A Girl Entangled In Memories

A Girl Entangled In Memories
EPS. 76. David Tewas.



Ryn sampai di tempat yang sepertinya adalah sebuah markas, dan dengan gerakan lincah, Ryn menembaki kelompok lawan.


Ryn bisa membedakan itu lawan karena pakaian kelompok Lars selalu berseragam.


Anak buah Lars sampai terkejut melihat bagaimana Ryn dengan lincahnya menembaki lawan, dan bahkan Ryn menyerang dari jarak dekat.


Dan saat itu juga Stone sampai di sana, Stone melihat seorang gadis cantik yang dengan berani menembaki kelompok David.


" Siapa dia? Kenapa dia membantu kelompok kami." Gumam Stone.


" Aaarggh!!" Ryn membabi buta menghajar musuh yang datang menyerangnya.


Tak satupun dari mereka berhasil memukul Ryn. Ryn lalu menatap kesana kemari untuk mencari keberadaan Lars.


" Siapa kau?" Ujar Stone sembari menodongkan senjata apinya pada Ryn.


Stone terpana dengan tatapan tajam tanpa ampun Ryn, wajah cantik dengan tatapan dingin Ryn membuat Stone terpaku.


" Dimana Lars?" Ujar Ryn.


" Aku tanya siapa kau?!" Ujar Stone.


" Ryn.." Ujar Ryn, dan Stone terkejut.


" Ryn? Maksudmu kau nona Ryn, kekasih tuan?" Tanya Stone.


" Hm, dimana dia?" Tanya Ryn.


" Sejujurnya saya juga sedang mencari mereka." Ujar Stone.


" Ayo kita cari sama sama." Ujar Ryn, dan tanpa sadar Stone mengangguk.


' Eh, kenapa aku mengiyakannya.' Batin Stone heran.


Mereka pun mencari cari keberadaan Lars dan Roco yang sama sama hilang, sambil mencari, mereka sambil menghabisi lawan.


" Itu tuan." Ujar Stone.


Terlihat David sedang menyandra Roco dengan menempelkan belati di leher Roco, sementara di depan David adalah Lars yang sedang menodongkan senjata apinya pada David.


" Tuan, jangan dengarkan dia, pergi saja.." Ujar Roco.


Terlihat Roco sudah bersimbah darah karena luka tembak, begitu juga dengan David yang sepertinya sudah terlibat perkelahian dengan Lars.


" Mari kita lihat tuan Black, siapa yang lebih cepat, peluru dari senjata apimu atau belatiku di leher asistenmu." Ujar David


" Tuan, pergilah.. saya bisa mati dengan bangga karena bisa melindungi tuan." Ujar Roco.


" Diam!!" Bentak David.


Terlihat bahkan leher Roco sudah mulai mengalir darah. Ryn yang melihat itu tentu tidak bisa tinggal diam. Dengan gerakan cepat, ia melesat meninggalkan Stone tanpa Stone sadari.


" Tembak dirimu sendiri, sekarang juga dan aku akan melepaskan asistenmu, juga kekasihmu.'' Ujar David menyinggung nama Ryn.


'' Sampai matipun aku tidak akan pernah membiarkan tangan kotormu menyentuh seujung rambutnya.'' Ujar Lars dan semakin mantap mengarahkan senjata apinya pada David.


'' Oh, berarti kau memilih untuk tidak peduli dengan nasib asistenmu sendiri? Baik..'' Ujar David.


Sejujurnya Lars juga tidak akan setega itu membiarkan Roco terbunuh, bagaimanapun Roco adalah asisten yang loyal dan telah ikut dengannya sangat lama, tetapi saat ini posisinya sangat tidak menguntungkan.


Stone mengarahkan senjatanya hendak menembak David, tetapi tiba tiba dari arah belakang Lars muncul pria yang merupakan anak buah David menodongkan senjata apinya ke kepala Lars. David pun terkekeh ketika merasa dirinya sudah menang.


' Sial, kenapa jadi begini sulit.' Batin Stone.


Stone melihat ke sebelahnya untuk meminta bantuan pada Ryn tetapi dia tidak melihat keberadaan Ryn di sana.


' Kemana nona Ryn pergi? Dia sungguhan nona Ryn atau berpura pura menjadi nona Ryn.' Batin Stone semakin emosi.


'' Hahahaha... Kau kalah tuan Black, kau dan anak buahmu sama sama sudah tidak bisa bergerak.'' Ujar David.


Kemudian muncul lagi beberapa anak buah David dan langsung menggantikan David  menyandra Roco. David sendiri kini berjalan mendekati Lars yang kini hanya bisa diam.


'' Plak! Plak! Plak!'' Tamparan yang begitu kuat mengenai pipi Lars.


'' Beraninya kau memukul dia!!'' Teriak Roco.


'' Diam!!'' Ujar anak buah David.


'' Aku selalu penasaran dengan sosok wajah di balik topeng ini, tuan Black dari black fire. Karena ini hari terakhirmu, jadi mari kita lihat siapa sebenarnya dirimu ini.'' Ujar David.


