ATABUAN

ATABUAN
Munculnya permata merah~ Atabuan.




Seluruh Kota Jakarta di liputi kehebohan wujud monster Atan. Namun sebagian masyarakat menggap bahwa itu hanyalah berita hoaks karena media ingin menakuti masyarakat. Sedangkan banyak bos besar perusahaan mulai memanfaatkan situasi itu untuk menghancurkan Ceka Rayanin.


Namun bukan Ceka Rayanin jika dia tidak memiliki strategi membalas para, musuh-musuh perusahaanya. Seperti yang di ketahui Ceka adalah seorang bos besar dari semua perusahaan yang ada di jakarta 99% adalah milik ceka Rayanin termasuk di sebagian negara di luar indonesia. Jadi wajar hal sepele seperti itu secepatnya langsung ditangani oleh orang-orang kepercayaan Ceka Rayanin.


Bertepatan dengan beredarnya berita wujud, monster putra pertama Sultan Ceka Rayanin yaitu Atan Rayanin. Segera mungkin Ceka membeli semua media tentang artikel tersebut, dan memerintah media itu kembali membuat manipulasi berita tersebut hanyalah hoaks kepada kalangan masyarakat. Warga yang mendengar berita heboh dari sumber media Ceka Rayanin, akhirnya mereka pun percaya bahwa itu adalah berita yang benar.


Melihat situasi luar yang kembali percaya sama Ceka Rayani. Ceka pun kembali mengumpulkan seluruh pasukannya untuk menyerang markas Cakandani, Ceka dengan para pimpinan di setiap barisan pasukanya sudah menyiapkan segala perlengkapan untuk menghancurkan Cakandani.


Ceka menghampiri Atan ke area rumahnya, yang kini menjadi sebuah dunia lain. Ceka sudah mengetahui hal tersebut, oleh karena itu Ceka membawa sebuah logo lambang gambar singga untuk masuk ke dunia di mana sekarang Atan dan semua yang terjebak dalam rencana Cakandani.


 


💥💥💥💥💥💥💥


Di sisi lain Atan yang masih lemas di, bawah sana bersama dengan Kara, tiba\-tiba langit menjadi gelap, suara suling bambu mengetarkan seluruh area tersebut. Masyarakat yang ada di sana kini menutupi semua kuping mereka saat mendengar bunyi nyaring suling bambu itu yang seakan menghancurkan gendang telinga mereka. Sedangkan Kara masih menangis menatap Atan yang masih lemas di sana walau kuping Kara pun ikut ditutupi tangan Reno.


 


Cakandani yang tidak tahan dengan bunyi, suling bambu itu, berteriak kepada para anak buahnya untuk membawa Atan ke luar dari hutan itu dan kembali ke markas mereka.


Namun saat para anak buah Cakandani ingin, medekat ke arah Atan, tiba-tiba suara gendang menghancurkan mereka segerombolan itu, yang kembali menutup kuping mereka dengan perpaduan suling bambu dan gendang jimat kerajaan Atabuan. Jika kedua benda pusaka itu sudah dipadukan maka, permata merah akan bersinar yang artinya kekuatan permata merah mulai beraksi.


" Habislah kau Cakandani....." suara serak amarah monster Atan. Sambil menghancurkan tali rantai dari tubunya.


" Atan... " suara bisik pelan Kara dengan syok.


" Akhirnya dia muncul juga, semuanya jalankan rencana keempat dan kelima kita! " perintah Cakandani.


Dan semua pasukan Cakandani kini mengelilingi tubuh monster Atan dan Reno dengan semua perlengkapan perang.


" Satu, Dua , Ti...."


" Aohhhhhhhhhh...." suara monster Atan dan Reno yang dipadukan menjadi satu kelangit, dan kini satu hentakan kaki mereka berdua semua anak buah Cakandani jatuh tersungkur di tanah.


Di tengah-tengah kericuhan kekuatan suara, monster Atan dan Reno , paman Rani memanfaatkan situasi itu dengan menculik Kara yang masih syok dengan kekuatan yang dimiliki Atan dan Reno.


