
Atan yang kaget dengan menghindarkan tubuhnya secepat mungkin dari arah Reno, dan saat Ia berbalik menatap tajam Reno kedua bola matan membulat saat melihat Kara memeluk erat Reno.
Ada rasa cemburu dari Atan semakin menjadi namun, Ia belum menyadari perasaan itu. Saat jari-jemarinya mengepal kuat dan menatap Kara lagi tiba-tiba, kepalan pada kedua jari-jemarinya terlepas saat menatap Pergelangan Kara yang juga ada luka sama seperti di lehernya.
Atan bisa melihat luka di pergelangan tangan gadis itu, saat switer yang di kenakan Kara di kedua lengan itu tidak terlalu panjang seperti switer lainya. Dia hanya menutupi tangan Kara seluruhnya saat gadis itu duduk atau berdiri.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama si patung ini? perasaan tadi gue hanya, mencengkram kedua pundak dan rambutnya? kenapa semua anggota tubuh dari leher dan pergelangan tangannya ada luka cengkraman yang bukan baru terjadi", Batin Atan.
"Maafkan aku. Ayo kita pergi", jawab Reno sambil menatap tajam Atan yang memasang wajah kebingunan dengan banyak pikiran di otaknya. Reno yang masih memegang kursi di tanganya itu membuang kursi tersebut dengan kasar ke lantai.
Lalu kembali memegang sedikit kasar lengan Kara, keduanya memutar tubuh melangkah pergi untuk meninggalkan kelas tersebut.
"Satu langkah kaki lo membawa Dia ke luar dari kelas ini, maka tamatlah dagangan kedua orang tuanya", ancam Atan menatap tajam punggung Reno dengan Kara yang membelkangi dirinya, saat keduanya melangkah mendekati pintu.
"Lakukan saja semau lo, Kara sudah tidak ada hubungan sama mereka", jawab santai Reno dengan punggung membelakangi Atan dan tanganya mengengam erat telapak tangan Kara.
" Gue tidak main-main dalam ucapan gue Kara, satu langkah kaki lo ke luar dari pintu itu bersama dengan Reno maka, keluarga lo akan hidup seperti sampah di jalanan", Nada amcam Atan lagi dengan menggigit keras kedua giginya dan tatapan penuh emosi pada Kedua manusia yang membelakangi dirinya.
Reno tidak peduli dengan ancaman Atan mencoba melangkah lagi namun, gengaman Kara terlepas dari gengamanya. Kara memutar tubuhnya ke arah Atan, sedangkan Reno yang merasa tanganya dilepas oleh gadis itu memalingkan wajahnya ke samping tapi, tidak ada Kara. Ia memutar tubuhnya saat itu, dan gadis itu sedang membelakangi dirinya menghadap ke Atan.
"Kara...", Panggil lirih Reno menatap Kara dalam.
"Silakan siksa aku semaumu Tan tapi, jangan kedua orang tuaku", ucap lirih Kara dengan suara yang gementar saat berhadapan dengan Atan. Reno yang pada saat itu menatap Kara dengan dalam tiba-tiba tatapanya berubah semua, giginya mengigit kuat dari dalam sana.
Sikap Reno membuat Kara kaget sambil menutup mulutnya , dan juga Rani dengan melakukan hal yang sama, diikuti Rika, Risa, dan Sanya, serta semua anak gadis yang ada di tempat kejadian tersebut.
Fandi sudah meremas jari-jemari kuat yang diikuti keempat temanya melakukan hal yang sama. Mereka mencoba melangkah ke arah Atan namun tatapan Atan yang tajam pada Reno, sambil memberi kode jari yang mengatakan jangan ikut campur.
" Kara ikut gue..." nada suara tinggi Atan sambil melangkah mendekati Kara dan Reno dengan jarak yang sangat dekat, tapi tatapan Atan tertuju pada Kara dengan tatapan yang sangat dalam dan berbeda.
"Kara ayo kita pergi", genggaman tangan Reno pada tangan Kara sambil menatap tajam pria yang sedang menatap Kara.
"Jangan memancing GUE....!" teriak Atan.
"Apa Lo cemburu? Lo sudah punya Rani ngapain lo cemburu?" senyum miring Reno sambil terus menggengam erat tengan Kara.
"Lo...beraniinya sebut nama cewek gue saat seperti ini!" tatapan Atan sangat tajam tertuju pada gengaman Reno, melihat hal itu Atan semakin menokak keras rahang luarnya sampai terbentuk urat di rahang itu, dan tatapannya kini tertuju pada Reno begitu kejam
"Kau...." belum selesai Atan berucap saat satu tanganya yang ingin di layangkan ke wajah Reno Kara memotong perkataan Atan.
"Atan bawa gue pergi dari sini", tutur Kara sambil melepaskan gengamanya dari tangan Reno lalu menghadap Atan. Sekaligus menatap Atan dengan rasa pilu dalam hatinya. Kini kedua bola mata indah itu, bisa di lihat oleh Atan ada genangan cairan dalam kedua bola mata itu, yang masih tertahan oleh gadis di hadapanya itu.
Bersambung, Jangan lupa vote, komen, saran dan dukungan makasihh buat yang sudah mampir🙏🙏❤