
Atabuan Episode 66.
Atan yang berlari kencang kearah Kara yang melebarkan kedua tanganya itu, saat sudah di hadapan Kara tangan kekar Atan langsung , melingkar di punggung belakang Kara. Tubuh kecil Kara diangkat oleh Atan ke dalam pelukan Atan. Pelukan dari Atan pada Kara semakin dieratkan dengan suara nafas ngos-ngosan akibat dirinya yang tadi ikut membantu sang ayah melawan musuh dan saat tadi diri Atan yang berlari kuat. Kara yang menerima pelukan dari Atan langsung, melingkarkan kedua tanganya di belakang punggung kekar Atan. Tangisan rasa keputusasaan dari Kara kini tertumpahkan di pelukan kekasih hatinya tersebut.
" Aku pikir aku akan melewatkan momen ini, " bisik Kara dalam pelukan Atan.
Kara yang berkata pelan dengan sikap yang, masih sama saat dirinya membalas pelukan Atan.
" Jangan berucap apa pun ... tidak akan aku biarkan kamu terluka lagi, " ucap Atan.
Atan berucap sambil mengelus lembut, rambut Kara dengan tanganya sambil, melepaskan pelukanya dari Kara. Atan yang sedikit melepaskan pelukan eratnya pada Kara walau kedua tangan Atan atau pun Kara, masih berhenti di pinggang satu sama lain.
Kini kedua tangan Atan di lepaskan dari pinggang Kara dan kedua tangan Atan kembali menyentuh lembut pipi Kara dengan tatapan yang sangat dalam dari mata Atan. Pada kedua mata Kara yang masih menangis di sana. Salah satu ibu jari tangan Atan mengusap lembut air mata yang mengalir di kedua pipi Kara, dengan sangat lembut, Lalu Atan kembali menarik tubuh Kara ke dalam pelukanya kembali.
" Maafkan aku yang datang terlambat, " ucap pelan Atan.
" Tadinya Aku pikir aku tidak bisa, mengucapkan kata-kata penting ini padamu namun sepertinya aku memiliki kesempatan itu . "
" Aku mencintaimu, sangat mencintaimu... aku merindu.." ucapan Kara, dengan deraiaan air mata terdiam saat Atan kembali mengeratkan pelukanya pada tubuh Kara dengan sangat dalam Seakan tubuh mereka sudah bersatu saat itu juga.
" Kata- kata ini jangan di ucapakan lagi, aku sudah tahu itu, Aku tidak perlu kata-kata itu lagi, " jawab Atan dengan terus memeluk Kara. Sambil menyentuh lembut rambut Kara.
Saat keduanya yang saling berpelukan erat, saat itu Kara melihat Rani yang ikut membantu para pengawal ayah Atan melawan kembali pengawal pamanya. Kara yang masih di pelukan Atan kini melepaskan pelukanya pada Atan secara tiba-tiba yang membuat Atan ikut bingung. Kara merasa aneh dengan sikap Rani yang ikutan membantu para pengawal Ceka menumpaskan musuh yang tidak lain adalah anak buah pamanya sendiri.
" *Sudah cukup kau manfaatakan aku, tidak akan aku biarkan kau mencapai tujuanmu memiliki permata merah. Aku sudah kehilangan keluarga, ayahku, dan juga ibuku, kini aku memiliki seorang saudara dan hanya dia satu-satunya keluargaku. "
" Maaf, ' kan , aku Kara....maaf, 'kan aku, Aku menyesal melukaimu, " batin Rani*.
Sebenarnya Rani sudah ada di sana sejak tadi, karena terbawa suasana akan kerinduan dua sejoli itu tidak sadar kalo Rani, Reno dan yang lainya sedang memperhatiakan mereka sejak tadi, Sambil melawan musuh.
Kini pertempuran dengan para pasukan Dody telah selesai, Rani yang melangkah dengan santai sambil menatap lurus ke depan, ke arah Kara dengan sangat dalam. Namun tidak Rani sadari kalo di bagian jalan yang Rani berjalan itu. Di sana sudah ada salah satu penembak jittu yang ditugaskan oleh Dodoy untuk menembak Rani. Sang penembak itu mulai menarik pengontrol senapan yang ia gunakan untuk memulai aksinya membidik dan akhirnya melepaskan peluru ke arah sasaran.
Saat Kara yang melepaskan pelukanya sambil menatap Atan, hal yang sama pun di lakukan Atan. Saat bersamaan keduanya yang saling membalas tatapan dalam satu sama lain, mata Kara tiba-tiba melotot ke luar. Saat melihat salah satu pengawal Dody yang memakai topeng ninja hitam yang ada di atap di mana itu ia yang sekarang sedang berusaha membidik tubuh Rani lalu menembknya.
" Rani.... awas! jerit Kara.
Deg....
Deg....
" Prutt...., " bunyi suara tembakan dari atap.
Kara yang langsung berlari keras ke depan meninggalkan Atan seorang diri, dan kini Kara langsung mendorong tubuh Rani dengan keras hingga Rani terjatuh dan tersungkur ke tanah.... saat diri Kara memutar menghadap Rani...
" Deg..."
" Ahhhh... " suara Kara.
" Kara.....! " jerit Rani.
Rani menjerit saat melihat Kara yang ada di hadapanya sedang membuka mulutnya.
" Prutt..., " bunyi tembakan satu kali lagi dari atap.
" Ahh.... Atan...., " ucap Kara dengan air mata yang kembali mengalir sambil jatuh tersungkur di hadapan Rani.
Rani yang melihat tubuh Kara yang tertembak di hadapanya, Rani kembali menjerit nama Kara dengan tangisan keras.
" Kara..... ! tidak....!" tangis Rani pecah lagi.
" Deg "
" Deg "
Suara detakan jantung Atan saat menatap tubuh gadis yang sangat berarti di hidup Atan, kini terjatuh dan lemas dengan lumuran darah yang mulai mengalir dari luka tembakan di tubuhnya. Musik sedih " don' t forget mengiringi air mata yang mulai mengalir dari mata seorang monster Atan saat melangkah ke arah dimana itu Kara yang lemas di bawah sana.
*🎶 Nama yang menyakitkan lagi kusebut,
Kamu, kamu, kamu....
Terkadang saat kau tersenyum dalam, pikiranku.
🎶 Aku tak akan memiliki perasaan lagi. padamu...
Â
🎶 Jangan lupakan aku, aku, aku...
Tolong ingatlah aku, aku aku...
Meskipun perpisahan hanya sekali,
Namun mengapa keriduan banyak...
🎶 Sekali pun aku tak pernah melupakanmu*, aku mencintaimu...
Â
Bersambung.