" Cepat bawa dia keluar dari sini, karena kelemahan Atan ada padanya..." ucap paman Rani.


" Dia adalah kunci untuk kita bisa miliki permata merah itu , " tambah paman Rani dan melangkah pergi.


Tanpa bertanya lagi para anak buah paman Rani langsung menutup mulut Kara di sela-sela kericuhan antara Atan dan Reno dengan anak buah Cakandani. Salah satu anak buah paman Rani mulai mengangkat tubuh mungil Kara dengan rambut lurus Kara yang berderai ke bawah untuk di bawa pergi mengikuti bos mereka. Karena fokus dengan pasukan Cakandani Atan dan Reno lupa kalo Kara diculik oleh paman Rani dan dibawa ke markasnya.


" Kara.... Mau apakan keponakanku? hei... " teriak Ana saat melihat Kara yang digendong oleh salah satu anak buah paman Rani yang di bawa ke mobil mereka.


Yah Rani mengetahui rencana pamanya yang mau menculik Kara, Rani menyetujuinya rencana pamanya, karena ia tahu kalo Atan mencintai Kara, dan tentu saja hal tersebut membuat Rani sakit hati, apalagi mengingat dendamnya pada Kara yang begitu benci dengan Ibunda Kara, hal itu semakin membuat Rani ingin menghancurkan Kara membuat hidup Kara harus hancur seperti yang Ibunya Kara lakukan pada Ibunya Rani.


" Kehancuran keponakan tersayangmu itu baru di mulai..., " batin Rani.


Rani yang memakai serba hitam seperti ninja hitam, secepatnya pergi meninggalkan Ana yang terbaring pingsan di bawah sana karena kewatir sebelum Atan dan Reno mencurigai dirinya.


 


💥💥💥💥💥


 


Di sisi lain pertarungan sengit antara pasukan Cakandani dengan kedua monster Atan dan Reno semakin menjadi saat Ceka Rayanin dan para pasukanya menyerang pasukan Cakandani. Semua mobil mewah anak buahnya kini berhenti dan berbaris rapi berjejeran di dunia yang sekarang mereka masuki. pasukan Ceka Rayani mulai berlari saat turun dari masing-masing mobil dengan membawa senapan dan pistol lalu mereka semua berbaris rapi memutari dan mengelelilingi pasukan Cakandani di tengah-tengah mereka.


Cakandani yang kaget dengan ribuan pasukan Ceka, menatap tajam Ceka Rayani sambil mengigit tajam semua gigi-giginya hingga membentuk tulang rahang. Di tempat lain...


 


💕💕💕💕


 


" Atan....ku mohon tolong aku, aku menunggumu, aku menunggumu..." batin suara Kara saat sadar dari pingsanya tapi kepalanya sudah baluti kain hitam, mulutnya dilem dengan isolasi hitam yang besar, sedangakan kaki dan tanganya diikat dengan tali dan diri Kara saat ini berada di belakang bagasi mobil anak buah paman Rani.


Tangis Kara semakin menjadi karena saat ini dirinya tidak tahu kemana dia dibawa pergi serta ketakutan yang dimilikinya diri Kara saat ini. Kara hanya bersuara dalam hati sambil menangis diam menahan suara tangis dan nafasnya agar tidak di dengar oleh anak buah paman Rani.


" Atan....ku mohon dengarkan suara hatiku, aku menggumu... aku menunggumu... tolong selamatkan aku, " batin Kara sambil terus menangis dalam diam.



Tiba-tiba suara Kara benar-benar di rasakan Atan dengan kekuatan kupinnya yang tajam saat berubah jadi monster dan mata serta pikiran Atan yang bisa merasakan bahaya terhadap seseorang apalagi yang sangat berarti dalam hidup Atan.


" Kara....." suara Atan sambil memutar tubuhnya menatap ke arah di mana itu tempat Kara pingsan tadi. Namun tiba-tiba??....


" Deg...."


" Degg...."


" Deg..."


Bersambung.