
Di malam yang gelap saat Atan pertama kali mengalami perubahan pada fisiknya, awalnya Atan kaget, takut dan cemas. Namun saat,
" Tok..tok...boleh Ibu masuk? " ucap Kanta atau mama angkat Atan, dari luar pintu kamar.
Atan yang cemas mendengar ketukan pintu kamarnya, yang ternyata mamanya, Atan tidak mau bersuara karena Ia tahu suaranya akan aneh jika didengar oleh Mamanya.
Kanta yang sudah menunggu hampir lima, menit di balik pintu luar kamar Atan, tapi sayang suara Atan tidak juga bersuara. Akhirnya Kanta terpaksa membuka pintu yang tidak terkunci itu.
" Keluarlah Atan! Ibu sudah menduga hal ini akan terjadi padamu. Jagan takut mama tahu kamu mengalami perubahan fisikmu, ucap Kanta.
Atan yang mendengar perkataan Kanta, memutuskan keluar dari tirai jendela, wajah tampanya sangat berubah, semua urat-urat tubuhnya membentuk otot. Matanya yang satu merah yang satu lagi biru. Suaranya bukan suara manusia tapi suara monster.
" Bagaimana mama tahu? kalo aku mengalami perubahan? "
" Ma. Jangan mendekat Aku takut melukai mama, " Ucap Atan sambil mengangkat telapak kirinya ke hadapan Kanta, tanpa menatap kedua bola mata Kanta yang sedang menatapnya.
" Kamu tenang saja ini baru awalnya jadi inggatan dan emosi kamu masih bisa dikontrol, " jelas Kanta mendekat ke arah Atan. Lalu Ia melangkah dekati ranjang Atan pelan-pelan, Kanta menaruh bokongnya di atas kasur yang di alas sprey biru, kemudian Ia duduk di ujung ranjang itu.
"Ternyata permata itu benar ada pada dirimu, " tambah Kanta saat melihat permata merah yang bersinar di dada Atan.
" Pakailah ini. Ini adalah kalung milikmu sebelum Aku dan Ayahmu membawa kamu ke rumah ini. "
Atan yang melihat kalung berbebentuk wajah singa kecil di telapak tangan Kanta, Dia menerima tanpa bertanya walau hatinya ingin sekali bertanya. Kanta mulai menceritakan kisah Atan yang sebenarnya.
*Tujuh tahun yang lalu, kata bapak itu saat usiamu mendekati delapan belas tahun maka mulai dari itu, kamu berhak memakai kalung itu karena inilah dirimu yang sebenarnya.
Kamu adalah pilihan penerus Atabuan. Nama dari keluargamu yang sesungguhnya. Atabuan yang artinya keturunan pilihan Raja Atabuan Sebuah Keturunan yang ditugaskan untuk menjaga Kerajaan Rahasia khusus Permata, Berlian dan Emas.
Ayahmu adalah keturunan monster dan merupakan, keluarga yang dipercaya untuk menjaga permata, emas, dan berlian. Dari sebuah kerajaan Rahasia dahulu sebelum ada kehidupan.
Namun karena ketamakan Ayahmu yang ingin, menguasai seluruh Permata dan emas itu sendiri, dia rela menghancurkan semua orang di kerajaan tersebut. Hingga sang raja pemilik permata atau raja singa , menghilangkan permata itu dan permata merah itu yang sekarang ada pada dirimu Atan. Permata itu ada waktu kamu masih* dalam kandungan Ibumu, karena kamu adalah pilihan keturunan Raja Atabuan.
*Sebuah kutukan dari sang leluhur Atabuan, pada keturunan Ayahmu yaitu kamu Atan. Nama kamu Atan yang artinya Raja Atabuan dari keturunan singa.
Ayahmu yang merasa dihianati oleh Raja Singa, Ia pun memutuskan hubungan dengan Keluarga Atabuan, dan menikahi Ibumu setelah Sebulan Ia kabur dari markas Atabuan Karena ingin menguasinya semua permata itu, ayahmu rela, meninggalkan ibumu dan kamu.
