ATABUAN

ATABUAN
Rani vs Kara~Atabuan



RaniKara~Atabuan( ketika sang monster jatuh cinta).



Di tengah-tengah Kara yang masih di siksa oleh Rani, Datanglah Atan dan Reno menyerang markas atau tempat Cakandani yang di jadikan sebagai tempat penyekapan Kara.


Di markas tersebut bukan hanya Kara saja, yang di sekap, namun Kanta dan Sigas ikut di kurung di sana oleh Cakandani di bawah ruang bawah tanah penjara jeruji besi. Tempat yang juga sama seperti Kara di sekap oleh Dody, walau mereka berbeda ruangan. Keberadaan Sigas dan Kanta tidak diketahui oleh Dody dan para pasukanya nama asli paman Rani adalah Dody. Sebenarnya Rani mengetahui keberadaan Sigas dan Kanta.


" Maaf tuan di luar si manusia monster Atan dan Reno telah menyerang markas kita tuan. "


" Sepertinya mereka mengetahui keberadaan kita tuan, " ucap salah satu pengawal paman Rani pada Dody.


" Tentu saja mereka tahu kerena keduanya, memiliki kekuatan mata batin, " jawab santai Dody.


Lalu apa yang harus kami lakukah tuan? kami tidak mungkin menghadapi mereka dengan tangan kosong atau tanpa senjata. "


" Jangan takut. Tujuan kita memancing, keduanya sudah berhasil. Sekarang kita tinggal merebut permata itu dengan cara halus, yaitu lewat pujaan hati seorang Atan Rayanin. "


" Perintahkan para pasukan kita yang, bertugas menjaga gadis itu untuk di bawa ke luar pintu utama masuknya markas ini oleh para penyusup! "


" Sedangkan pasukan yang di pintu masuk, markas ini segera perintah mereka mengambil semua senjata di ruang rahasia bawah tanah! " perintah Dody pada para pemimpin pasukan dari masing2 para pengawal yang sudah di tugaskannya.


Mendengar perintah dari si bos Dody, para pemimpin pasukan itu pun kembali untuk melakukan sesuai perintah Dody tanpa bertanya lagi. Setelah pengawalnya melaksanakan tugas mereka, Dody kembali berdiri di hadapan jendela ruangan yang dulu merupakan ruangan pribadi Cakandani. Dody di temani oleh sekertaris kepercayaannya yaitu Diko.


Diko adalah korban dari pembunuhan yang dilakukan Dody pada keluarga Diko dulu. Di waktu Diko masih kecil, Diko sama seperti Rani dimanfaatkan oleh Dody, namun Diko mengetahui semua kejahatan Dody saat dirinya smp. Di mana itu Diko membunuh saudaranya sendiri akibat adu domba dari Dody.


Dody yang berdiri beberapan detik di depan, jendela akhirnya Dody memutar tubuhnya untuk melangkah pergi menghampiri Kara di ruangan sekapnya. Saat Dody yang sudah mulai melangkah masuk ke ruang jeruji besi itu, tiba-tiba.....,


" Ahhhhh.... sakit Rani, lepaskan rambutku!, " jerit kesakitan dari Kara.


Kara menjerit saat dia yang dari tadi terus, menerus di siksa oleh Rani. Wajah cantiknya kini penuh luka-luka. Tubuh Kara semakin lemah saat dirinya yang terus disiksa oleh Rani.


" Apa kamu bilang? sakit? Ini baru awal, harusnya kamu merasakan lebih sakit dari ini, kamu harus membayar rasa sakit yang Ibuku rasakan selama ini....! " ucap Rani penuh emosi.


" Ini baru permulaan, sekarang rasakan sakit yang lebih dari ini. "


Kara yang menangis dengan deraian air mata, mengalir deras di bawah sana sambil menahan rasa sakit dari kedua tubuhnya yang diinjak oleh kaki sepatu bot hitam dari Rani.


Dody yang melihat kejadian tersebut melotokan mata pada Rani dengan suara khas tegasnya.


" Hentikan Rani...! "


" Apa kamu sengaja menghancurkan rencana, 'ku? " tanya Dody dengan wajah yang murka pada Rani.


" Paman biarkan aku membalas semua dendam...? "


" Hentikan Rani! "


" Bawa gadis ini ke luar dari sini! " seru Dody masih dengan nada marahnya Rani. Sambil memberi perintah pada para pengawalnya yang ada di sana.


" Tapi paman... Ini adalah! " ucapan Rani lagi-lagi di cegat oleh Dody.


" Jika kamu ingin menghancurkanya bukan, begini caranya, ikuti saja rencana paman, " tegas Dody sambil memainkan kode mata pada Diko untuk segera memerintah para pengawal itu membawa Kara ke luar dari sana.


Diko yang mengerti dengan maksud kode mata itu langsung memerintah para anak buah Dody, untuk segera membawa Kara meninggalkan tempat tersebut, dan menjalanakan rencana ketiga mereka.


Setelah melihat Kara yang sudah di bawah oleh para pengawal pergi. Dody berucap lagi pada Rani sebelum dirinya pergi.


" Jika kamu ingin membalas dendammu maka ikuti saja rencana paman. Tanpa harus membantah paman. "


Bersambung.


lanjutan cerita ada di episode 64.


Cast visual Reno dan Rani.