sekolah.


" *Gue akan berlibur di Amerika serikat selama liburan sekolah dengan bokap gue, maaf baru mengabari kalian. Soal makan malam bersama Kara dibatalkan. Sampai bertemu di indo," chatan pada kelima teman Atan pukul 07.00,wib.


" Gue titip Kara di kalian berlima. Jagain dia, jika dia bertanya tentang diriku, usahakan jangan kalian beritahu dia soal kepergian gue ini, nanti akan aku jelaskan alasan mengapa aku pergi tanpa mengabari kalian berlima dan Kara, ku mohon jagain Kara untukku, " chatan dari Atan lagi untuk kelima temanya*.


Setelah mengabari teman-temanya, Atan pun akhirnya mematikan ponselnya karena sebentar lagi pesawat akan melepas landas. Sedangkan kelima teman Atan yang mendapat kabar dari Atan, mereka terdiam saat dibeskem tempat kumpul mereka. Mereka juga yakin ada alasan mengapa Atan memutuskan pergi secara mendadak seperti ini, mungkin ada hubunganya dengan permata merah yang ada di tubuh Atan.


" Mungkin ada alasan mengapa Atan pergi secara mendadak seperti ini, " ucap Fandi sambil menatap keempat temanya.


" Gue yakin ini ada hubungannya sama permata merah itu, lo semua tahu bagaimana pertama kali kita melihat kekuatan yang besar itu dalam tubuh si bos, " tutur Rio.


Rio dan Fandi saling berucap sedangkan ketiga teman mereka yaitu Jonggky, Willem dan Chiko hanya menatap mereka secara serus.


" Tapi sayang sekali hubunganya dengan Kara. Pada hal Atan baru saja jadian dengan Kara, " sahut Chiko.


" Itu pasti ada sebabnya mengapa ia meninggalkan Kara. "


" Lebih baik kita sekarang fokus saja bagaimana cara agar Kara tidak mengetahinya, dan jalankan amanat Atan untuk menjaga Kara dan Bibinya, " seru balik Wilkem.


Keempat teman Atan yang mendengar ucapan Willem terdiam lalu mereka saling memandang satu sama lain dan tersenyum, yang artinya mereka setuju dengan ucapan Willem yang mereka anggap sudah dewasa pemikiranya.


Di tempat lain Atan yang berada dalam pesawat, sedang duduk melamun di dekat jendela pesawat. Atan mengingat kembali apa yang terjadi hari ini, di mana dirinya mencium Kara, makan bersama Kara dan Bibinya, lalu mengacak-acak rambut Kara, dan memeluk tubuh Kara.


Dalam hati Atan Ia begitu merindukan Kara, baru sehari Ia ingin bersikap romantis pada Kara tapi semuanya sirna karena Cakandani dan Saka.


" *Aku sudah kehilangan satu wanita bidari dalam hidupku, dan satu bidadari yang menerima aku apa adanya, " kali ini tidak akan aku biarkan kau menghancurkan mama Kanta lagi, lihatlah pembalasanku Cakandani, " batin Atan dengan tatapan tajamnya pada awan.


" Kara adalah wanitaku, jika saja kau lukai dia sedikit tamatlah riawayatmu Cakandani, cukup Viky, aku tidak mau kehilangan siapa pun, " batin Atan dan terus menatap ke jendela pesawat luar*.


Bersambung.