A Girl Entangled In Memories

A Girl Entangled In Memories
EPS. 84. 9 bulan kemudian.



Perang, dendam, duka masalalu, telah berlalu.. Ryn yang dulu tidak mengenal siapa jati dirinya sendiri telah mengetahui fakta dan kebenaran siapa orang tua kandungnya yang sebenarnya, dan siapa Paul sebenarnya.


Paul adalah paman, sekaligus ayah yang sangat baik.. Dia tidak menikah dan tidak memiliki istri, namun dia bisa menjadi ayah yang sangat baik untuk Ryn. Ryn tidak akan pernah melupakan sosok Paul di dalam hatinya.


Ryn sudah menjalani hidupnya sendiri dengan bahagia, dia kini sedang menunggu kelahiran buah hatinya bersama Lars. Ryn dan Lars telah belajar banyak bagai mana menjadi orang tua yang baik, Lars bahkan menjadi suami yang sangat siaga dengan istri dan anak yang sedang di kandung oleh Ryn.


'' Sayang, mau sesuatu saat aku pulang nanti?'' Tanya Lars, pada Ryn yang saat ini masih rebahan di balik selimutnya.


'' Bisakah kamu di rumah saja? Aku merasa sepertinya ini sudah waktunya dia lahir.'' Ujar Ryn.


'' Sungguh??'' Tanya Lars begitu antusias.


Lars langsung membuka selimut, dan terlihatlah perut besar Ryn yang sangat bulat. Lars langsung mengusap usap penuh kelembutan pada perut Ryn.


'' Hi anak daddy.. Apakah mommy mu benar bahwa kamu sudah mau keluar??'' Tanya Lars pada perut Ryn.


Dan yang terjadi adalah tendangan yang begitu kuat dari bayi di dalam kandungan Ryn.


'' Astaga, lihat kakinya, sayang..'' Ujar Lars antusias, ketika melihat telapak kaki bayinya begitu tampak nyata di perut Ryn.


'' Sabar ya sayang.. kamu sudah tidak sabar ingin melihat dunia, ya? Daddy juga tidak sabar bertemu denganmu.'' Ujar Lars dengan berkaca kaca.


Ryn mengalami kandungan yang lemah, sehingga dia tidak boleh banyak melakukan hal berat yang bisa mempengaruhi janin. Mungkin karena Ryn masih muda, atau mungkin karena Ryn banyak melakukan olah raga berat saat hamil muda, jadi janinnya melemah.


Flashback on..


Awalnya sekitar enam bulan yang lalu, Ryn tidak menyadari bahwa dirinya hamil, karena sama sekali tidak ada tanda tanda mual atau pusing seperti yang di alami kebanyakan wanita hamil pada umumnya.


Ryn ikut dengan Lars untuk berolah raga panjat tebing, dan hari itu juga Ryn merasa dirinya aneh, karena tidak biasanya dia merasakan takut dengan medan apapun. Dia mengabaikan ketakutannya dan tetap naik ke atas bersama Lars, hingga tiba tiba saat dia sampai di pertengahan tebing, ia merasa kepalanya berputar dan akhirnya dia pun pingsan.


'' Sayang!'' Teriak Lars dengan panik mencoba menyadarkan Ryn.


'' Tuan, nyonya berdarah.'' Ujar Roco.


'' Cepat, ke rumah sakit.'' Ujar Lars dan langsung menggendong Ryn dan masuk ke mobil menuju ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan, Ryn tidak sadarkan diri. Ryn di tangani dokter dan saat itu juga Lars tahu bahwa Ryn tengah mengandung.


'' Selamat tuan Lars, anda akan menjadi seorang ayah.'' Ujar Dokter.


Lars sangat terkejut hingga tidak bisa berkata apa apa, dia senang tapi juga dia takut karena Ryn berdarah sangat banyak.


'' Namun ada kabar buruknya juga, nyonya Lars mengalami kandungan yang lemah. Kami sarankan untuk agar nyonya tetap beristirahat di kasur selama kehamilannya.'' Ujar Dokter.


Saat itu juga air mata Lars mengalir, itu yang dia takutkan, sesuatu terjadi kepada Ryn. Lars tidak mau jika sampai dirinya kehilangan istri yang sangat di cintainya itu.


'' Apakah istriku akan baik baik saja??'' Tanya Lars.


'' Kami akan memberikan obat penguat kandungan dan beberapa vitamin untuk nyonya konsumsi, tuan.  Namun peran anda sangat penting dalam hal ini..'' Ujar dokter.


'' Anda harus bisa menjaga suasana hati nyonya agar tetap bisa selalu bahagia selama kehamilan nyonya.'' Ujar dokter. dan Lars pun mengangguk.


Sejak saat itu, Ryn pun selalu berada di ranjang. Dia hanya bergerak saat dirinya hendak ke kamar mandi atau setidaknya berjalan kaki di taman, itu pun hanya sebentar.


