ATABUAN

ATABUAN
Putus~ Atabuan.



Rani yang bersemangat menemui Atan mencoba semua pakaiaan dalam lemarinya, Rani ingin tampil memukau di mata Atan hingga akhirnya Ia memilih dres mewah berwarna merah.



Rani yang mengenakanya begitu cantik Ia terlihat sangat menawan dengan mengenakan gaun tersebut. Rani menyesuaikan gaun itu dengan mengenakan sepatu hak tinggi sesuai warna gaun tersebut



Setelah berdandan selama 35 menit Rani pun pergi menemui Atan yang sudah menunggu dirinya di restoran. Sebenarnya Atan ingin menjemput Rani namun karena Rani tidak mau merepotkan Atan jadi ia memilih menyuruh Atan menunggunya di restoran saja.


Rani yang sudah di dalam mobil Alpard hitamnya, memerintah sang supir pribadinya pergi. Sang supir pun melajukan mobil pergi saat mesin mobil yang sudah dinyalakan. Mobil pun melaju pergi meninggalkan rumah mewah Rani. Saat mobil Alpard hitam tiba di depan restoran, Rani pun ke luar dari pintu mobil dan Rani memerintah sang supir mencari parkiran di lobi. Setelah berkata pada supir Rani kembali mengambil ponselnya dari dalam tas merah kecilnya dan membuka whatsapp lalu menchat pesan pada kontak Atan.


"*Aku sudah di depan restoran. Kamu di mana?" tanya Rani pada ketikan pesan untuk Atan.


"Aku di meja lantai satu dekat pojok kanan," balasan pesan dari Atan.


"Baiklah aku akan masuk. Maaf membuat kamu menunggu❤🙏, " balasan pesan datang dari Rani*.


Rani kembali menyimpan ponselnya dalam tas merahnya lalu, Rani membanting rambutnya ke samping kiri dan melangkah pelan memasuki restoran mewah saat pintu kaca restoran itu terbuka. Rani pun mendapat sambutan hangat dari para pelayan tamu di restoran tersebut.


"Selamat datang di restoran Kimari," ucap salah satu pelayan dengan nada suara halus saat Rani yang sudah ada di dalam restoran tersebut.


Rani mencueki perkataan pelayan itu, lalu Ia melangkah dengan sangat angun saat melihat seorang pria tampan yang mengenakan kemeja putih sedang duduk di kursi pojok kiri. Rani melangkah pelan menghampiri pria tersebut yang tidak lain adalah Atan. Semua mata di restoran tersebut tertuju dan fokus pada Rani seperti melihat seorang bidadari.


Atan yang melihat meja di sebelah sangat fokus pada belakangnya Atan pun memutar tubuhnya dengan wajah bingung.


"Hai Tan! Maaf aku sedikit telat," ucap Rani saat Atan menatapnya dengan sedikit terkejut.


"Ha...! tidak apa-apa, i'ts OK, " jawab singkat Atan sambil mempersilakan Rani duduk di hadapanya.


Setelah Rani duduk di hadapanya Atan. Atan mulai memanggil pelayan restoran untuk membawakan pesanan makanan ke meja, karena tamu yang ditunggu sudah datang.


" Mba tolong bawakan semua makanan yang tadi saya pesan, tamunya sudah datang, " ucap Atan pada salah satu pelayan Restoran.


*Rani yang sedikit grogi di depan Atan berbisik dalam hati, " Rani beruntungnya kamu memiliki Atan, walau Dia kasar sama gadis lain, tapi saat bersama aku dia begitu kalem dan romantis. Pantas saja banyak gadis terpesona pada Atan, takan aku lepaskan kamu Tan pada Kara atau siapa pun."


"Dia cantik, 'sih tapi bukan tipeku. Lagian kecantikan masih si patungku yang menang, " batin Atan saat melihat Rani yang tersenyum malu-malu kucing pada Atan*.


Keduanya berada dalam pikiran mereka masing-masing dan tanpa mereka sadari mereka sedang berada dalam zona kediaman. Hingga empat pelayan datang mengagetkan Atan dan Rani dengan menata makanan di mana yang ada di depan Atan dan Rani.


" Silakan di nikmati tuan muda Atan, maaf sedikit telat mengantar pesanan makanan tuan muda, " ucap singkat salah satu pelayan cantik sambil melirik ke Rani dengan wajah tidak suka.


