ATABUAN

ATABUAN
Tiga bulan kemudian~ Atabuan.



Waktu telah berlalu begitu panjang hari-hari dijalani sendiri oleh Kara. Kara sudah mengetahui kalo Atan telah pergi ke Amerika serikat bersama papanya dari salah satu teman Atan yaitu Rio.


Kara yang mengetahui kepergian begitu sakit hati, Dia tidak menyangka kalo Atan pergi setelah mengungkapkan perasaanya pada Kara. Setiap hari Kara menjalani hari-harinya bekerja, membantu Bibinya bekerja di salah satu pasar penjualan ikan.


Kara berusaha melupakan Atan kalo yang dikatakan Atan beberapa bulan lalu semuanya hanyalah omong kosong. Namun tetap saja hati Kara belum bisa melupakan Atan.


Hubungan Reno dan Kara semakin membaik. Walau Reno terus mengungkapkan perasaanya pada Kara berulang kali tetap saja Kara masih menolak Reno. Sedangkan Rani telah berubah menjadi lebih baik lagi. Rencana balas dendamnya pada Kara sudah mulai sedikit pudar walau masih ada rasa cemburu.


Hari ini adalah hari di mana Atan yang akan kembali ke sekolah seperti semula. Sebenarnya Atan sudah pulang seminggu yang lalu namun karena masih kecapean dan mempersiapkan dirinya jadi Atan baru bisa masuk ke sekolah hari ini.


Pagi itu kedatangan Atan menghebohkan satu sekolah, tentu saja karena selama liburan Atan tidak pernah menampakan wajahnya mengikuti ekstra kulikuler selama liburan sekolah. Jadi para fens Atan selalu bertanya kemana Atan selama ini.


" Dia kembali guys... Dia kembali," seru beberapa siswa saat melihat dari lantai dua di mana itu Atan yang sedang ke luar dari mobil sportnya yang langsung diantar oleh supir.


Semua siswa berlari mendekati ujung balkon koridor lantai dua. Sambil melihat Atan yang melangkah masuk. Rani yang mendengar Atan kembali dari mulut para siswa yang sedang berlari ke koridor lantai dua. Rani pun mengikuti langkahan kaki mereka dan langsung menuruni anakan tangga menuju lantai satu.


"Atan kembali guys, si kerong kita kembali, " heboh Jonggky di tempat nongkrong mereka bersama keempat temanya.


Mereka pun berlari menuruni anakan tangga lantai, satu menuju halaman lantai satu untuk menyampari Atan.


" Oh may Sanya Atan kembali. Sekarang satu sekolah lagi pada heboh, " ucap Rika pada kedua temanya Sanya dan Risa yang baru datang melangkah santai di koridor lantai dua.


" Yang benar kamu Rik? " tanya bingung Risa.


Tanpa bertanya Risa dan Sanya mengikuti ajakan Rik. Saat mereka yang sedang mengobrol kebetulan, di sana ada Kara yang kebetulan melangkah tepat di belakang mereka. Kara yang mendengar ucapan mereka tentang Atan akhirnya berlari dengan cepat ke koridor balkon lantai dua untuk melihat Atan.


Di sana sudah banyak manusia yang berdiri sambil menatap ke bawah lantai satu. Kara pun melangkah menyisipkan dirinya tepat di depan dan menatap lurus ke bawah lantai satu.


"Kerong..., " teriak Chiko saat Ia dan kelima temanya berdiri santai di halaman lantai satu sekolah dengan senyuman bahagia dari kelimanya.


Atan yang mendegar suara Chiko menatap Chiko sambil tersenyum. Saat mata Atan beralih ke balkon koridor lantai dua Atan melihat seribu mata dari murid sekolah Unifersal Scool, yang sedang menatapnya dengan tajam. Mata Atan terhenti pada seorang gadis yang selama ini sangat dirindukan olehnya. Dia adalah Kara yang lagi menatap tajam Atan.


Keduanya pun saling bertatapan beberapa menit. Namun setelah mengingat akan rencana Ayahnya Atan mengalihkan pandangan pada kelima temanya di mana itu bertepatan dengan Rani yang juga di sana.


"Atan.... aku tidak mau putus sama kamu. Aku mencintaimu Tan! " teriak Rani dengan suara tangisan sambil melangkah menghampiri Atan.


Semua murid yang hadir di sana begitu syok mendegar ucapan Rani, jelaslah semua kaget karena Atan baru kembali, tidak ada hujan tidak kilat petir di langit Rani berucap sesuatu yang menghebohkan satu sekolah. Tetapi itu berbeda dengan pikiran Rani. Yang membuat anak-anak lebih heboh adalah saat Rani mengatakan Kalo dirinya dan Atan sudah putus. Termasuk Kara, cewee kelas (Risa, Sanya, dan Rika), dan kelima sahabat Atan ikut syok.


" Tetap berdiri di sana jangan melangkah atau pun bergerak, " balasan suara teriak dari Atan sambil melangkah santai menghampiri Rani.


Dan tiba-tiba semua siswa, komplotan cewe-cewe kelas, Risa, Rika dan Sanya serta komplotan Atan melototkana mata Mereka dengan, terbelalak saat melihat Atan yang mencium Rani di depan umum.


Bersambung.