Lars melihat kehadiran Stone di sana, dia merasa lega karena dia yakin Stone mampu mengendalikan situsai genting sekalipun. Lars dan Ston bahkan sudah saling berkontak mata dan memberi kode untuk bergerak bersama sama.


Lars menatap David dengan tatapan tajamnya, tetapi alangkah terkejutnya Lars ketika ia melihat sosok yang sedang bergekayut di atas pohon, Ryn.. dia sedang menatap Lars sambil tersenyum saat ini.


' Ryn.. dia di sini.' Batin Lars.


Lars menjadi oanik dan khawatir jika sampai Ryn ketahuan oleh David atau anak buahnya, karena di sana Ryn lah yang sebenarnya sedang di cari oleh David. Lars menggeleng pelan, tetapi Ryn berkedip sambil tersenyum.


'' Mari kita buka topengnya, siapa tuan Black yang sangat di takuti semua orang ini.'' Ujar David.


David pun mengulurkan tangan nya hendak membuka topeng Lars, namun gerakannya terhenti ketika tiba tiba sebuah belati menghunus tepat di punggungnya.


'' ARGH!!'' Teriak David.


Anak buah David langsung panik dan dengan gerakan cepat, Ryn menembaki anak buah David, di bantu oleh Stone yang langsung bisa mengendalikan keadaan walau sebenarnya dia juga terkejut.


Dan kini Lars yang kembali menodongkan senjatanya ke kepala David. Ryn turun dari atas pohon dan berjalan menghampiri David yang saat ini terduduk kesakitan sekaligus tidak bisa bergerak karena kepalanya di todong senjata oleh Lars.


'' Aku dengar kau mencariku?'' Ujar Ryn berjongkok di hadapan David.


David terkejut ketika dia melihat wajah yang sangat mirip dengan orang yang di kenalnya di masalalu, wajah yang mirip dengan Wira juga mirip Vitalia di saat yang bersamaan.


'' Kau..'' Ujar David sambil menahan sakit.


'' Kau terkejut? Tidak menyangka bahwa kita bertemu di posisi yang terbalik, bukan?'' Ujar Ryn dengan senyum smirknya.


Ryn bangun dna berjalan memutari tubuh David, lalu mencabut belati yang menusuk di punggung David dengan paksa.


'' Arghh!!!'' Teriak David kesakitan.


Ryn kembali berjalan memutari David dan kini dia kemnbali berjongkok di hadapan David.


" Sakit?" Tanya Ryn.


Wajah Ryn memang terlihat biasa saja, tetapi justru mengerikan bagi David. Karena wajah yang tenang itu, menyimpan segala emosi di dalamnya, seperti wajah Wira.


" Tapi tidak sesakit ketika sebuah timah panas menembus jantungmu, bagaimana dengan ini?" Ujar Ryn lalu menusukan belatinya ke perut David.


" UGH!!" David kesakitan.


" Rupanya kau memang benar benar mirip dengan ayahmu, pandai menyembunyikan ekspresi wajah." Ujar David.


Ryn tersenyum mendengarnya, bukan hanya David yang berkata demikian, Sam pun mengatakan hal yang sama.


" Karena aku putrinya." Ujar Ryn enteng.


David hendak menyerang Ryn, tetapi dengan sigap Ryn mencekik leher David dan membantingnya ke tanah hingga David kesulitan bernafas.


Stone sampai terkejut melihatnya, tubuh kecil Ryn bisa mengeluarkan tenaga sebesar itu.


" Sadar diri itu perlu." Ujar Ryn dengan nada dingin dan datar lalu mencabut belati di perut David dengan paksa.


" AARRGH!! " Teriak David.


" Kau mau membunuhku? Anak buahku di luar negeri sangat banyak, mereka akan mencariku, mereka akan membalaskan dendamku." Ujar David.


" Sayangnya anak buahmu sudah habis." Ujar Lars.


" Tidak mungkin." Ujar David.


" Jika tidak percaya pun tidak apa apa." Ujar Lars.


David menjadi pias, niatnya datang ke tanah air untuk menangkap Ryn, tapi malah kini dirinya yang di tangkap oleh Ryn. Ditambah lagi, dia juga kehilangan putra kesayangannya.


" Tidak mungkin." Ujar David lagi.


" Kini giliranmu.. " Ujar Ryn dan menembak David di kakinya.


David kesakitan dan berteriak, tapi tak sampai di situ, Ryn menambaki juga kedua tangan David.


" Itu hukuman untuk tangan yang sudah membunuh orang tuaku." Ujar Ryn.


David sudah kejang kejang karena kehilangan banyak darah.


" Dan ini untuk kematian orang tuaku." Ujar Ryn, lalu menembak tepat jantung David dengan beberapa kali tembakan.


" DOR! DOR! DOR! " David pun tewas seketika.


TO BE CONTINUED.