ATABUAN

ATABUAN
MERINDUKAN~Atabuan.



Saka berdiri di dekat tebing di mana itu tubuh Viky yang ada di tebing tersebut. Lalu Saka mulai menjalankan mobil yang tadi di tumpangi Kanta dan Viky. Semua kabel rem dan kabel dari aki mobil tersebut sudah di putuskan. Mesin mobil di jalankan dan mobil tersebut sudah melaju mendekati tebing. Tidak lama kemudian mobil itu sudah jatuh ke dalam jurang.


"Prakkk....jatuhnya mobil honda ke dalam jurang dan tidak lama mobil pun meledak".


Saka dan anak buahya kembali masuk ke mobil di mana Kanta yang sudah di ikatkanya semua anggota tubuhnya. Mulut Kanta di beri lem isolasi hitam yang besar sesuai ukuran mulut Kanta, Mata Kanta di tutupi kain hitam, kedua tangan Kanta diikat di belakang dan kedua kakinya diikat menjadi satu.


Kelima mobil tersebut melaju pergi meningalkan tebing Jurang di mana Itu Viky yang dihilangkan di dalam tebing itu dan mobil yang hangus terbakar.


" Kerja yang bagus. Masukkan dia ke dalam di mana itu tempat persembunyian Sigas. Tapi jangan sampai mereka bertemu. Pasungkan Dia juga sama seperti Pasungan Sigas", ucap Ceka saat para anggotanya yaitu Saka sudah sampai di markas mereka


"Kenapa tidak kita lenyapkan Dia sama anaknya di tebing bos? buat apa kita kurung dia? Apa untungnya bos?" tanya Saka yang bingung dengan ucapan Cakandani.


"Karena dengan ini kita bisa dapatkan permata itu. Karena gue tahu seperti apa Si Ceka".


"Bawa Dia...", perintah Caka pada anak buahnya.


Para pembawa Kanta pun membawa Kanta ke terowongan tanah tempat pengurungan dan persembunyian Sigas. Tapi mereka berbeda tempat di ruangan yang sama.


Caka memerintah mereka untuk melepaskan lem dan pembuka kain yang di tutup di kepala dan bibir Kanta. Saat bersamaan Kanta juga ikut sadar dari pingsanya.


Kanta kaget melihat dirinya yang digotong. Kanta melihat tempat yang sangat menakutkan semua fasilitas teknologi dan layar besar ada di ruangan tersebut.


"Lepasin saya...hei. Mau kalian bawa ke mana saya?"


"Diam...atau kau akan kami lenyapkan sama seperti anakmu"


"Lepasin...lepasin...teriak tak henti-hentinya Kanta saat dirinya di bawa ke suatu tempat yang sangat gelap. Yang lebih aneh tempat itu seperti tempat persembunyian ruang bawah tanah.


Karena Kanta terus meronta-ronta membuat para lelaki ninjam hitam itu kewalahan. Hingga mereka terpaksa memukul bagian belakang leher Kanta yang membuat Kanta pingsan kembali.


Setelah memasukkan Kanta ke ruang persembunyian rahasia tersebut. Mereka mulai memasung tangan, dan kaki Kanta. sedangkan mulut Kanta dilem kembali menggunakan lem isolasi hitam


"Kita sudah menangkap Nyonya Rayani, jadi saya minta ke pada kalian semua perketatkan penjagaan kalian. dan soal penculikan ini serta pelenyapan anak kecil itu, Saya minta dari kalian untuk jangan ada yang membocorkan ke media sebelum ada perintah dari saya" ucap Ceka saat Ia melakukan rapat dengan para anak buahnya itu.


:


:


:


Suasana terasa sangat berbeda di rumah Rayanin saat malam telah tiba. Atan hanya makan di meja makan besar sendiri yang di temani oleh para pelayan rumah. Tapi sayang mereka hanya berdiri tidak duduk bersama Atan. Sedangkan Ceka tidak bisa ikut makan malam bersama putranya karena Ia sibuk dengan pekerjaan di perusahaanya.


"Pak baji...", panggil Atan pada seorang kepala pelayan rumah saat Ia sudah duduk di meja makan.


"Ya deng...", Jawab Baji dari dapur sambil berlari secepat mungkin menghampiri Atan.


