
Episde 65, Atabuan( Cinta sang monster).
Kara yang ketakutan akan situasi saat ini, berdiri dengan tangan yang diikat kuat, leher Kara menengok memutari tubuhnya untuk melihat sekelilingnya dengan tangis air mata yang terus mengalir di pipinya.
" Aahhhh.... ! " suara tangis isyak diam Kara, dengan tubuh posisi berdiri sambil melihat ke sekelilingnya.
Satu sisi Atan dan Reno yang berhasil, mengalahkan ratusan pasukan Dody, mereka berdua yang sudah menumbangkan para pasukan itu, kini mereka kembali saling memandang satu sama lain, Atan dan Reno pun mengangukan kepala dalam seketika sambil kembali fokus ke pintu gerbang utama markas Cakandani.
" SAKA.....! " teriak Atan dari pintu gerbang utama sambil masuk ke dalam markas Cakandani.
Atan dan Reno yang saat ini diliputi hawa, emosi yang membara seperti api, tiba-tiba keduanya melototkan mata mereka dari koridor gerbang dengan penampakan yang saat ini ada di hadapan mereka berdua. Dia adalah gadis yang sangat dicintai kedua monster wujud Singga dan wujud harimau itu siapa lagi kalo bukan Kara.
" Uhhhhh....! " tangis Kara dengan wajah yang, ketakutan dan tatapan yang penuh arti pada Atan saat pertama kali ia memutar tubuhnya menghadap Atan yang jauh 20 jengkal dari dirinya.
" Kara...?" ucapan satu kata datang dari mulut Atan. Saat pertama kali menatap gadis yang sangat dia cintai dengan mimik wajah penuh pertanyaan.
" Atan... Akhirnya kamu datang...aku pikir sebelum aku tiada di dunia ini, aku tidak bisa mengungkapkan 3 kata ini, Aku mencintaimu Atan. Uhhhhh...! " suara batin Kara dengan tangis yang mengisyaratkan kata-kata dalam hatinya itu saat menatap dalam pria yang ia cintai. Yang saat ini berdiri dengan jarak cukup jauh dari dirinya.
Di sela-sela Atan dan Kara yang saling menatap dengan tatapan penuh cinta kerinduan, suara Dody memecahkan kebisingan dan kebisuan saat itu.
" Akhirnya kamu muncul juga, betapa bahagianya aku saat dirimu datang, Tuan Muda Atan Rayanin, kita bertemu lagi, " seru Dody yang berdiri di hadapan lingkaran para pasukannya sambil membungkukan tubuhnya sedikit ke bawah dengan senyuman licik diukir dari bibirnya sebagai sikap menghormati seorang putra pertama Ceo Ceka Rayanin.
" Kamu... bukanya kamu...? " ucap Atan dengan wajah penuh tanda tanya dan sedikit kaget.
" Ya. Dia adalah paman Rani. Sudah ku duga ini adalah rencana dirinya dan keponakanya, " jawab Reno memotong ucapan suara monster Atan dengan suara monster khas Reno.
" Hahahhhh.... aku pikir kamu sudah melupakan aku? Tuan muda Cakandani, " jawab Dody dengan sikap santainya dan mengunakan kalimat sapaan serta sikap yang sama pada Reno.
" Kenapa kalian berdua menatap aku seperti ingin memakan aku ? " tanya Dody dengan pertanyaan santai dan unsur kesengajaan.
" Hentikan omong kosongmu itu...lepaskan...wanita..? "
" Turuti syaratku jika kamu ingin wanita yang kamu cintai ini kembali ke pelukanmu dengan masih bernyawa, " ucap Dody memotong perkataan Atan.
" Apa maksud kamu?"
" Kamu pasti tahu maksud aku... turuti perintahku atau kamu ingin wanita ini tidak bernyawa lagi di hadapanmu dengan kematian mengenaskanya. "
" Aku tegaskan jangan berani-berani kamu, dengan anak buahmu menyentuhnya! Sehelai rambutnya pun jika kamu sentuh maka..."
" Jangan mencoba memancingku anak muda! jika kamu ingin wanita pujaan hatimu ini selamat ikuti saja perintahku. "
" Jangan mencoba memancing kami.... dan mengancam kami.... Yeahhhh, " ucap Reno.
