ATABUAN

ATABUAN
RENCANA DRIGEN BLACK~Atabuan.



Pagi itu Atan melangkah bersama dengan Kara melewati koridor sekolah. Mata Atan terus-menerus melihat tubuh gadis yang digengam tanganya oleh dirinya saat itu. Pandangan gadis itu lurus ke depan. Atan melihat tatapan kosong dari kedua bola mata gadis itu, Ia melihat bendungan air mata yang tergenang di sana. Sambil terus melangkah tanpa peduli dengan seribu mata dan mulut yang melihat dan membisik Atan dan Kara.


Keduany melangkah tanpa ada komunikasi satu sama lain, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing hanya suara dari para fans-fans Atan yang berteriak histeris saat melihat Atan melewati mereka.


" Bagaimana dengan ke adaan paman? Lalu Bibi apa yang akan paman jelasin ke Bibi jika Bibi menyanyakanya? Kenapa semua terasa sulit sekali Tuhan", suara hati Kara bergumam.


"Setelah ke rumah sakit aku akan mengetahui yang sebenarnya terjadi padamu Kara bersabarlah", Batin Atan.


Langkahan kaki satu demi satu kini sudah tiba di lantai satu menuju basmen di mana itu parkiran mobil. Atan membawa Kara masuk ke dalam mobil saat keduanya sudah ada di hadapan mobil Atan.


Atan melangkah membuka pintu mobil sambil mempersilakan Kara masuk ke dalam mobil. Pintu mobil pun ditutup kembali dan Atan memutar tubuh menuju kursi depan di mana itu tempat stiran. Atan masuk ke dalam mobil di mana Kara duduk di sebelahnya. Mesin mobil dinyalakan Atan melirik melihat ke arah Kara dan ternyata Sabuk pengaman sudah di kenakan Kara. Atan memakai sabuk dan melajukan mobilnya terlihat seribu mata melihat lajuan mobil Kara di antaranya Reno, Rani, Risa, Sanya, dan kelima sahabat Atan.


Terlihat mata Rani begitu kesal seakan Rani sedang dalam amarah. Kedua tangannya di kepal sangat kuat dan tatapan Rani tidak pernah lari dari mobil Atan yang sudah menjauh.


Suasana sekolah kembali seperti semula semua mata dan tubuh sudah menghilang kembali ke kelas, mereka masing-masing dan memulai pelajaran. Kini tinggal Rani dan Reno yang masih berdiri di koridor lantai dua.


Kebisuan datang pada keduanya hingga akhirnya Reno yang membuka suara.


"Gue akui kecerdasan lo menghancurkan Kara namun, Bukan dengan cara yang sangat hina itu", Tutur Reno dengan sikap santai dan pandangan lurus ke depan.


"Apa maksdud lo Ren?" Tanya Rani dengan menatap Reno sambil menyeritkan dahinya.


"Jangan pura-pura tidak mengerti Ran, soal ini. Kali ini gue maafin kamu tapi lain kali apa yang melukai Kara itu adalah urusanku", Tegas Reno pada setiap kalimat yang diucapkannya sambil memutar tubuh menghadap Kara. Dengan tatapan tajam pada mata Kara dan kedua tanganya di sembunyikan di saku celanaya.


"Ren, gue tahu lo suka sama Kara tapi, Lo jangan ngomong hal yang....", Belum selesai berkata Reno memotong perkataan Rani.


"Soal vidio rekaman kejadian semalam, gue harap lo hapus, Jangan mencoba memancing gue untuk menghancurkan lo di hadapan Atan!" ancam Reno.


Reno memutar tubuhnya dan melangkah ke depan meninggalkan Rani, Rani masih berdiri di belakang Reno sambil menahan air mata yang ada di matanya, kristal itu mungkin sebentar lagi akan mengalir deras. Saat kata-kata Reno keluar lagi. Rani semakin geram pada Kara, Tanpa di sadari Rani kini Rasa sayangnya pada Atan begitu besar ini bukan rasa suka biasa melainkan Rani dan Reno jatuh dalam lubang terlarang balas dendam mereka yaitu Jatuh Cinta pada musuh mereka.


