ATABUAN

ATABUAN
DIAM BUKAN TAKUT~Atabuan.



Kara yang ketakutan di luar membuat Rio sedikit kwatir. Rio terus menatap Kara, Terlihat dari semua anggota fisik gadis di hadapan Rio ini, lagi dalam ketakutan. Salah satunya adalah tangan, kaki dan tubuh Kara yang sudah kegementaran dari tadi, Rio pun berpikir untuk menenangkan Kara sebentar.


"Kar.... Lo ngak usah takut, Atan memang tukang emosi tapi Dia pasti akan mengontrol emosinya itu", hibur Rio dengan memegang bahu kiri Kara dari tangan kananya sambil menatap Kara yang lagi menunduk.


"Ya Kar. Lagian ini bukan salah lo juga ko, itu salahnya pria yang membuat masalah ini", tambah Fandi menghibur Kara.


Kara terus diam membisu tanpa berkata sepatah kata pun. Dan hanya mendengarkan setiap perkataan dari teman- teman Atan tersebut.


"We Fullo, jelas ini semua salah Kara, ngapain lo berdua belain Dia?" tegur Jonggky yang tidak terima.


"Bukan bela Pinky tapi tindakan Atan pada Kara memang salah", seru Chiko yang melotot mata pada Jonggky akan perkataanya itu.


" Tapi memang itu yang harus di terima Kara kan? berani membocorkan informasi pribadi Atan pada musuh terbesar Kita Yaitu The Black", bela Willem pada Jongky karena mereka sudah di beritahu oleh Rani.


"Tau dari mana lo berdua? perasaan kita belum cerita ke lo berdua", tanya Rio.


"Dari pacar bos Atan", jawab santai Willem.


"Maksud lo Rani, tapi Dia tahu dari mana tanya penasaran Rio".


Dalam perdebatan yang makin panjang itu Jonggky dan Willem hanya mengangkat bahu mereka yang menjelaskan mereka tidak tahu apa-apa. Sedangkan komplotan Reno hanya melihat perdebatan dari kelima teman Atan. Kara terus melihat ke arah pintu berharap kalo Atan dan lelaki yang tidak di kenalnya itu tidak bercekcok dalam klub. Rasa kwatir Kara semakin menjadi saat pintu ruangan itu belum juga muncul batang hidung baik dari Atan atau pun Pria asing itu.


Di balik dalam ruangan yang terang hanya ada satu lampu warna-warni di situ. Sedang ada bentrok dari dua mahluk yang menyeramkan. Kekuatan yang ada pada diri mereka membuat semua ruangan itu hancur. Mereka adalah Atan dengan wujud manusia stengah singga dan Reno dengan wujud manusia stengah harimau.


Percekcokan dari mereka berdua di mulai dari Atan yang kesal dengan. Ucapan Reno terkhir padanya. Emosi Atan semakin menjadi Saat Reno mengatakan hak cemohan pada almarhum Ibunya.


" Dengan lo lakukan hal itu pada Kara, jelas membuktikan diri lo, kalo kamu sama dengan wanita mawar hitam itu. Oh gue lupa lo dulu adalah anak yang tidak bisa berbicara, yang selalu diam tanpa suara. Jadi gue akan jelaskan, Siapa maksud gue. Dia adalah si wanita malam alias Ibu dari Atabuan", Ucap Reno dengan penuh tekanan pada setiap kalimat yang ke luar dari bibirnya.


"Aku juga lupa kalo perkataan lo membuktikan diri kamu sendiri adalah seorang pendendam", ucap Atan dengan senyuman menjatuhkan dari bibir ranumnya yg merah itu. Sebenrnya Atan bingung kenapa Lelaki asing di depanya ini mengetahui masa lalunya. Namun Atan mengurungkan pertanyaan yang di otaknya itu, dan kembali berkata.