"Terima kasih mba, " ucap Rani sambil membalas wajah culas pada sang pelayan yang rada-rada genit sama Atan.


"Ayo kita makan! habis ini baru kita ngobrol karena sebenarnya ada hal yang ingin aku bicarakan dengamu," kata Atan.


"Nanti saja bahas kencanya, tidak baik saat makan kita ngobrol, " ucap Atan dengan malas.


Rani yang mendengar ucapan Atan terdiam dan ia pun mengikuti ucapan Atan tanpa bertanya lagi, walau sebenarnya hati Rani sedikit kesal dengan perubahan sikap Atan. Setelah menjawab ucapan Rani. Atan mulai mengambil garpu dan pisau kecil yang sudah di siapakan di piringnya, untuk mulai memotong stiik daging di hadapanya itu, hal yang sama dilakukan oleh Rani juga.


Suasana diam menghampiri Atan dan Rani keduanya fokus pada makanan dan menikmatinya. Keduanya makan tanpa bersuara hingga Atan yang membuka kembali suara saat Ia yang sudah menyelesaikan makannya. Atan meletakkann kembali garpu dan sendok di meja kemudian Ia membersihkan mulutnya dengan tissu. Lalu Atan mengambil air putih yang ada di meja dan meminumnya.


Setelah meminum air Atan meletakkan gelas kaca tinggi di meja Ia pun melihat ke arah Rani yang juga ikut menyelesaikan makananya dan melakukan hal yang sama seperti Atan lakukan, pelayan pun datang dan membersihkan meja. Setelah itu Atan baru membuka suara pada Rani.


" Ran. Aku mau berbicara sesuatu padamu," ucap Atan sambil duduk santai dan menatap Rani.


"Silakan. Aku juga ingin berbicara sesuatu padamu," jawab Rani santai sambil tersenyum.


Atan dan Rani saling memandang satu sama lain, mereka berdua berada dalam pikiran mereka masing-masing selama beberapa menit.


" Aku tahu Tan, kali ini kamu akan mempertanyakan soal hubungan kita ini akan berlanjut atau cukup disini, karena perjanjian kamu memberikan aku waktu satu bulan, dan satu bulan itu sudah datang, aku sangat mencintaimu Tan. Sangat mencintaimu. Dan aku tidak mau kehilangan dirimu," batin Rani.


"Bagiku Karalah orang yang sangat berarti dalam hidupku. Untuk itu aku harus memutuskan hubungaku denganmu karena dengan begitu Kara akan menjadi milikku seorang begitu pun sebeliknya," batin Atan.


Atan dan Rani terus memandang satu sama lain dalam suasana diam mereka, hingga akhirnya Atan kembali membuka suara pada suasana bisu itu.


"Ran. Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu, sebenarnya aku memutuskan pacaran denganmu itu karena.....?" suara Atan terhenti tiba-tiba.


Rani terus menatap Atan dengan wajah serius lalu bertanya pada Atan, "Sebenarnya apa Tan?"


"Tan. Sebenarnya apa?" tanya Rani masih dengan kalimat yang sama.


Atan terdiam sebentar dengan berusahakan dirinya untuk memutuskan hubungan dengan Rani, Akhirnya Atan pun memberenanikan diri untuk berkata sambil menatap Rani yang lagi menatap seriusnya.


"Sebenarnya aku tidak menyukaimu sama sekali, aku memutuskan pacaran dengan dirimu karena taruhan dengan teman-temanku," jelas Atan.


"Apa maksud kamu Tan?" tanya Rani dengan wajah yang berubah menjadi sendu.


"Aku sama sekali tidak menyukaimu Ran. Dan aku mau kita akhiri hubungan ini, aku minta maaf karena....," suara Atan terhenti saat satu siraman air di gelas dilemparkan oleh Rani pada wajah Atan.


"Aku tidak sangka kau bisa berucap hal yang tidak masuk akal, dasar laki-laki muka dua!" ucap Rani dengan suara bergementar lalu melangkah pergi dengan menghentakkan kakinya keras di lantai.


Atan yang bangkit berdiri mamanggil nama Rani berulang, ulang tapi sayang Rani terus melangkah dan menghiraukan suara Atan.


Atan yang berlari mengikuti Rani ke depan restoran namun Rani sudah dijemput oleh mobil pribadinya. Atan menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkanya pelan sambil kembali memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam restoran.


Bersambung.