" Berikan semua makanan ini pada para pelayan rumah, bawakan saya buah-buahan. Saya tunggu di kamar", ucap Atan sambil melangkah menaiki anak tangga pertama.


" Tapi ...pangeran bagaimana...dengan Bos besar?"


Pak Baji dan beberapa pelayan yang berbaris memanjang di pinggir kiri-kanan meja sambil membungkukan kepala pada Atan, sebagai tanda hormat sesuai peraturan rumah yang di buat oleh Kanta.


"Ceklek....pintu kamar Atan pun terbuka saat Ia sudah beridiri di depan pintunya sambil memegang gagang pintu untuk di buka".


Atan masuk ke kamarnya dan kembali menutup pintu, lalu Ia merebahkan tubuhnya sebentar di kasurnya yang besar itu. Atan berbaring dengan memiringkan badannya berhadapan dengan pintu kaca menuju balkon yang sudah berpasan dengan langit. Lalu Atan bangun kembali dan melangkahkan kakinya mendekati balkon. Pintu kaca balkon kamar di buka, Atan melangkah sebentar dan beridiri di depan balkon kamarnya. Sambil memegang pinggiran besi yang ada di balkon Atan menatap langit yang gelap.


"Mama sama Viky apa kabar? Apa kalian bahagia?" bisik Atan sambil terus menatap langit.


Lalu Ia mengambil ponsel dari saku celananya, Atan mulai membuka whatsapnya dan melihat sudah banyak pesan masuk dari grup the whaite dan Rani. Pesan selebihnya dari para mantan pacar Atan dan fans-fans Atan yang menteror Atan dengan pesan karena tidak ada balasan dari Atan sedikit pun pada mereka.


Atan mencari nama kontak yang bertulis Mama, Atan membuka kontak tersebut ada pesan masuk dari Kanta.


Kanta: "Mama dan adikmu sudah berganti pesawat, mama akan kabari kamu sama papa jika mama sudah sampai, jaga diri kamu dan papa"


Atan:"Baiklah hati-hati di jalan, aku sangat merindukan mama dan Viky"


Jauh dari pikiran Atan bahwa pesan itu bukan datang dari Kanta melainkan itu datang dari Rani yang bekerja sama dengan Caka. Dalam melakukan tragedi kejam itu pada keluarga Rayanin.


Rani sengaja bekerja sama dengan Caka agar bisa memanfaatkan situasi melumangkan Kara. Karena salah satu dari anak buah Saka yang mendorong Viky ke dalam tebing adalah Paman Kara sendiri. Pesan itu di kirim dari Rani saat Ceka memberikan Ponsel Kanta pada Rani sebelum Ia pergi ke beskem, Ia terlebih dahulu mengabari Rani. Sesuai rencana yang sudah di susun.


:


:


Atan menarik nafas dalam-dalam lalu mematikan layar ponselnya. Ia kembali menatap langit. Saat Atan melihat langit Ia teringat Kara, tidak kebayang kalo perasan Atan pada Kara sudah mulai timbul perasaan cinta. Ada kata rindu dari hati Atan pada gadis pendiam itu.


Atan membuka kembali Layar ponselnya dan Ia mencoba menelpon Kara, tidak lama layar ponsel dimatikan kembali.


"Diakan tidak ada ponsel? ada apa sama gue?kenapa gue pikirin si arca? kayaknya gue sudah tidak waras ini?" (bicara sendiri di balkon).


"Tok..tok..", suara dari luar pintu.


"Masuk pa Baji, gak di kunci, seru Atan dari balkon".


Baji membuka pintu pelan lalu meletakan pesanan Atan di meja, potongan buah beragam di atas piring. Karena Atan memang menyukai buah yang bercampur seperti rujak: nanas, pepaya, jambu, apel, mangga, dan buah naga sesuai selera Atan.


"Maaf pageran ini buahnya", Ucap Baji, sambil menunjuk buah yang ada di meja.


"Letakan saja di situ! silakan ke luar, jangan lupa tutup kembali pintunya", jawab singkat Atan dari balkon.


Pak Baji mengikuti perintah Atan lalu Ia melangkah mendekati pintu membuka pintu dan ke luar kembali dan kembali menutup pintu sesuai perintah Atan.


 


***Bersambung***.