"Asal kamu tahu...aku diam dari tadi bukan berarti aku takut, tapi aku hanya ingin mengontrol emosiku. Baiklah karena kau yang memulainya maka kita adukan saja kekuatan kita"


Keduanya saling bercekcok satu sama lain. Atan menutup matanya dan perubahan pun terjadi padanya. Kedua Bola Matanya hitam. Yang kanannya berubah menjadi merah, yang kiri berubah menjadi biru. Tumbuhlah bulu-bulu tebal di sekitar wajahnya. Kedua kuku pada jari-jarinya berubah menjadi panjang dan berwarna hitam tebal. Giginya yang dua di atas mengeluarkan taring, dan juga di bawah. Otot tubuhnya membentuk menjadi lebih besar. Lehernya pun mengeluarkan urat nadi yang membentuk otot. Reno kaget saat melihat sinaran terang permata merah di bidan dada Atan.


Sedangkan Reno perubahan yang sama terjadi walau yang membedakan Reno tidak ditumbuhi bulu-bulu tebal di sekitar wajah tampanya.


Akhirnya sebuah gempuran dari Atan pun dimulai. Karena memiliki kekuatan monster jadi Atan bisa terbang dan langsung mencakar bahu kiri Reno dari belakang. Reno yang membuka mulutnya seperti harimau kesakitan itu memang kesakitan di seluruh tubuh Reno. Satu lompatan pembalasan datang dari Reno pada Atan namun, segera dihindari Atan. Cengkraman tangan Atan tepat di leher Reno yang membuat Reno kesakitan.


"Ahh.....lepaskakan, beraninya kau anak bisu menyentuh tubuhku", ucapan penuh tekanan dari Reno pada Atan dengan meraung suaranya harimaunya itu.


Dikarenakan dorongan Atan yang keras pada tubuh Reno. Membuat tubuh Reno membekas di tembok dengan benturan yang keras. Sehingga tembok pun ikut retak. Kali ini Reno lemah. Melihat adegan cekcokan antara Reno dan Atan di layar lebar. Cakandani secepatnya berlari menghilang seperti Jin dengan menekan tombol teknologi cagihnya yang ada di cicin jari tegahnya itu.


Bendah yang memang sengaja di prodoksi oleh bangsa Drigen Black untuk menolong teman mereka saat lemah melawan musuh yang kuat. Cekandani yang sudah menekan alat canggih itu langsung muncul di Klub tersebut. Secepatnya Dia memakai kekuatan bayang-bayang hitam untuk mengelabui Atan dan Ia langsung membawa Reno ikut menghilang dari percekcokan sengit itu.


Saat keduanya muncul kembali di markas Ninja hitam. Reno langsung kesal lebih dulu sebab Dia tidak bisa mengalahkan Atan.


"Paman... Kenapa paman larikan aku? Aku belum kalah paman..."


"Atan bukan tandinagan yang harus kamu remehkan"


"Apa maksud paman? Aku yakin...aku bisa...."


"Reno Atan bukan tandingan kamu, karena apa? Karena Dia memiliki permata merah, selama permata merah masih menyatu di tubuh Atan dan aliran darahnya, maka kamu adalah lawan lemah bagi Atan", potong perkataan dari Cakandani saat melototkan kedua bola matanya yang berbeda warna.


"Tapi... aku ingin menghancurkanya paman?",bantah Reno.


"Tunggulah sebentar lagi, jangan gegabah dengan Atan, Dia adalah musuh incaran kita, jadi kita harus lebih dulu menyiapkan strategi sebelum menghadapinya", jelas Cakandani pada Reno.


Reno yang mendengar ucapan pamanya barusan. Langsung melampiaskan emosinya di ruang Nunja hitam.


"Ahhhhhhh.....teriak emosi Reno di udara Ruangan tertutup dalam markas Ninja hitam".


"Keluarkan kekesalan semau kamu, tapi ingat Kita harus menunggu sampe waktu tepat itu tiba".


Cakandani kembali menghadap ke layar besar itu, dengan tatapan tajam seperti ketajaman penciuman komodo pada Atan yang masih mencari-cari Reno".


.


.


Atan yang kaget dengan kehilangan Reno mencari/ cari Reno yang membuat Atan semakin kesal. dan Lupa kalo ada teman-temanya di luar.


'Jangan kabur kamu.... Sini lawan aku", tandas Atan. Lalu Atan mengeluarkan suara kekesalanya itu di ruangan tersebut.


"Wahhhhhh...... teriak suara singa dari Atan". Mendengar suara aneh dari dalam para anggota the black. Berlari mengikuti Kara yang lebih dulu berlari ke arah pintu masuk klub.


Bersambung.