ATABUAN

ATABUAN
TERULANG LAGI~Atabuan



Atan yang melihat tatapan Reno pada Kara, membuat Atan sangat kesal. Atan bangkit berdiri dari bangku yang tadi digunakan duduk. Mengeser ke belakang. Kembali melangkah ke tempat duduknya Yang semula dengan Kara. Saat melihat Atan di samping Kara, Membuat ekspresi wajah bahagia dari Reno berubah dengan wajah yang tidak suka.


"Tidak usah menatap segitu dalamnya. Suka ama Dia?" kesal Atan yang sudah kembali duduk di bangkunya bersampingan dengan Kara.


Sontak gadis yang ada di sebelahnya itu kaget. Kara memutar tubuhnya sedikit menghadap ke wajah Atan yang lagi memandangnya dengan wajah tidak suka. Kara tersenyum tipis. Lalu Ia membuka suaranya, "Maaf membuat bos kesal. Aku hanya kaget karena Dia ada di sekolah kita".


"Dia baru pindah hari ini, mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat sama cowok siapa pun di sekolah ini, kecuali aku dan teman- temanku".


"Apa?"


Atan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bingung sendiri dengan perkataan yang baru diucapkanya satu detik lalu. Dia kembali menjawab pertanyaan Kara yang memang masuk akal menurut Atan.


Bagaimana mungkin Dia berkata hal yang tidak seharusnya Ia katakan. "Maksud aku...ahh, sudahlah kamu itu budek atau pura-pura buta? Seenaknya saja membuat aku mengulang kata-kataku", kesal Atan yang sengaja memarahi Kara agar Kara tidak salah paham dengan peryataan Atan sebelumnya.


"Maaf bos bukanya aku tidak mendengar hanya...."


"Sudahlah jangan dibahas lagi. Ngomong sama kamu sama saja", Kara memandang Atan dengan ekspresi bingung, dan merasa sedikit aneh, tapi dalam hatinya serasa Kara ingin melompat di atas udara. Kara tersenyum pada Atan dengan senyuman tipis yang di balas oleh Atan. Dengan tatapan mendalam dan agak sedikit kesal.


Saat tatapan Atan dan Kara saling bertemu satu sama lain. Atan merasakan jantungnya berdebar sangat kencang dari biasanya. Entah mengapa tiba-tiba perasaan pandangan Atan pada Kara sangat berbeda dari biasanyan. Ia juga merasakan sinaran terang permata merah sedang bersinar saat ini.


Untungnya Atan mengenakan kalung Atabuan lambang wajah singga jadi tidak ada yang bisa melihat dengan kasat mata biasa.


Keheningan antara keduanya membuat Reno dan Rani saling kesal satu sama lain. Hingga pada akhirnya Reno sengaja memecahkan keheningan dari kedua insan yang lagi dalam tatapan penuh cinta itu.


"Hai semuanya perkenalkan kita murid baru, Aku Reno Cakandani"


Mendengar suara Reno dari depan yang masih perkenalkan nama dan kedua temanya di depan papan tulis. Kepada semua anak-anak di kelas. Di waktu yang sama pula Atan berdiri kaget dengan perasaan yang bercampur aduk. Di mana Ia menggingat semua masa lalu tentang Reno kecil. Semua kata-kata Reno, janji Reno pada Atan dan pr besar dari Reno sebelum, meninggalkan Atan yang sampai sekarang masih dalam misteri. Atan berdiri dengan ekspresi syok seakan bumi sedang berputar hanya Atan dan Reno yang ada di kelas.


Kara ikut melihat ekspresi kaget Atan yang sedang menatap tajam Ke depan. Kara mengerutkan dahinya. Entah mengapa Kara seakan merasakan apa yang di rasakan Atan. Yang membuat Kara berani menggerakan tanganyannya yang satu pelan-pelan mendekat ke telapak tangan Atan lalu, Kara menggengam tangan Atan dengan erat yang membuat Atan kaget.


Atan memutar lehernya ke samping dengan sikap masih tetap berdiri. Atan menatap Kara dengan leher miring di mana Kara juga menatap dalam Atan dengan kedua bola mata sendu.Tatapan Kara yang begitu dalam pada Atan terjadi selama beberapa detik. Saat Kara ingin melepaskan tanganya dari gengaman Atan,


"Maaf bos aku.... Tidak bermaksud lancang. Aku hanya kwatir dengan ekspresi dari bos ke Reno", Ucap Kara sambil melepaskan tanganya dari gemngaman tangan Atan. Tapi Atan malah menarik tangan Kara semakin erat, Dengan tatapan yang masih sama. Kara menatap Ke Atan yang sudah kembali menatap Reno di depan dengan berbisik pelan, " Untuk sementara tetaplah seperti ini", Bisik Atan.


:


:


:


"Halo...", suara Kanta di benda pipih yang sedang digengam dan di simpan di telingga kirinya.


"Maaf Bu, saya menggangu Ibu di waktu yang tidak tepat", Suara seseorang pria pengawal dari ponsel layar tersebut.


"Siapa kamu?"


"Saya adalah pengawal bos Ibu pada saat tadi mengkawal bos besar ke bandara. Sekarang kami dalam bahaya, pangeran Atan dan Bos besar Ceka di tangkap di gudang besar. Para penyadra bos dan pangeran berkata, jika kita ingin bos besar dan pangeran selamat. Maka kita harus membawa Ibu ke mereka", ucap pria tersebut dengan suarah yang sangat bergementar dan ketakutan.


Kanta yang mendengar ucapan tersebut. Langsung menarik tangan Viky untuk keluar dari kerumunan orang yang sedang ceeking boording tiket. Bersamaan dengan penguman pesawat yang di jadwalkan akan terbang ke luar negri. Yang salah satu penumpang dari pesawat itu adalah Kanta dan Reno.


"Kamu di mana ? cepat jemput saya di pintu utama lobi. Kami sedang menuju ke sana", Ucap Kanta sambil berjalan seperti di kejar-kejar sama orang.


"Baik bu, suara dari balik benda pipih yang ada di telingga Kanta"


"Kita mau ke mana mama? pesawatnya sudah tiba, kenapa pulang mam?" tanya Viky saat Kanta yang terus melangkah ke pintu lobi yang ada di hadapan mereka.


"Nanti mama jelaskan, sekarang ada masalah lebih penting dari ini"


Di sinilah awal tragedi yang ke dua di mulai. Di mana pengawal yang menelpon Kanta adalah Saka yang juga menyamar sebagai supir pribadi Kanta. Seorang kepercayaan Cakandani dan ketua ninja hitam.


Semua di rencanakan sesuai perintah Cakandani untuk melenyapkan Kanta dan Viky. Sama seperti yang di lakukan pelenyapan **TRAGEDI PERTAMA TUJUH TAHUN YANG LALU.


 


*BERSAMBUNG***.