ATABUAN

ATABUAN
CIUM~ ATABUAN.



Hai guys maaf ya aku telat updthe, sedikit sibuk. Pertama-tama terimakasih buat semua yang sudah setia baca, terutama Fransico kamu adalah salah satu pembaca setiaku yang membuat aku semangat. Terimakasih ya buat dukunganmu. Dan juga terimakasih buat kakak yang selalu mengkrisan setiap kesalahan tulisanku, jadi aku tahu bahwa aku masih harus banyak belajar.


Maaf jika ada salah kata, aku juga minta maaf karena tidak bisa balas chatan dari kakak-kakak satu persatu, tapi aku akan mampir itu pasti sesama author kita harus saling mendukung bukan. Jadi semangat ya buat yang baru nulis, dan yang lagi revisi untuk mau ajukan kontrak.


Oh ya tidak lupa aku ucapkan selamat menuaikan ibadah puasa bagi yang menjalankanya. Terimakasih 🙏🙏❤



selamat membaca ceritaku yang amburadul ini 🙏🙏❤🤭. Seperti biasa like, vote dan komen serta krisanya, aku tidak memaksa ya. terimakasih


🙏🙏❤


AKU INGIN MEMELUKMU.


Saat bunyi lonceng berdering yang menandakan semua siswa kembali masuk ke kelas untuk memulai pelajaran seperti biasanya.



Terlihat semua siswa yang tadi ramai di luar sekolah dengan kehebohan tadi pagi, kini harus kembali bubar dan kembali ke kelas mereka masing\-masing untuk memulai pelajaran seperti biasanya.



Saat sudah di kelas, Atan mengatakan pada Rio agar sahabatnya itu berpindah tempat duduk dengan dirinya. Rio yang bingung sendiri dengan sikap Atan menatap Atan sekils, lalu Dia menatap ke Fandi yang juga bingung dengan perubahan Atan. Seakan mengerti dengan ekspresi kedua sahabatnya itu Atan berucap lagi.



Atan: " Nanti aku jelaskan alasanya, sekarang tolong kamu pindah ke bangkuku dan biarkan aku duduk di sini," Tutur singkat Atan.


Atan yang berkata dengan wajah dinginya itu, langsung mengangkat tas Rio dilempar ke meja lamanya, melihat sikap Atan tersebut Rio pun bangkit berdiri dan menuruti kemauan sahabatnya itu dengan berucap lagi.


" Gue harap lo, jelaskan alasan lo menghindar darinya, lo tahu sendiri dia sudah banyak menderita karena diri lo," ucap Rio.


Rio yang berkata lalu melangkahkan kakinya ke tempat duduk Atan dan Kara. Atan yang mendengar ucapan Rio, melirik sebentar ke arah Rio lalu ia kembali fokus pada buku yang sudah disiapakannya untuk dibaca.


Di sisi lain Kara yang sudah merasa baik setelah tadi menangis dipundak Reno. Ia pun membersihkan wajahnya ditoilet umum khusus perempuan di sekolah. Kara yang sudah membasuh wajahnya dengan air akhirnya menatap cermin sambil mengambil shelai tissu kering yang sudah disediakan, Ia menggunakan sebagai pengganti handuk mengeringkan wajahnya yang basah.


Saat Kara menatap dirinya di cermin, Kara mengingat kembali kata-kata Reno sebelum dirinya ke toilet umum tersebut.


" Terimakasih Ren untuk sandaranya, aku pergi dulu, " ucap singkat Kara.


" Kamu tidak perlu berterimakasih padaku, tanpa aku jelaskan kamu pun tahu jika aku selalu menunggumu. "


" Sedikit saja bukalah hatimu pada orang lain, jika yang ingin kamu miliki tidak menyukaimu. "


" Aku akan selalu menungumu Kara, " ucap Reno.


Mendengar ucapan Reno tersebut Kara memutar tubuhnya menatap Reno, namun saat Kata melihat ke arah Reno, Reno malah melangkahkan kakinya pergi melewati Kara dengan berjalan santai memasukan kedua tanganya di saku celana, dan tubuh Reno mulai melangkah menjauh dari Kara. Sedangkan Kara hanya menatap punggung Reno yang membelakangi dirnya yang semakin menjauh dan menghilang dari tatapan Kara.


