ATABUAN

ATABUAN
Munculnya monster Atabuan.



Angin ****** beliung yang kencang, menerpa tubuh Atan seakan semua yang ada di sekitar Atan pun ikut menahan angin yang kencang itu. Tiba-tiba suara teriakan singa terdengar oleh semua orang yang ada di sana, baju seragam Atan kini tersobek dengan sendirinya dari tubuh Atan, tangan Atan di naikan di atas bulan yang muncul tiba-tiba di langit dengan rembulan bulan terang di atas



Semua pergelangan tangan Atan, mengeluarkan urat-urat denyut nadi yang sangat besar dengan otot tulang tangan Atan yang berbentuk. Dan di tangan Atan tersebut sudah tumbuh bulu-bulu halus yang tebal. Kuku tangan Atan mengeluarkan kuku nan panjang.


Tubuh Atan menjadi kekar, tiba-tiba semua, yang ada di sana menutup mulut mereka termasuk Kara, Rani, Sanya Ana dan warga sekitar saat melihat sosok yang sangat menyeramkan yang ada di hadapan mereka saat ini.



Sosok dengan bentuk tubuh seperti manusia monster, matanya memancarkan sinar yang terang, dengan taring gigi yang memanjang, kukunya yang panjang dan tubuh tampanya berubah dratis dengan tumbuh bulu-bulu halus dan tebal di sekitarnya. Dia adalah wujud Atan yang sebenarnya Atabuan manusia monster.


" Ini tidak mungkin, Atan...., " suara pelan Kara dengan syok berat berusaha tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


" Atan... " suara Rani sambil menutup mulutnya dengan kedua tanganya.


Ya sebenarnya Rani memang mengetahui kalo Atan adalah seorang monster, namun ia tidak pernah melihat sosok atau wujud asli monster Atan seperti apa, jadi ini adalah pertama kali baginya melihat wujud asli Atan yang membuatnya ikut kaget melebarkan kedua bola matanya akan perubahan pada tubuh Atan.


Manusia monster Atan suaranya kini kembali memenuhi area hutan belantara tersebut di mana itu tadinya merupakan tempat tinggal Kara.


" Aou.... Aou....., " suara monster Atan yang sangat nyaring memenuhi hutan belantara tersebut.


Semua pistol dari pasukan Cakandani yang baris berbaris rapi di arahkan pada tubuh monster Atan, sebenarnya mereka sudah diliputi ketakutan saat Atan menatap mereka dengan sangat tajam.


" Semuanya jalankan rencana kedua kita ke arah Atan. "


" Lakukan itu sekarang.... , " jerit Cakandani kepada para anak buahnya.


Cakandani memerintah anak buahnya untuk menjalankan rencana kedua mereka, yaitu membidik suatu tembakan pisto jetu dari anak pasukan terlatihnya. Untuk menyerang tubuh monster Atan. Di sela-sela ketegangan yang menyeliputi suasana malam itu Rani kembali bertanya ke pada pamanya.


" Paman kenapa Cakandani mau menembak Atan? " tanya Rani.


" Maafkan paman sayang, ini adalah satu-satunya cara agar kamu selamat dari bahaya Atan. "


" Apa maksud paman? " tanya Rani.


Rani yang masih berdebat dan bertanya dengan jawaban pamanya, ketegangan pun mulai di rasakan mereka kembali saat,


" Tembakan sekarang.... Tembak mulai " suara perintah dari Cakandani untuk anak buahnya dan para polisi yang sudah mengarahkan pistol ke arah Atan, di mana itu masih terjadi perdebatan antara Rani dan pamanya.


🌺🌺🌺🌺


Kelima sahabat Atan yang ada di sana sontak, cemas karena tidak hanya satu atau dua peluru yang akan menyerang Atan melainkan seribu peluru yang akan menembus tubuh Atan, melihat hal itu tanpa pikir panjang Rio langsung menyelinap ke luar dari barisan keempat temanya untuk menghampiri Atan.


" Atan.... " suara Rio yang berlari menghadang pistol yang sudah di tembakan ke arah Atan.


Deg....


Deg...


🌺🌺🌺


" Pruttt... " suara tembakan pistol.


Keempat sahabat itu sontak, berlari menghampiri Rio yang tergelatak di bawah tanah dengan darah yang mulai mengalir dari tubuh Rio yang tertembak. Saat keempat sahabat Atan yang berusaha membantu Rio, tiba-tiba mereka terkejut saat melihat aksi Atan yang mulai melukai para pengawal yang menembak Rio tadi.


Atan mencakar tubuh mereka, mulai dari perut, pipi, pungung belakang dan tangan mereka. Namun mereka tidak mungkin tidak menyerang Atan tanpa membawa perlengkapan. Sebuah senapan besar sedang membidik Atan dari kamera peluru, empat penjuru samping kiri kanan, depan dan belakang.


" Tembak... "


" Prutttt.... Prutt..., " suara tembakan lagi.


" Atan..... " jerit Kara.


Suara teriakan kencang dari Kara saat melihat sebuah tembakan dari depan sedang melayang sebuah peluru ke arah Atan.


Atan yang tadinya berusaha menahan bidikan satu tembakan peluru dari depan, dengan memutar tubuhnya menghadap belakang saat diri Atan menghadap ke belakang. Tiba-tiba satu peluru di arah ke jantung Atan dan sontak suara Kara segera menyelamatkan Atan dari tembakan tersebut.


" ATAN.... AWAS... " jerit Kara lagi dari belakang Atan yang menatap cemas pria yang dicintainya itu.


