ATABUAN

ATABUAN
ADA APA DENGANYA~ Atabuan.



Pagi hari di sekolah Atan melangkah masuk ke sekolah dengan wajah yang sangat kesal dan datar. Banyak mata memperhatikan langkah Atan dengan wajah Atan yang datar dan cuek sekali.


Atan melangkah melewati setiap koridor lantai dua hingga dengan tatapan lurus ke depan. Di depan kelas ke tiga sebelum kelas Atan terlihat kelima sahabatnya yang sedang mengoborol seperti biasanya dan tertawa lepas.


 


Di tengah-tengah ngoboralan asyik mereka berlima yang tertawa dan saling mengejek, ekspresi wajah Fandi tiba -tiba berubah, melihat wajah yang tidak asing bagi Fandi di mana itu tidak lain adalah orang yang sedang mereka bicarakan Atan.


 


Tatapan Fandi tidak lepas saat melihat Atan yang sedang melangkah ke arah mereka tapi tatapanya tidak ke arah mereka seperti biasanya namun lurus ke depan.


"Kalo si Kerong yang marah pasti wajahya kaya gorila..", canda Rio sambil terus menerus tertawa dan diikuti oleh Chiko, Willem, Jonggky.


"Bukan gorila tapi simpanse", seru balik Chiko dengan tawa yang keras sambil memegang perutnya.


"Bukanya simpanse sama dengan gorila?Muka lo kaya chicak saat lo tertawa", bantah balik Jonggky sambil tertawa terus-menerus.


"Dasar pingky, pink-pink", ledek balik Chiko. Willem dan Rio terus menerus tertawa pecah sampai kedua tangan mereka tak lepas dari pegangan perut. Kelima sahabat Atan memang selalu bercanda saat berkumpul apa lagi Jonggky, Willem, dan Chiko ketiganya akan bikin kocak perut kalo sudah masuk dalam pembahasan candaan. Bahkan Atan saja yang berwajah dingin selalu dibuat tertawa lepas sama mereka bertiga.


Namun mereka bertiga akan marah jika dalam komplotan mereka ada yang terluka karena musuh atau perempuan yang mereka cintai di sakiti. Sikap Atan yang dingin, tukang emosi, cuek sombong dan suka marah-marah itu sudah biasa bagi mereka karena, menurut mereka orang yang belum mengenal Atan akan selalu beranggapan seperti itu tapi tidak dengan mereka.


Fandi menyentuh siku Rio dengan siku tanganya sambil terus melihat Atan. Rio yang merasa sikunya di sentuh oleh Fandi melirik ke wajah Fandi yang masih menatap serius Atan yang melangkah.


 


Rio mengikuti tatapan Fadi ke arah di mana fandi menatap. Rio terdiam sambil menyentuh siku Jonggky, dan memberi kode mata, Jonggky yang melototkan matanya melihat Atan melirik sebentar ke kedua sahabatnya yang masih, tertawa pecah dengan kode mata menunjuk ke depan tepat, di mana Atan sudah melangkah mendekati mereka berlima. Kode mata dari Jonggky pun berhasil membuat kedua temanya terdiam. Saat Atan yang semakin mendekat ke arah mereka.


 


"Ada apa lagi sama tuh anak?" tanya bingung dari Fandi sambil melirik ke Rio yang masih menatap Atan.


"Gue ngak tahu, gue rasa suasana hatinya lagi buruk", jawab Rio dengan melirik ke teman-temanya.


"Kayaknya masalah percintaan sama Rani", canda Jonggky.


"Pinky ini bukan saatnya becanda, lo lihat ekspresi Atan. Masalah kali ini sangat serius tidak biasanya Atan mencueki kita", tandas kesal Rio sambil melangkah pergi mengikuti Langkahan Atan ke kelas mereka.


"Apanya yang salah? 'Kan gue cuma kasih pendapat? Kenapa Dia yang kesal?" bingung Jonggky sendiri.


"Dari pada saling berdebat pendapat mending kita susuli Kerong", tutur Willem sambil melirik ke teman-temanya dan melangkah ikut pergi menyusuli Atan dan Rio.


Ketiganya pun ikut pergi bersama Willem tanpa berkata apa-apa hanya kesunyian menemani langkah mereka ke kelas Atan, Fandi, dan Rio.


Atan melangkah cepat dan tibahlah kakinya menyentuh lantai depan pintu masuk kelas. Kedua mata dan tatapan semakin melotot dengan gigitan keras pada giginya yang, menjadikan otot-otot rahangnya menonjol keluar, dan kepalan keras pada jari -jemarinya saat melihat Kara yang lagi duduk di kelas dengan, tatapan ke luar jendela kelas yang ada di pojok.


Kara datang ke sekolah lebih pagi karena Ia tidak mau merepotkan Reno, dan mau menghindar dari ucapan Reno semalam yang membuat gadis ini bingung sendiri.


"Atan ko Lo cuek amat sama ki...ta", ucap Rio dari belakang sambil melangkah mendekati Atan. Saat Ia ikut melihat tatapan wajah Atan dengen ekspresi senyum lebar berubah, seketika saat menatap lurus ke depan ternyata yang di lihat Atan adalah Kara.


 


*Jangan lupa like, komen, dan saran. kasih bintang di cover ceritaku ini.


Terima kasih sudah mampi🙏🙏🤗😊*