Kara yeng mengingat kata-kata Reno itu, ia melihat dirinya di cermin sambil bebicara sendiri.


Kara: " Kar. Apa yang harus kamu lakukan? Apa kamu mau membuka, ' kan hatimu pada Reno? dan melupakan, Atan? " Bicara sendiri Kara di cermin.


Kara yang bebicara seperti itu menarik nafasnya dalam-dalam sambil, menghembuskan pelan ke luar. Lalu Kara pun mulai kembali ke kelas. Di sisi lain pula Rani dan geng-geng kelasnya sudah mulai meramaikan kelas seperti biasanya. Rani sempat kaget saat melihat Atan yang pindah tempat duduk. Sedangkan Atan menatap Rani sambil tersenyum tipis. Pipi Rani langsung merah merona seperti tomat saat ia mengingat kejadian tadi pagi.


Rani yang malu dengan teman-teman kelasnya, langsung menghindari tatapan Atan dan duduk cepat dikursinya, lalu Rani memulai percakapan sepintas dengan the gengnya. Di tengah-tengah percakapan hangat kelas yang heboh dengan kejadian tadi pagi, Reno memasuki kelas dengan kedua teman-temanya. Saat Reno dan kedua temanya masuk kelas semua orang melirik Reno yang dikuti oleh Atan, Rani, Fandi dan Rio.


Reno menatap tajam Atan yang juga dibalas oleh Atan, saat keduanya sedang beradu pandangan saat sama lain, Kara pun masuk ke kelas. Reno melihat ekspresi wajah Atan berubah, Reno mengerutkan dahinya lalu Ia melirik dan ternyata yang ditatap Atan adalah Kara.


Kara yang menatap balasan Atan dan Reno membuatnya gugup, tiba-tiba Kara sadar kalo Atan berpindah tempat duduk, Kara yang merasa kalo Atan menghindari dirinya Ia pun mengalihkan pandanganya dari Atan ke tatapan Reno. Di sana Reno menatapa Kara begitu dalam seakan ia sangat kwatir dengan Kara, Kara yang mengerti tatapan Reno Ia pun memberi tatapan yang mengartikan kalo dirinya baik-baik saja.


Di situ juga Atan mulai cemburu dengan tatapan antara Kara dan Reno, jadi Atan memecahkan kesunyian di kelas dengan berkata, Atan: " Ya Elah tatapanya dalam amat, kalo mau lepas rindu kenapa tidak dicium saja, " Suara Atan.


" Apa maksud Lo?" tanya Reno.


"Apa perlu gue ajarin cara melepas rindu seperti di lapangan tadi?" sahut Atan pada Reno.


" Baiklah akan aku tunjukan caranya."


Atan yang berucap dengan nada dinginya itu membuat Reno menatap tajamnya tanpa menjawab perkataan Atan. Atan pun mulai menggeserkan kursinya ke belakang dan bangkit berdiri dari duduknya. Kara sontak kaget dengan sikap Atan, Atan melangkahkan kikinya ke depan dan Reno tentu saja Reno tidak diam saja melihat sikap Atan itu, lalu segera tangan Reno mencekal pergelangan tangan kiri Atan.


" Berani lo cium dia, maka gue akan buat hidup lo seperti neraka! " ucap Reno dengan nada mengancam.


" Silakan saja. Lo siapanya dia? pacar? tentu saja semua orang tahu bahwa Kara selalu menolak lo, lakukan sesuai kemauan lo, " jawab Atan dengan senyuman miring di bibirnya.


Atan yang menjawab perkataan Reno akhirnya kembali memutar tubuhnya, menatap Kara yang berdiri diam di tempatnya, Atan pun langsung melangkahkan kakinya ke arah Kara namun tiba-tiba Rani berdiri di hadapan Atan dengan menatap tajam Atan.


Bersambung.