ATABUAN

ATABUAN
Sandarkan kepalamu~ Atabuan.



Sandarkan Kepalamu di bahuku.


" Tetap berdiri di sana! Jangan melangkah atau pun bergerak, " suara teriak dari Atan sambil melangkah menghampiri Rani.


Suara Atan yang berkata dengan sedikit keras, membuat Rani terdiam dan berdiri dari jarak lima langkah dari Atan. Melihat Rani yang mengikuti perkataanya Atan melangkah pelan dengan tatapan sangat lurus ke depan. Saat Atan sudah ada di depan Rani dengan jarak yang stengah jengkal saja, tiba-tiba tangan Atan merangkul pinggang Rani ke hadapanya saat tubuh Rani yang sudah di depanya atau pelukan Atan.


Wajah Atan langsung di dekatkan pada wajah Rani. Kepala Atan sedikit dimiringkan kebawah dan bibir Atan didekatkan pada bibir Rani. Ciuman Atan pada Rani mengagetkan banyak pihak termasuk Kara, Kelima sahabatnya, kedua teman Reno dan geng cewe-cewe kelas ikut syok dengan sikap Atan tersebut.



"Oh Tuhan Atan menciumku. Apakah Ini tandanya Atan mencintaiku? " batin Rani.


"Aku harus berpura-pura menyukainya, Inilah satu-satunya cara agar aku bisa menjauh dari Kara demi keselamatanya juga," batin Atan.


Ciuman Atan dan Rani berlangsung beberapa menit, Kara yang melihat ciuman dari Atan pada Rani, saat itu juga hati Kara Sangat terluka. Kara mencoba Menahan rasa sakit itu namun tetap saja hati Kara tidak sanggup melihatnya, Hingga Kara memutar tubuhnya membelakangi Atan dan Rani Ia menghadapkan dirinya ke depan.


Saat Kara ingin melangkahkan kakinya ke depan tiba-tiba Reno datang, Kara menatap dalam Reno dengan wajah sendunya, Reno yang menatap Kara begitu dalam, tiba-tiba tatapan Reno langsung berubah saat melihat ekspresi Kara, dikedua bola mata Kara tergenang air yang membendung di sana.


Yang sebentar Lagi akan mengalir deras, seaakan saat ini Kara mengespresikan perasaan kesedihanya pada Reno. Kara menyeka butir\-butir bening yang sedikit demi sedikit mulai mengalir dari kedua Mata itu, yang sedikit menetes, saat Kara tidak bisa mengontrol sikap emosionalnya pada Reno.


Kara pun menarik nafas dan kembali melangkahkan kakinya melewati Reno, namun saat Kara yang melangkahkan kakinya untuk pergi, tangan Reno pun langsung mencekal tangan Kara,


Kara melirik ke samping dimana itu Reno yang sedang menatap Rani dan Atan yang masih berciuman.


" Jangan ditahan butiran itu, keluarkanlah jika itu membuatmu lebih baik" ucap Reno.


Reno berkata pelan sambil melirik sebentar ke arah Kara yang menatapanya dengan mata yang sudah bekaca-kaca. Reno pun kembali berucap sambil melirik ke arah Kara,


"Sandarkan kepalamu Di bahuku, menangislah di pundaku ini, Jika Kamu tidak ingin tangisanmu dilihat oleh banyak orang."


" Jangan berusaha menahanya, seakan diri kamu kuat. Lepaskanlah lukamu itu jika bibirmu tidak mampu berkata."


" Menangislah jika itu membuatmu lebih baik, " ucap Reno dengan tatapan dalamnya.


Setelah berkata Reno kembali menatap lurus ke depan, sedangkan Kara menatap dalam Reno. Dengan mata yang sudah berkaca-kaca dari Samping Reno,


"Terimakasih Ren, " ucap singkat Kara dan pelan-pelan Kara mendekatkan kepalanya pada tubuh Reno.


Lalu Kara mulai menyandarkan kepalanya dengan lembut di bahu Reno dengan posisi Kara melihat ke depan, sedangakan Reno membelakangi Kara dan tatapanya tertuju pada lantai satu. Dalam sandaran itu Kara pun akhirnya, melepaskan air mata yang sedari tadi ditahan oleh diri dan hatinya, kini air mata itu mengalir begitu deras di sana. Reno bisa merasakan lengan seragam sekolahnya saat ini sudah basah dengan air mata Kara.



Musik sedih love exits pun membaluti kesedihan Kara dalam pundak Reno tersebut.


*Ruiny season makes us forget that me last \( musim hujan membuat kita lupa bahwa kita pernah pergi\),


And make the flowers fall down every time (dan membuat bunga jatuh setiap waktu),


We Quassel and the hug, love each other ( kita bertengkar dan kemudian memeluk, saling mencintai),


I Remember, When I'm lovely ( aku mengingat mu ketika aku kesepian),


You'r gentless makes your hearts beat ( kelemah -lembutanmu membuat detak jantungku berdetak),


The love i want only exits on you ( cinta yang aku inginkan hanya ada padamu*),


It *not you ( jika bukan kau),


I want cry and laugh like a child (aku tidak akan menangis dan tertawa seperti anak kecil),


We are not easy to be together please den't say good bye ( kita tidak mudah bersama tolong jangan ucapkan selamat tinggal*).


Lagu ini pun mengiringi tangisan Kara dalam diam tersebut.


Di sisi lain saat Atan yang melepaskan ciumanya pada Rani, Atan pun langsung melangkah kakinya sambil berbisik pelan pada Rani.


"Itulah jawabanku, " suara pelan Atan.


Atan kembali melanjutkan langkahan kakinya ke depan, namun saat Atan melirik sebentar ke arah balkon lantai dua, wajah yang tidak asing bagi Atan terlihat jelas di balkon lantai dua, disana Atan melihat Kara yang lagi menyandarkan kepalanya di bahu Reno.


Wajah Atan berubah seketika dengan tatapan tajamnya, namun Atan kembali memutar tubuhnya ke depan dan kembali melangkah untuk meninggalkan area sekolah lantai satu, kelima sahabat Atan hanya melangkahkan kaki mengikuti langkahan kaki Atan. Sedangkan Rani masih berdiri membisu diam ditempatnya karena masih syok dengan ciuman dadakan Atan di lapangan lantai satu di depan semua orang.


" Aku mencintaimu Kara, aku sangat merindukamu. Ingin rasanya aku mau membuang semua pikaran ini dan berlari pada dirimu memeluk tubuhmu dan berkata padamu, aku sangat merindu ' kan, kamu namun aku harus terpaksa melukai perasaanmu, demi keselamatamu," batin Atan saat dirinya yang terus melangkah dengan pikiran dan hatinya masih terlintas akan kejadian tadi yang dilihatnya dibalkon lantai dua tersebut.


bersambung.