" Satu hal lagi yang harus lo tahu. Sebenarnya gue menyukai Kara, gue harap lo paham maksud gue, karena sebenarnya Atan juga jatuh cinta sama Kara. Gue bisa lihat dari kedua matanya", tutur Reno membelakangi Rani dan kembali melangkah meninggalkan Rani.


"Gue gak akan biarin Kara bahagia, dia harus menanggung semua perbuatan wanita bunga itu, jika gue bisa membunuh Viky lewat tangan pamanya, bagaiman dengan gadis patung itu. Kali ini lo yang pancing gue Ren untuk menghancurkan Kara, Gue Rani Maetri, Atan adalah milik gue mulai sekarang, kita lihat saja siapa yang akan kalah dalam pertandingan balas dendam ini. Saat Atan mengetahui adik kesayanganya meninggal dan mamanya ditawan", Batin Rani meronta-ronta sambil meremas jari-jemarinya di bawah sana.





" Dalam lokasi kali ini, kita harus menyiapkan kematangan dalam bertarung dan kewaspadaan. Karena Ceka bukanlah tandingan biasa, jika Dia mengetahui kita yang membunuh putra bungsunya maka dalam hitungan jama markas ini sudah di kelilingi seribu bahkan ratusan juta bawahan Ceka", Ucap Caka dengan tekanan dan suara tegas pada kalimatnya.


"Cara menghancurkan Ceka Rayanin di mulai dari Kanta dan tentu keponakanmu Rani harus terlibat dalam informasi ini, karena Dia adalah pacar Atan. Sedangkan Reno dan aku akan fokus pada Atan, Ingat dalam misi ini semua harus waspada dan fokus, jika kita lengah satu detik saja maka misi ini akan hancur total", tambah Ceka lagi.


"Misi ini akan kita lakukan dalam satu minggu mendatang, jadi siapkan semua tenaga dan informasi yang dibutuhkan dalam misi ini", seru Saka selaku komandan dalam rapat penting ini.


"Rani harus selalu siap siaga dalam mencari informasi", ucap balik Caka pada paman Atan yang menatap tajam dirinya sambil mengukir senyum dari bibir jahamnya itu.


"Tentu Dia akan kutugaskan, karena ini adalah rencana kerja sama kita untuk mendapatkan permata emas tersebut", Ucap Rifky atau paman Rani.


"Gue percayakan tugas informasi pada Lo", Jawab singkat Caka.


Ceka dan Rifky saling membalas senyum licik mereka dari masing-masing bibir. Lalu Saka mengambil gelas kaca tinggi yang sudah di isi anggur sambil menyodorkan pada Caka dan Rifky dengan berkata,


"Demi permata merah ayo kita nikmati ini", Ucap singkat Saka.


"Demi permata merah", jawab singkat Caka sambil mengambil gelas anggur dengan menyodorkan pada Rifky sambil tersenyum miring.


"Rencana ini harus berhasil, jawab singkat Rifky dan mendekatkan gelasnya di gelas Saka dan Ceka lalu diikuti semua gelas dari anak buah Ceka di markas tersebut.


Saat semua mengukir senyum mereka masing-masing sambil mengambil gelas-gelas yang sudah di isi anggur untuk diangkat mengumpulkan gelas-gelas itu menjadi perkumpulan dengan suara Paman Rani berkata.


"Demi kerajaan emas dan permata, Cheers...." ucapan itu mewakili tawa lepas dari smeua yang ada disitu sambil meminum anggur dari gelas tersebut ke dalam mulut mereka.


Jauh dari pikiran Rani sebenarnya pamanya yang membuat Ibu Rani jadi depresi dengan terus memberi obat oferdosis pada Lia. Tujuanya untuk menguasai semua harta Lia, walau Lia hanya trauma akan tragedi pembunuhan yang di lakukanya pada Ibunda Kara, dengan menyuntik racun mematikan ke dalam infus Ibunda Kara setelah melahirkan Kara, lewat suster dan dokter yang mengurus kelahiran Ibunda Kara.


Jangan Lupa like, baca, komen dan saran terima kasihh🙏🙏.