
Ryn berjalan dengan anggun, menggandeng tangan Lodra sebagai walinya. Dia tersenyum begitu manis pada Lars yang saat ini sedang menghadap ke belakang.
" Nona, silahkan panggil tuan Lars." Ujar Lusi.
Ryn pun mengangguk, Ryn berjalan mendekati Lars lalu memeluk Lars dari belakang. Lars pun berbalik dan langsung menangis haru, ketika melihat bagaimana Ryn terlihat begitu cantik di hadapannya.
" Kamu sangat luar biasa, sayang." Ujar Lars, sambil mengusap air matanya.
" Kamu juga." Ujar Ryn.
Lodra berjalan menghampiri Lars, lalu berkata..
" Aku titipkan adiku, Ryn Gladys kepadamu Lars Hunter. Bahagiakan dia, cintai dan sayangi dia, jaga dia selalu. Apabila kelak suatu hari kau tidak lagi mencintainya, maka kembalikan dia kepadaku, tanpa ada yang kurang sedikitpun. " Ujar Lodra, dan Lars mengangguk.
" Dia adalah permata hatiku, adik kecilku, yang paling kusayangi, aku serahkan dia untuk menjadi istrimu." Ujar Lodra lagi.
" Aku pastikan aku akan menjadikan dia Ratu, di hidupku dan di hatiku." Ujar Lars.
Pendeta pun akhirnya mempersilahkan Lars untuk mengucap janji suci pernikahan.
" Silahkan, mempelai pria mengucapkan janji suci pernikahan." Ujar Pendeta.
" Ryn Gladys, sayangku. Terimakasih karena telah hadir di hidupku, menerangi gelapnya duniaku, dan memberi warna baru di hari hariku. Bersamamu aku merasakan cinta, bahagia, dan semua hal yang belum pernah aku rasakan. " Ujar Lars dengan suara parau.
"Kamu adalah satu satunya orang yang mampu menggerakan hatiku yang mati ini, menjadikannya hidup. Aku berjanji akan mendengarkanmu ketika kamu marah, memelukmu sebelum kamu merasa tidak nyaman, dan mengatakan aku mencintaimu setiap hari. "
Ujar Lars, dan Ryn menghapus air mata Lars yang mengalir sambil tersenyum.
" Ryn Gladys, sayang.. aku mengambil engkau untuk menjadi istriku, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita sesuai dengan hukum Allah kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus. " Ujar Lars lantang.
Semua orang pun ikut terharu mendengarkan bagaimana Lars mengucapkan janji sucinya dengan bersungguh sungguh dan dengan makna yang sangat dalam.
Peet bahkan ikut meneteskan air mata ketika melihat cucunya itu mengucapkan janji pernikahannya.
"Silahkan mempelai wanita." Ujar pendeta.
" Lars Hunter, Super heroku. Aku tidak bisa berkata apa apa lagi, aku sangat mencintaimu. Terimakasih sudah memilihku untuk menjadi istrimu, aku tahu tidak mudah bagimu untuk membuka hati, tapi kamu membukanya untukku. " Ujar Ryn juga dengan menahan tangis.
" Lars Hunter, aku memilih engkau untuk menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita sesuai dengan hukum Allah kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." Ujar Ryn lantang.
" Dengan ini saya sampaikan, bahwa kalian telah menjadi sepasang suami istri yang sah." Ujar pendeta.
Lars langsung memeluk dan mencium Ryn dengan penuh haru. Semua tamu bertepuk tangan bahagia sambil mengusap air mata mereka.
Hingga akhirnya acara sakral itu pun berakhir.
" Selamat adik, adik ipar.. Kalian sudah membuat kakak menangis haru." Ujar Lodra.
" Terimakasih sudah menyiapkan ini semua." Ujar Lars.
" Kami semua ingin yang terbaik untuk kalian." Ujar Lodra.
" Semoga kalian semakin kompak kedepannya, ingat dengan janji janji yang sudah kalian buat sendiri tadi." Ujar Lodra, dan Lars mengangguk.
" Cucu mantu.. selamat telah menjadi anggota keluarga Hunter. Sekarang kakek akan memanggilmu dengan sebutan cucu kakek." Ujar Peet.
Ryn tersenyum dengan manis dan menganggukan kepalannya.
" Segeralah buatkan kakek cicit yang banyak." Ujar Peet dan seketika Ryn merona.
Benar, setelah mereka menikah, tidak akan ada batasan lagi yang menghalangi mereka. Ryn mau tidak mau harus menyerahkan dirinya pada Lars.
