ATABUAN

ATABUAN
KeputusAsaan ~



ย 


Keputus asaan~ Epsode 62. Atabuan.


ย 



" Deg..."


" Deg... , " Suara detak jantung Atan saat melihat ke arah di mana itu Kara yang sebelumnya di sana kini tidak ada lagi.


Rasa kwatir Atan semakin menjadi saat melihat paman Rani dan para pengawalnya juga tidak ada. Atan yang masih sempat bertarung melawan anak buah Cakandani kini, Atan mempercepat setiap gerakan faitingnya agar mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Saat dia yang masih sibuk dengan pertarungan saat itu Ceka dan komplotannya datang membabtu Atan dan Reno.


Rasa lega datang pada diri Atan karena pasukan ayahnya, datang membantu dirinya dengan Reno. Atan pun mengalihkan pandanganya, dan kini Atan pergi ke arah tempat Kara. Di sana semua memory Atan merekam semua kejadian yang terjadi pada Kara walau itu muncul di pikiran Atan sangat cepat. Atan melihat ke arah Bibi Kara yang baru sadar dari pingsanya sambil memegang kepalanya yang pusing karena sakit sempat di pukul oleh Rani menggunakan balok kayu di bagian leher belakangnya.


" Apa yang terjadi? Kenapa bibi pingsan? Di mana Kara? " suara khas monster Atan dengan kedua bola matanya yang merah dan biru, tubuh monsternya masih melekat di tubuh Atan dan tangan Atan yang memiliki bulu-bulu halus serta kuku dari kedua tanganya yang sangat panjang dan tajam.


" Kara di bawa sama anak buah Cakandani, " jawab singkat Ana.


Ana yang menjawab ucapan Atan dengan, suara yang sangat takut akan wujud monster Atan. Atan mendengar ucapan Bibi Kara merasa wajar kalo wanita paru baya itu ketakutan akan apa yang ia lihat sekarang.


Atan pun mencoba menenagkan diri Ana lebih dulu agar, tidak takut sama wujud monster Atan. Atan meyakinkan Ana kalo ini adalah Atan. Setelah meyakinkan Ana, Atan pun akhirnya berterimakasih pada Ana. Ana yang tadinya takut dengan wujud Atan kini ketakutan Ana pun hilang. Akhirnya wanita paruh baya itu meminta tolong pada Atan untuk menyelamatakan Kara.


" Tolong selamatkan keponakanku nak Atan... bibi mohon, " suara mohon Ana sambil mengatup kedua tanganya dengan tangis air mata yang membasahi kedua pipinya.


" Tanpa Bibi minta pun ini adalah tanggung jawabku, karena aku mencintai keponakanmu, aku sangat mencintai dia, jika sesuatu terjadi pada Kara maka hidupkan akan hancur seperti debu, " jawab Atan sambil menatap tajam ke arah jalan yang ia lihat di mana itu paman Rani dan anak buahnya yang sudah membawa Kara.


Di sisi lain, Reno yang masih bertarung, melawan anak buah Cakandani kini ia terbantu oleh pasukan Ceka. Reno yang mencari-cari sosok Atan yang tidak ada pertempurang akhirnya Reno memutuskan untuk mencari Atan. Namun Reno melihat sosok monster Atan yang sudah berlari cepat seperti halilintar dengan kekuatan angin ke arah jalan menuju pintu utama istana rahasia kerajaan Atabuan. Secepatnya Reno memutar tubuhnya untuk mengikuti Atan karena Reno melihat dalam ingatan memorynya bahwa Atan sedang berusha menolong wanita yang ia cintai yaitu Kara yang juga merupakan wanita yang dicintai Reno.


" Bersabarlah Kara, aku datang. Tunggulah aku, di mana pun kau disembunyikan aku pasti akan menemukanmu,.... jangan takut aku sedang pergi menemuimu, " batin Atan


" Takan aku biarkan Kara dalam ancamanmu Rani, jika berani sedikit saja dia terluka maka tamatlah riawatmu, " batin Reno.


Di sisi lain Kara yang dimasukan ke ruang gelap oleh anak buah paman Rani. Di mana itu adalah markas Cakandani. Markas Cakandani memang dekat dengan gerbang kedua kerajaan Atabuan. Tapi mereka tidak tahu itu karena sebelumnya tempat itu ada di dunia lain bukan dunia Atabuan. Tapi tempat itu sudah kembali pada dunia aslinya yaitu dunia kerajaan Atabuan.


" Rani...kamu....? kenapa kamu? " suara kaget Kara saat melihat sosok Rani yang berdiri di hadapanya dengan tatapan tajam pada Kara.


" Kenapa? Apa kamu kaget? syok? " aku rasa kamu tahu masa lalu kedua orang tua kita, " ucap Rani dengan tatapan tajamnya pada Kara dari kurungan luar jeruji besi bawa tanah tersebut.


" Buka gerbangnya? Sudah lama aku nantikan momen ini, " perintah Rani pada pengawal yang berdiri di samping dan kiri yang ditugaskan untuk menjaga Kara.


Tanpa menunggu para pengawal itu pun mulai, membuka lebar pintu jeruji besi penjara itu lebar. Melihat pintu telah dibuka Rani yang mengenakan pakaian serba hitam dengan sepatu bot di kakinya mulai melangkah masuk ke dalam ruang jeruji besi itu, sambil tersenyum licik Rani mulai aksinya melampiaskan semua kekesalnya dan rasa cemburunya dengan mulai menyiksa Kara.


" Sakit....lepaskan aku Rani.... kita bisa...ahhh! " suara jeritan Kara yang lemah di bawa sana.


Kara menjerit kesakitan karena di mana itu tangan, Rani menjambak rambut Kara , dan Rani duduk di atas tubuh Kara karena sebelum menjambak rambut Kara, Rani sebelumnya melayangakan satu ayunan tangan dengan Kasar mendarat di wajah cantik Kara. Tepat di pipi kanan Kara, hal tersebut membuat Kara yang lemah jatuh tersungkur di bawah lantai. Melihat Kara yang lemah, Rani kembali duduk santai di punggung belakang Kara.


Sambil menjambak rambut Kara lagi, dengan sebuah tamparan keras mendarat di pipi lagi. dan tamparan itu berulang dilakukan Rani di bagian pipi kiri dan kanan Kara yang membuat bibir Kara mengelurkan cairan merah lagi.


" Kamu harus rasakan apa yang ibuku rasakan, saat ia berada di rumah sakit jiwa seperti sekarang ini..."


" Karena Ibumu, 'lah, yang membuat Ibuku harus menderita seperti sekarang ini, aku benci kamu Kara.... sangat membencimu. "


" Sakit Rani....ahhhhh...! Pliss aku gak tahu apa maksdudmu..., " tangis Kara di bawah sana atas siksaan yang diberikan Rani pada dirinya.


Bersambung.


Cast pemeran Atan dan Kara.


Guys aku pilih semua visual cerita ini menggunakan pemain drama The King. karena author bucinya oppa min ho. hheheeheh maaf ya. silakan nikmati saja visual tampan, cetar membahana oppa tampan actor lee min ho, impian semua wanita sejagat raya, sedalam samudra lautan๐Ÿ˜๐Ÿ˜..eaaaa๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ author bucinya oppa๐Ÿ˜.