Atan yang mendengar ucapan Kara memutar tubuhnya menatap Kara dan saat Atan ingin memutar tubuhnya menatap Kara, sebuah panah di lepaskan oleh salah satu anak buah Cakandani yaitu Saka yang membidik panah dari atas pohon sejak tadi ada di sana, panah tersebut langsung berhenti di leher belakang Atan Karena kelemahan Atan saat berubah wujud adalah belakang lehernya.


" Kara..., " suara lemas Atan yang tidak bisa lagi untuk melawan, untuk sekejap tubuh Atan lemas seketika itu juga. Karena kelemahan Atan sebagai seorang monster Atabuan adalah di belakang lehernya.


Jika sesuatu yang di gunakan melukai belakang leher Atan saat dirinya berubah maka, semua kekuatan Atan akan lemah, dia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali kekuatan permata merah yang ada dalam tubuhnya itu. Namun biasanya Atan jika berubah maka permata itu akan bersinar di dadanya, tapi entah mengapa kali ini sinaran itu belum juga muncul di dada Atan.


" Paman kumohon lakukan sesuatu... " suara Rani memohon pada pamanya.


" Paman tidak bisa membantumu sayang, karena kita tidak bisa melawan Cakandani, " jawab paman Rani.


" Tenang saja keponaku tersayang, jika permata itu muncul di tubuhnya maka aku akan segera menyelamatkan dirinya dengan membuat dia tertidur nyenyak untuk selamanya, dan aku akan menjadi abadi saat masuk dalam kerajaan emas itu, " batin paman Rani.


Paman Rani tersenyum dengan ukiran licik dibibirnya, sambil menatap wajah kecemasan Rani yang sudah mulai menangis melihat tubuh Atan lemah di sana. Paman Rani memang sudah memeliki pasukan terlatihnya dari awal tujuanya bekerja sama dengan Cakandani adalah hanya satu tujuan merebut permata merah setelah Cakandani merebutnya dari Atan.


" Atan..., " ucap Kara yang mulai lemas saat melihat Atan yang terjatuh lemah di bawah sana. Kara pun ikut terjatuh menatap Atan dengan lemas air mata kembali mengalir membasahi kedua pipinya sambil menatap lurus Atan.


Di tengah - tengah Kara yang jatuh pingsan bersama Atan, di situ datang suara manusia harimau dari Reno yang sudah berubah wujud. Reno sengaja melakukan itu agar bisa membantu Atan. Sedangkan paman Reno Cakandani memberi perintah pada para polisi untuk menangkap Reno. Yah Cakandani tidak peduli lagi dengan Reno karena tujuan awalnya adalah memanfaatkan Reno saja. Dia juga yang melenyapkan kedua orang tua Reno namun dia menjebak itu semua kejahatanya pada Atan dan orang tuanya.


" Jika dari kalian yang berani melukai Atan, maka tamatlah nyawa kalian, " ucap tegas Reno dengan suara monsternya.


Semua warga yang ada di sana menjadi ketakutan saat melihat wujud Reno yang tidak kalah menyeramkan dari Atan. Termasuk Eddy yang cemas karena dialah yang menjebak Atan dalam rencana Cakandani ini. Dia menjadi semakin cemas saat melihat Reno yang berdiri di hadapanya dan menatap tajam dirinya.


" Saka tembak... " ucap tegas Cakandani memerintah Saka yang sedang membidik senapan kamera ke arah Reno.


Reno yang mendengar ucapan Pamanya kaget lalu, menghindarkan tubuhnya dari tembakan-tembakan pistol yang sudah di serang oleh pamanya pada dirinya. Reno melompat dengan keras suara harimaunya ke depan para anak buah yang menembaknya. Reno mulai pertarungan dengan mereka dan mencakar mereka semua menggunakan kuku panjangnya, dan wajah menyeramkan.


Di sisi lain Cakandani mulai mengambil tali rantai untuk mengikat tubuh Atan, tujuanya agar saat kekuatan Atan kembali maka, ia tidak bisa lagi berbuat apa-apa karena tubuhnya sudah diikat dan digembok dengan talai rantai besi. Tali-tali rantai itu mulai di putari kencang di tubuh monster Atan. Kara yang terbaring lemas menatap Atan sambil memanggil nama Atan dengan suara tangisnya. Keempat sahabat Atan ingin membantu tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka juga diborgol oleh Cakandani saat tadi mereka berempat menyelamatkan Rio yang tertembak.


Kenapa permata itu belum muncul juga? batin Cakandani yang dari tadi melihat ke tubuh Atan yang tidak ada tanda-tanda permata merah di sana.


Di sisi lain rumah mewah istana Ceka Rayanin yang tadinya merupakan rumah mewah, sekarang berubah menjadi sebuah bangunan kuno jaman dulu dan tidak berbentuk sama kaya rumah Ceka Rayanin. Saat wartawan yang melihat bangunan arsitek berbentuk sebuah tugu batu seperti pintu gerbang, ingin mengambil gambar tersebut namun kamera mereka tidak berfungsi lagi, siaran live mereka pun tidak bisa diuplod lagi.


Namun sebagian berita tentang wujud Atan yang tadi terekam oleh kamera dan sempat mereka siarkan vidio itu di media sosial, Di mana itu perubahan wujud Atan kini menjadi viral di seluruh media sosial, seperti yotube, twiter, dan siaran langsung di stasiun televisi dan lainnya. Hal itu membuat semua orang yang ada di jakarta menjadi penasaran dan beberapa perusahaan konglemerat yang mengetahui hal ini tentu saja mereka juga ingin memeiliki permata di tubuh Atan yang merupakan terbukanya kerajaan pusat emas, berlian dan permata.


Bersambung.