ATABUAN

ATABUAN
Tidak melawan~Atabuan.



" Ran gue tahu apa yang terjadi malam itu seharusnya tidak terjadi. Sebenarnya gue sangat", ucapan Atan yang memecahkan keheningan antara dirinya dan Rani secepatnya di halang oleh Rani.


" Tan. Sebelum lo mengutarakan rasa bersalah lo, ada yang ingin gue ungkapkan pada lo", pinta Rani sambil mengeser bokongnya sedikit mendekat ke arah Atan. Dengan tatapan yang begitu dalam, kini jarak antara dirinya dan Atan 1/2 jengkal saja.


Bibir ranum Rani yang diwarnai lipstik itu langsung di tempelkan pada bibir Atan, yang membuat Atan melototkan matanya. Sebelum ciuman itu berlangsung lama, dengan cepat Atan mendorong kasar tubuh Rani jauh dari hadapanya.


"Oh tidak... Rani mencium Atan?" bicara Willem dengan lototan mata pada keempat temanya yang ikut kaget juga.


"Rani wanita pertama yang mencium bos singa dong?" biasanya Atan yang selalu mencium wanita, melampiaskan semua emosinya Jika si kerong dalam kekesalan.


"Benar sekali, sebelumnya gue pikir Rani berbeda dengan cewek-cewek yang pernah dekat sama bos , tapi nyatanya Dia lebih liar dari pikiran kita", ucap Rio dengan senyuman samar di bibirnya.


"Berarti si Rani benaran suka dong sama Ata"


"Itulah Atan kita, kali ini gue yakin Rani benaran suka sama Atan, yang menjadi pertanyaan adalah apakah Atan menyukai Rani?" tanya Chiko pada keemat temanya itu.


"Gue rasa tidak, gue kenal Atan. Dia paling benci jika cewek lebih menyukainya dahulu", jawab singkat Rio sambil menatap Atan dan Rani dari jarak pohon dengan kursi panjang taman.


"Ran lo...."


"Gue gila ya Tan? sebenarnya gue sangat menyukai lo Tan. Sejak pertama kali gue ketemu lo di kelas", ungkap Rani disela-sela Atan yang masih syok dengan keberanian pada diri Atan.


"Apa? Lo soka ama gue?Tapi...", bingung Atan karena sebenarnya Atan sama sekali tidak menyukai Rani, awalnya Atan hanya ingin mengutarakan perasaanya yang tipu daya muslihat. Tapi malah hal sebaliknya yang terjadi.


"Tan bisa tidak lo jadi pacar gue, sebenarnya gue sangat menyukai lo..."


"Ran. Gue bukanya tidak suka ama lo tapi..."


"Kalo lo mau tolak gue maka gue gak terima, karena gue terlanjur menyukai lo Tan. Gue jatuh cinta ama lo Atan"


" Tan plis berikan gue kesempatan untuk masuk ke hati lo, hanya satu bulan, jika dalam satu bulan perasaan lo belum berubah maka gue yang akan mundur"


"Tapi Ran..."


"Plisss... Gue tidak pernah di tolak lelaki, berikan gue kesempatan itu Tan. Anggap saja ini tebusan salah lo pada malam di mana lo tidak tepati janji lo pada gue"


"Baiklah kita pacaran, gue lakukan ini karena ingin menebus salah pada lo dan mau mencoba menyukai lo, kata Atan sambil berdiri dan tersenyum Samar di bibirnya", Sebenarnya di balik senyum itu ada tersirat kemenangan taruhan lagi.


"Gue pikir Rani seperti cewek yang susah di dapatin, tapi gue salah,The white kalian siap traktir gue makan", batin Atan bergejolak kemenangan.


"Dalam satu bulan, Lo akan berlutut di hadapan gue meminta gue kembali pada lo, Dalam satu bulan itu juga Lo akan kehilangan kekuasan dari permata merah itu"


"Dan Inilah awal kehancuran Kara. My partner gue siap jika lo masuk ke sekolah kami dalam minggu ini", Batin Rani berkata saat Ia kembali mencium Atan.


Kedua bibir itu saling membalas satu sama lain dalam beberapa detik dengan suasana penuh kemenangan, di anatara keduanya. Kelima teman Atan hanya melihat dan tersenyum dengan adegan ciuman antara Atan dan Rani. Namun sayang kedua Insan itu tidak saling menyukai. Melainkan saling membalaskan kemenagan yang ada di pikiran mereka masing-masing.


Lonceng Istirahat sekolah berbunyi yang menadakan jam istirahat telah tiba. Pelajaran di kelas-kelas telah usai. Maka kelas akan sepi selama satu jam ke depan. Kini bagi anak-anak mencari makan di kantin besar yang sudah di sediakan sekolah. Terlihat banyak siswa yang sudah memenuhi kantin. Ada yang sudah makan dengan pesanan makan yang sudah di pesan, ada yang hanya duduk nogkrong sambil meminum aqua dan memakan snek saja.