Flasback off..


'' Aw!'' Ryn yang sedang menangis terharu itu tiba tiba merasakan sakit di perutnya, sakit yang teramat sangat.


'' Sayang, ada apa??'' Ujar Lars panik.


'' Lars, sakit.'' Ujar Ryn.


Lars langsung berlari memanggil dokter yang menjaga Ryn selama hamil'


'' Dokter, cepat kemari, istriku kesakitan.'' Teriak Lars.


'' Sayang, daddy mohon.. jangan sakiti mommy mu..'' Ujar Lars sambil menangis.


Tim dokter datang dan langsung menengani Ryn, tiba tiba dari kaki Ryn keluar cairan yang sepertinya memang sudah saatnya Ryn melahirkan. Namun dokter melihat kondisi tubuh Ryn yang tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, jadi dokter menggelengkan kepalanya.


'' Tuan, kita harus bawa nyonya ke rumah sakit, kondisi nyonya tidak mendukung untuk melahirkan secara normal.'' Ujar Dokter.


'' Lakukan apapun.. asal istriku baik baik saja.'' ujar Lars.


Akhirnya Ryn pun di bawa ke rumah sakit, kepala tim dokter menghubungi pihak rumah sakit untuk menyiapkan ruangan operasi untuk Ryn, dan saat Ryn sampai di rumah sakit, dia langsung di bawa ke ruang operasi untuk di operasi.


'' Tuan, tunggulah di luar..'' Ujar dokter.


'' Aku  ingin melihat istriku.'' Ujar Lars.


Dokter pun akhirnya membiarkan Lars masuk dan menyaksikan Ryn yang saat ini sedang menangis kesakitan.


'' Sayang.. tolong kuatlah.'' Ujar Lars menggenggam erat tangan Ryn.


'' Lars, sakit..'' Tangis Ryn.


Lars jadi ikut menangis melihat istrinya itu kesakitan, jika bisa rasa skit di pindahkan, maka dia ingin agar rasa sakit yang Ryn rasakan, di pindah padanya.


'' Sayang.. daddy mohon, jangan skiti mommymu..'' Ujar Lars.


Dokter mulai melakukan operasi, karena Ryn sudah mengalami pendarahan hebat. Sepanjang berjalan nya operasi itu, Lars tak henti hentinya berdoa kepada Tuhan nya sambil menciumi kepa Ryn. Ia juga terus menggenggam erat tangan Ryn yang terus menangis kesakitan.


Hingga akhirnya bayi di dalam kandungan Ryn berhasil keluar, tangisan nya keras seperti bayi sehat pada umumnya.


'' Sayang.. anak kita sudah lahir.'' Ujar Lars menangis haru.


Ryn juga tersenyum dan menangis haru, hingga tiba tiba Ryn melemah dan hilang kesadaran.


'' Dokter, nyonya tidak bernafas!'' Ujar suster.


DEG.. DEG.. DEG..


Lars langsung panik dan berurai air mata.


'' Lakukan CPR.'' ujar Dokter.


'' Apa yang terjadi? kenapa dengan istriku?'' Ujar Lars.


'' Tuan, tolong tenang.'' Ujar dokter.


CPR di lakukan pada Ryn, namun Ryn tidak menunjukan detak jantungnya kembali bahkan setelah beberapa menit di lakukan CPR. Lars menangis melihat Ryn yang hanya diam di atas brankar rumah sakit. Tangisan bayi dan tangisan Lars yang tertahan itu, terdengar sangat memilukan.


'' Maaf tuan, nyonya menolak kembali.'' Ujar Dokter.


'' Tidak! sayang.. kamu jangan begini, bangunlah.. bukankah kamu bilang akan membesarkan anak kita bersama sama?'' Ujar Lars dengan tersedu sedu.


'' Tidakkah kamu mendengar suara tangisan putra kita.. dia mencarimu, dia membutuhkan kamu, sayang.'' Ujar Lars dengan suara tersenggal senggal.


Dokter bahkan ikut menangis mendengarnya, bayi sekecil itu harus kehilangan sosok ibunya sejak lahir.


'' SAYANG!!! bangunlah, aku mohon... '' Ujar Lars semakin kacau hingga menciumi wajah Ryn berulang kali.


'' Aku mohon.. kasihani aku Tuhan, aku tidak meminta banyak, hanya kembalikan istriku padaku, kembalikan ibu dari anakku padanya, dia masih sangat kecil. Jika kau benci padaku, hukum saja aku, jangan mabil istriku dariku dan putra kami.'' Ujar Lars.


'' OEK.. OEK.. OEK.. '' Tangisan bayi yang tidak berdosa memenuhi ruangan itu.


'' AAARRRGGHHH!!!!'' Teriak Lars kacau.


TO BE CONTINUED...