" Kakek membuat istriku malu." Ujar Lars.
" Uuuuhh... Istri." Ujar Lodra, Roco dan Lusi kompak. Lalu ketiganya tertawa.
" Hari ini karena aku sedang bahagia, aku bebaskan kalian. Tapi besok, jangan harap." Ujar Lars.
Akhirnya semua orang pun pergi dari kediaman Peet setelah acara itu selesai. Kini Lars dan Ryn pun memasuki kamar Lars yang berada di kediaman Peet.
" Kenapa gelap begini, tadi saat keluar semuanya terang." Ujar Ryn.
" Sebentar aku nyalakan lampunya." Ujar Lars, lalu menekan saklar lampu.
Terlihatlah kamar yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin. Entah siapa yang melakukannya, kamar yang sebelumnya berantakan berubah menjadi kamar penganting dengan banyaknya kelopak bunga yang berserakan.
" Tim gerak cepat." Ujar Lars.
" Ha?? Tim apa?" Ujar Ryn tidak dengar.
" Entahlah, itu Roco dan kakakmu yang menamai mereka. Tim gerak cepat." Ujar Lars dan Ryn terkekeh.
Lars menatap dalam gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya itu. Ryn pun menyadari tatapan Lars dan bertanya.
" Kenapa??" Tanya Ryn.
" Aku masih tidak menyangka bahwa kita menikah hari ini." Ujar Lars.
" Aku mencintaimu, sayang." Ujar Lars, lalu mencium Ryn.
" Aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk.
Lars pun pergi ke kamar mandi, sementara Ryn kini merona ketika kembali melihat ranjang yang penuh dengan hiasan itu.
' Apakah aku akan melakukan itu dengan Lars malam ini?' Batin Ryn.
" Airnya sudah hangat, mandilah.. Setelah kamu, aku akan mandi." Ujar Lars, Ryn pun mengangguk.
Ryn masuk ke dalam kamar mandi, dan Lars mencari cari baju ganti untuk Ryn. Lars ingat betul koper kecil Ryn yang berisi pakaian di bawa masuk ke kamar itu, tapi tidak ada.
" Kemana kopernya." Ujar Lars.
Lars sampai keluar dari kamar dan mencarinya di kamar tamu, tapi tidak ada. Lars pun kembali ke kamarnya sendiri dan membuka lemari baju miliknya.
" Astaga.." Gumam Lars.
" Mereka benar benar tim gerak cepat. " Gumam Lars.
Pemandangan yang Lars lihat adalah.. tidak ada satupun pakaian di dalam lemari itu. Lemari sebesar itu, kosong hanya m3nyisakan pengharum pakaian saja.
" Lars, aku sudah selesai." Ujar Ryn ketika setelah beberapa saat.
" Sayang, kita tidak punya baju. " Ujar Lars.
" Ha??! Aku membawa pakaian gantiku di koper kecil." Ujar Ryn.
" Ya, dan tim gerak cepat sudah menyembunyikannya." Ujar Lars.
Ryn menepuk keningnya. Ia paun mencari ponselnya untuk menghubungi Lodra tetapi..
" Ponsel kita juga di ambil mereka." Ujar Lars.
" Astaga.. Lalu, kita bagaimana???" Ujar Ryn.
Lars menatap Ryn yang hanya menggunakan bathrobe, dan menelan ludahnya.
" Aku mandi dulu." Ujar Lars, dan langsung lari dari sana.
Ryn begitu frustasi, tidak mungkin dia tidur hanya menggunakan bathrobe.
" Kakak, Roco, Lusi, kalian bertiga.. benar benar, arrgh!" Teriak Ryn tertahan.
Setelah beberapa saat, Lars keluar. Dia juga hanya dengan bathrobe saja. Ryn sudah merebahkan dirinya dan memejamkan mata, Lars pun menyusul dan naik ke atas ranjang.
Lars tahu Ryn belum tidur, karena nafas Ryn tidak teratur. Lars yakin Ryn sedang panik saat ini, Lars pun merebahkan dirinya.
Ryn sendiri masih setia memejamkan mata, dia gugup hingga tidak bisa berpikir. Sebelumnya, ketika ia tidak mendengar suara air, dia langsung lompat ke atas ranjang dan memejamkan matanya.
Tiba tiba Lars melingkarkan tangannya di perut Ryn, dan memasukan wajahnya di ceruk leher Ryn lemudian berkata..
" Kamu takut, sayang?" Ujar Lars.
DEG!!
' Dia tahu aku bekum tidur.' Batin Ryn.
TO BE CONTINUED..