" Menurut lo benar tidak sih kalo Kara, gadis seperti itu", ucap salah satu siswa dari kelas alam pada temanya yang lagi menghadap dengan dirinya sambil makan.


"Pastilah Dia seperti itu, si tampan Atan kami ngak mungkin menganiya


seorang gadis tanpa ada sebab", jawab siswi itu pada temanya tersebut.


Saat lagi -lagi hangat-hangat dari mereka yang bergosip, topik pembicaraan dengan komplotanya sudah memasuki kantin. Jelas semuanya diam membisu seperti tidak ada orang di kantim. Mereka kembali fokus pada makanan mereka masing-masing. Namun di detik yang bersamaan semuanya kembali di hebohkan dengan kedatangan princes sekolah ke kantin. Yang langsung mengandeng lengan Atan begitu erat dengan menebarkan pesona senyuman manisnya itu. Dia adalah Rani.


"Sory beby Aku sedikit terlambat, tadi kita berciuman sedikit lama, yang membuat bibir lipstikku agak berantakan. Jadi aku ke kamar ganti merapikan lipstikku", tutur Rani sambil menatap Atan dengan senyuman bahagia terukir di bibirnya.


"Ini cewek ko ngak ada rasa malunya sih bisa ngomong hal pribadi di tempat umum kaya gini, sengaja memamerkan ke pada semua orang kalo Dia sudah pacaran ama gue?" batin Atan.


"A...pa, Ci....uman!" suara kaget dan terbata-bata dari Sanya sambil melototkan matanya pada Rika dan Risa yang lagi menatap tajam ke arah Rani.


"Ran, lo benaran pacaran sama Atan?" tanya salah satu fens Atan dari kelas alam.


"Benar mulai hari ini gue pacaran ama Rani, mohon doa dan dukunganya", jawab balik Atan dengan suara sedikit keras. Dalam arti penguman untuk satu sekolah.


"Ini benaran si bos memberikan pengumannya", bisik pelan jonggky pada keempat sahabatnya yang lagi senyum-senyum memperhatikan Atan dan Rani.


"Lo percaya kalo bos, suka ama Rani, gue rasa ini hanya taktik Atan agar Rani lebih percaya ama Dia", jawab Rio balik sambil tersenyum pada Jonggky.


"Dalam bola perputaran Atan, berpacaran seperti ini hanya bertahan dalam dua minggu", seru dari Chiko sambil menarik kursi yang sudah ada di hadapanya untuk duduk.


"Menurut gue dua minggu terlalu lama, karena Rani bukan gadis cantik pertama yang dikencangi Atan", belum Willem berkata Fandi memotong perkataan Willem saat Ia, Jonggky, Rio, dan Chiko sudah duduk di kursi tempat biasa mereka nogkrong saat jam istirahat.


"Karena dari semua cewek cantik baik dari dunia artis, model, atau sekolah baik dari dalam atau pun luar sekolah. Semuanya dikencag si Atan kita hanya dalam hitungan hari. Seperti?...."


"Jina salah satu model cantik di majalah seksi, yang hanya berpacaran dengan Atan dalam tiga hari langsung diputusin Atan", jawab Jonggky sambil makan snek yg sudah di pesan Fandi.


"Risa, murid yang paling disukai semua cowok sebelum ada Rani, hanya satu hari, suara Rio.


"Jika kita menghitung semua mantan Atan bakal jadi ikan kering besok", tambah Wilem sambik tersenyum pada ketiga temanya yang lagi duduk santai dan tersenyum saat keempat sahabat ini mengelilingi meja bundar yang ada di hadapan mereka tersebut.


Dari penguman Atan barusan membuat banyak hati kecewa baik dari para pengemar Atan di sekolah maupun beberapa anak cowok yang sudah menaruh harapan untuk Rani.


Di tengah-tengan ramai perbincangan Atan dan Rini di panggil Ibu Mira menghadap di ruanganya. Atan dan Rani saling melempar pandangam satu sama lain lalu melangkah menghadap Ibu Mira. Saat di ruangan Ibu Mira Atan di perintah Ibu Mira berjemuran di lapangan sambil berlutut. Karena Sudah berani melawan dan mengancamnya di kelas.


Atan yang mau melawan lagi segera di beritahu oleh Ibu Mira kalo itu adalah perintah Ayahnya. Atan terdiam seribu kata lalu melangkah ke luar dan mengikuti hukuman Ibu Mira berlutut sambil berjemuran di tiang bendera. Di sana tidak hanya Atan melainka kedua temanya Fandi dan Rio serta Rani ikutan di hukum.


 


**Bersambung**.