*Saat Ayahmu menjadi menantu musuh dari Atabuan. Ia berubah lebih kejam dari, sebelumnya, dimatanya hanya ada kekuasaan dan harta. Yang paling penting baginya, Ia bekerja sama dengan mereka untuk menghancurkan Leluhur Atabuan.
Disaat yang bersamaan itulah entah apa, yang dipikirkanya, tapi sesuai berita yang di dengar bahwa, ayahmu yang membunuh ibumu, karena janjinya pada Istri keduanya entah apa janji itu sampai sekarang masih dalam misteri.
Saat Adik istri kedua itu memberi laporan, pada ayahmu kalo dia sudah membunuh ibumu. Disaat itu juga terjadi tragedi penyerangan dari Adik istri kedua pamanmu, karena Ayahmu yang tidak mau menerima kekalahan atas apa yang diperbuat oleh adik iparnya. Dia membalaskan dendam dengan membunuh Istri keduanya dan Ia kabur dari Rumah CAKANDANI*.
*Sampai saat ini semua orang tidak, mengetahui keberadaan ayahmu, tapi dari berita yang beredar kalo ayahmu telah meninggal, akibat kecelakaan mobil. Yang jatuh dalam jurang, karena kartu tanda pengenal milik ayahmu ditemukana di dalam kecelakaan maut itu, jadi semua orang menduga kalo mayat yang tidak dikenal dalam mobil itu adalah ayahmu.
Dari cerita yang beredar kalo Ayahmu menikahi Ibumu dengan terpaksa, entah apa alasanya yang jelas masih dalam misteri cerita sampai sekarang.
Seluruh rumah kita sudah diawasi dan dikontrol oleh Iblis itu, lewat telekomunikasinya yang canggih. dia adalah CAKANDANI, manusia yang paling ditakuti oleh semua orang*.
Atan yang mendengar nama itu terlintas di, pikiranya kejadian tragedi tujuh tahun lalu. Sedangkan Kanta masih melanjutkan ceritanya kembali. Atan masih fokus mendengarkan cerita Kanta tanpa bersuara, Ia lebih memilih diam. Walau Ia tahu kalo Ia memeliki banyak pertanyaan dari yang Kanta ceritakan tapi, Ia memilih lebih fokus dulu ke cerita mamanya.
" Mulai dari sekarang dan seterusnya kenakanlah kalung ini, di lehermu dan ingat tidak boleh ada yang tahu wujudmu karena itu akan berdampak buruk padamu. "
" Ma. Apakah Papa tahu Jati diriku ini?" tanya Atan saat Kanta hendak berdiri dari ranjang kamar Atan.
" Ayahmu tahu semua itu, tapi Ia tidak peduli siapa kamu, baginya Kamu adalah Putra pertama Ceka Rayanin. "
" Atan banyak orang di luar sana yang ingin sepertimu, tapi keberuntungan ada padamu, " Atan yang mendengar jawaban mamanya terdiam dan munundukkan kepalanya, tapi bagi Atan Ceka sama sekali tidak menyanginya.
"Jika kamu ingin mengetahui lebih jelas jati dirimu, maka bacalah buku ini, " ucap Kanta sambil memberikan buku kusam yang sangat lama dan sebuah kalung berbentuk wajah singga.
Atan langsung mengenakan kalung itu, dan buku itu di simpan di rak-rak buku yang ada di kamarnya. Perubahan normal kembali pada diri Atan seperti semula, namun pendengarnya masih sangat tajam karena itulah Atan mengetahui perselisihan antara The geng Black dan teman-temanya, dengan cepat Atan pergi, ke arah Kafe papanya, dan dugaan Atan benar kalo teman-temanya lagi diserang oleh musuh terbesarnya Dion.
*BERSAMBUNG*.
Jangan lupa like, komen dan saran. terima kasih.