Yang langsung berlari dengan kekuatan angin, bersama Atan yang siap bertarung bersama pasukan Dody. Yang begitu banyak di hadapan mereka berdua. Namun saat keduanya ingin menyerang, tiba-tiba ...
" Arahkan senapan kamera peluru pada gadis ini sekarang juga...! " perintah Dody dengan tatapan tajamnya pada Atan dan Reno yang berdiri cemas ke arah Kara.
" Hentikan! " teriak Atan dengan nada tegasnya sambil menatap Dody dengan tatapan tajam monsternya.
" Jika kamu ingin menyerangku, pikirkan keselamatan gadis ini, satu perintah dariku.... saja nyawanya akan melayang, apa kamu paham maksudku? Tuan Atan dan Reno. "
" Dasar ular... apa maumu? " tanya Atan dengan nada tinggi sambil menatap tajam Dody.
" Atan... apa maksudmu bertanya seperti itu? " tanya Reno bingung dengan menatap Atan yang ada di sampingnya itu.
" Ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa menyelamatkan Kara. Jika sesuatu terjadi pada Kara maka aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, dan kamu bisa lihat betapa hancurnya hidupku jika aku kehilangan dirinya. "
" Aku lebih baik kehilangan permata ini dibandingkan kehilangan Kara, " seru Atan menatap Reno dengan tatapan dalamnya.
Atan yang sedang mengungkapkan, perasaanya secara tidak langsung pada Reno, kini Atan kembali menatap gadis pujaan hatinya itu yang lagi berdiri di sana dengan tangisan ketakutan. Tatapan Atan pada Kara begitu dalam. Rasanya Atan ingin berlari sekencang mungkin pada Kara, memeluknya begitu erat hingga tidak ada ruang bagi angin yang lewat, karena saat ini Atan baru sadar betapa sayang dan cintanya seorang Atan pada Kara.
" Jangan kau mencoba melukai dia... apa maumu? " kata Atan yang kembali menatap tajam Dody.
" Berikan permata merah itu padaku ! "
" Jika kamu ingin gadis ini tidak terluka maka serahkan permata merah itu pada diriku, " tambah Dody dengan senyum liciknya.
" Tidak Atan....jangan berikan permata itu...ku , mohon jangan korbankan barang berharg Itu demi aku, " batin Kara sambil menatap Atan dengan tatapan yang dalam sambil mengeleng- gelengkan kepalanya.
Atan yang sudah tahu akan syarat Dody, seketika menatap kembali Kara yang juga menatapnya sambil menangis dengan tatapan dalamnya dan gelengan kepalanya dari Kara yang membuat Atan mengerti kalo Kara menolak jika Atan harus rela kehilangan permata merah demi dirinya.
" Jika kali ini sesuatu terjadi padamu maka, aku hidupku akan hancur Kara, maafkan aku jika kali ini aku tidak bisa ikuti kemauanmu, " batin Atan.
" Bagaimana caranya agar permata ini aku berikan padamu? Kamu sendiri bisa melihat kalo permata ini sudah menyatu dengan diriku. Apakah ada cara? " tanya Atan.
" Kamu lihat rembulan bulan itu? berdirilah di bawah sinaran bulan itu, karena permata itu akan ke luar dari dalam tubuhmu saat sinaran permata itu menyatu dengan sinaran bulan, " seru semangat dari Dody sambil terua tersenyum.
Tanpa ragu Atan pun melangkah pelan sambil, menatap sekilas ke Reno yang saat ini menyekal lengan Atan, agar Atan tidak gegabah dan menolak mengikuti rencana Dody. Sebenarnya Reno sangat kwatir karena, ia tahu jika permata merah itu ke luar dari tubuh monster Atan maka secara tidak langsung, Atan membunuh dirinya sendiri untuk menghilang dari dunia ini, yang artinya Atan akan mati jika permata itu ke luar dari tubuhnya.
Bersambung.
Silakan tulis komentar kalian tentang episode ini. khusus episdode ini tahhh jangan spam komen di sini, Ok.maksihh🙏🙏🤗😍