
Bandara soekarno memang tidak pernah sepi itu dikerenakan banyak turis yang berlibur ke Indonesia. atau pun masyarakat di Indonesia yang berpartisipasi pergi berlibur dengan keluarga. Baik dalam negri atau pun di luar negri. Atau juga ada yang mengantar anak sekolah di luar negri, mengurus bisnis dan sebagainya.
Itu pun yang di lakukan oleh keluarga Rayanin. Keluarga Ceka merupakan keluarga yang sangat terkenal. Jadi wajar jika mereka memasuki bandara banyak di kawal baik dari staf-staf bandara atau pun para body guardnya. Akhirnya tibalah ceking tiket bagi Kanta dan Viky.
Sebelum masuk Kanta dan Viky masih memeluk kedua orang tersayang mereka saling bergantian. Kanta memeluk Atan sedangkan Viky memeluk Ayahnya. Lalu Kanta berpesan pada Putra kesayangnya.
" Bunda pergi. Jagain Ayah kamu jangan sampai Bunda mendengar keluhan dari Ayah. Bunda janji setelah mengetahui penyakit apa yang Bunda derita, Bunda akan secepatnya kembali ke Indonesia", Ucap Kanta sambil melepaskan pelukannya dan kedua tanganya di menyentuh halus pipi sang putra dengan menatap kedua bola mata Atan begitu dalam.
"Mama Janji akan kembali secepatnya. Papa selalu sibuk dengan bisnisnya jadi tidak ada waktu bagi papa untuk mengurus aku", jawab atan dengan kalimat kecewa. Kanta diam sejenak dengan posisi yang masih sama pada Atan, hingga tiba baginya dan Viky pergi Kanta memberi kecupan di kening Atan.
"Jangan nakal saat bersama Ibumu di sana. Ayah dan kakak kamu pasti akan merindukamu", suara Ceka saat melepaskan pelukanya pada Viky.
Setelah berpamitan pada Atan Kanta menghadap Ceka lalu memeluk Ceka sebentar, dan Viky menangis saat melepaskan pelukanya pada Atan. Kanta dan Viky melangkah ke barisan yang cukup berjejeran panjang itu. Selesai mencek tiket Kanta dan Viky masuk ruang tunggu untuk menunggu waktu penerbangan.
Selesai mengantar Kanta, dan Viky, Atan pergi ke sekolah yang di antar oleh Ceka. Dalam perjalanan ke sekolah Ayah, dan anak itu sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing.
Pak Ceka sibuk mengutak-atik leptopnya tentang bisnis dan memperhatikan harga saham-saham. Sedangkan Atan sibuk dengan membalas chatan dari Rani, dan grup the whaite.
*Isi chatan Atan dengan Rani, dan chatan grup the whaite.
**Rani: Lo di mana?❤ ko belum datang ke sekolah?"
Atan: "Gue dalam perjalan menuju sekolah"
Rani: "Ok. Gue tunggu lo di depan gerbang🌹"
Atan: " Ngak usah, Gue sama bokap gue. Lo tunggu gue di kelas saja!" Perintah Atan*.
*Rani: "Ngak. Gue akan tunggu lo di depan, gue mau sapa bokap lo juga", Bantah Rani.
Atan: "Terserah lo saja" Atan melihat chatan dengan Rani Dia merasa sedikit risih dengan** emotce dari Rani.
"Dasar manja, risih banget gue lihat emotce dari lo", gumam Atan dalam hati*.
Atan kembali mengklik kontak grup the whaite yang sudah ramai. Di sana chatan mereka yang saling becanda baik dari Chiko ke Fandi, Rio ke Chiko atau pun Jonggky ke Willem. Dan pembahasan sepintas sikap Kara pada Atan semalam. Atan mengusap layar ponselnya ke atas untuk melihat chatan hari ini. Jarinya pun berhenti saat chatan dari Fandi 7 menit yang lalu.
"***Kerong Lo di mana? kita ada kedatangan murid istimewa buat lo🤔", Chatan datang @ dari Rio.
" Tau thu si sumbing🤨", balasan chatan dari @ Chiko pada Jonggky☠️.
" Ngomong-ngomong si bos di mana? Apa sudah di tengelamkan oleh kalian semalam di lautan?🤣🤣",@ Fandi🤘.
"Gue di ' sini , dasar kalian berlima ya. Awas saja main rahasian segala dari gue ", Kesal Atan dengan chatan dari kelima temanya.
"***Si bos lagi dalam api kebakaran, wajahnya pasti saat ini mirip seperti emotce ini🦍🤣🤣*", Chatan datang dari @ Willem**.☠️***.
Grup terus rame tentang Atan. Yang membuat Atan kembali menutup ponselnya dan keluar dari grup. Kalo tidak Dia bisa marah-marah tidak jelas di mobil.
Atan yang masih di bawa kekesalan pada kelima teman-temannya. Tanpa sadar mobil Alphard hitam pun memasuki area sekolah. Dan berhenti tepat di gerbang utama lantai satu diikuti lima mobil hitam memarkir di belakang mobil Atan.
Mereka adalah kawalan Ceka Rayanin. Semua siswa-siswa yang ada di lantai satu itu saling berbisik dan memandang satu sama lain saat pintu mobil kanan terbuka dan keluarlah seorang Atan. Yang membuat semua cewek-cewek ikut terpesona pada penampilan Atan.
Tiba-tiba datanglah Kara dan Rani, lalu di susuli oleh kelima teman Atan.
"Selamat pagi om!" sapa Rani saat bertemu dengan Ceka, menyodorkan tangan kanannya yang ingin bersalaman dengan Ceka.
"Hai nak. Kamu teman Atan?" tanya Ceka sambil membalas salaman Rani dengan menatap ke Atan.
"Aku adalah..."
"Dia adalah teman kelasku 'pa", potong Atan pada perkataan Rani. Rani yang menaikan alis sedikit ke atas saat mengangkat wajahnya ke atas melihat wajah Atan yang lagi tersenyum paksa pada papanya.
Ceka mengangukan kepala pelan sambil melihat di kelima teman Atan yang berdiri sambil tersenyun pada Ceka. Fandi, Chiko, Rio, Willem dan Jonggky bergantian menyalami Ceka yang juga di balas oleh Ceka.
Persahabatan the wahite sejak smp, jadi Ceka sudah mengenal kelima teman Atan. Saat Atan yang ingin memperkenalkan Kara pada papanya, tapi sayang Kara secepat memberi hormat pada Ceka.
Membungkukan kepala sedikit ke bawah dengan senyuman sebagi tanda hormat. Lalu kembali melangkah ke depan. Atan menatap punggung Kara begitu dalam.
Entah mengapa Atan merasakan perasaan yang sangat berbeda sejak kejadian semalam. Kadang jantungnya berdegup kencang lebih dari normalnya, dan sinaran permata merah bersinar saat Atan merasakan perasaan itu. Pada hal biasanya Sinaran permata itu akan muncul jika Atan dalam wujud aslinya.
Tapi kali ini sinaran permata itu akan muncul jika Atan merasakan detak jantung lebih dari detak biasanya. Atan kembali menggeleng-geleng kepalanya saat Ia merasakan perasaan itu. Untungnya Ia sedang mengenakan kalung permata itu jadi permata itu bersinar hanya Atan yang merasakanya. Suasana pagi itu begitu ceria namun berbeda dengan Atan yang bertanya-tanya soal perasaanya pada Kara.
***Bersambung***.