
" Kricik - Kricik ." Suara air yang bergemericik dari sebuah keran wastafel.
Tampak Ryn, sedang mencuci tangannya yang begitu merah karena darah. Bahkan di wajah Ryn pun terdapan noda cipratan darah Sam.
" Sayang, aku tidak tahu bahwa kamu memiliki sisi sadis seperti itu." Ujar Lars yang muncul dan membantu Ryn mencuci tangan.
" Terkadang untuk berhadapan dengan seorang psik*pat, kita juga harus menjadi psik*pat yang lebih sadis dari pada psik*pat itu sendiri." Ujar Ryn.
" Aku kagum, kamu bisa mengendalikan emosimu, aku tahu kamu pasti bukan orang yang setega itu." Ujar Lars.
Lars mengambil sapu tangan yang berada di sakunya, lalu mengeringkan tangan Ryn dengan sapu tangan itu dengan penuh perhatian.
Memang benar Ryn bukanlah orang yang kejam, Paul bahkan tidak pernah memperkenalkan sedikitpun tentang kekerasan pada Ryn. Ryn menjadi kejam mengikuti naluri, apalagi dia sejak kecil sudah di latih bela diri oleh Paul, mengalahkan seorang preman bukan hal yang sulit bagi Ryn.
" Apakah sakit??" Tanya Lars, ketika melihat luka sayatan kecil di salah satu jari Ryn.
" Tidak sama sekali." Ujar Ryn.
Lars kemudian mengelap noda darah di wajah Ryn, kemudian mengecup singkat bibir Ryn.
" Kekasihku sangat pemberani." Ujar Lars, lalu memeluk Ryn.
Bangga, tentu saja Lars bangga dengan Ryn yang tangguh seperti itu. Kebanyakan gadis, akan berteriak dan berlindung pada prianya ketika melihat kejahatan, tetapi tidak dengan Ryn.
" Kamu pernah dengar tentang Scaphism? " Tanya Ryn.
" Scaphism? Apakah hukuman mati pada jaman dahulu? " Tanya Lars, dan Ryn mengangguk.
" Kamu mau menghukum Sam dengan hukum itu? " Tanya Lars.
" Ya, aku ingin dia menderita parah sebelum ajal menjemputnya. Dia sudah tidak berguna lagi hidup." Ujar Ryn.
" Kalau begitu aku akan menyiapkannya." Ujar Lars.
Bagai sepasang kekasih psik*pat, keduanya sangat kompak. Bagi Lars, hal seperti itu sudah terbiasa terjadi di dalam dunia mafia.
" Terimakasih, Lars.. Kamu sudah begitu banyak membantuku." Ujar Ryn, sembari melerai pelukannya dari tubuh Lars.
" Aku lelakimu, harap ingat itu, sayang." Ujar Lars, keduanya pun berciuman.
Mereka berdua bukan orang yang mahir berciuman, itu sama sma pengalaman pertama mereka berpacaran.Tetapi mereka mengikuti naluri, meski masih sedikit kesulitan mengatur nafas.
Waktu berlalu..
Anak buah Lars sedang menyiapkan sebuah lubang di pohon, pohon yang di pilih adalah pohon yang tua dan besar. Pohon itu yang nantinya akan di gunakan Ryn untuk menghukum Sam.
Terlihat anak buah Lars mengoleskan madu di seluruh sisi pohon itu, tujuannya adalah untuk mengundang serangga datang. Kalian bisa bayangkan apa yang akan terjadi kepada Sam nanti.
" Tolong bawa pria itu kemari." Ujar Ryn.
" Baik nona." Ujar anak buah Lars.
Dua anak buah Lars mengangkat tubuh Sam dengan tanpa perasaan. Bahkan paha Sam yang masih berdarah itu terseret seret di tanah.
" Arrg!! Kakiku sakit, lepaskan aku." Ujar Sam.
" Diam!! Kau sudah tidak punya kaki. Oh, kau mau lihat potongan kakimu? Lihat kesana, itu kakimu sedang di makan burung." Ujar anak buah Lars.
Sam melihat ke arah yang di maksud oleh anak buah Lars, dan benar saja.. sepasang kaki terlihat di gantung bagai jemuran kaos kaki, bahkan sudah nyaris tak berbentuk kaki karena dagingnya sudah hampir habis. Sam melihatnya dengan tatapan miris.
" Itulah ganjaran untuk orang yang berani mengusik nona Ryn." Ujar anak buah Lars.
Sam sampai di hadapan Ryn, Lars juga sudah berada di sana, berdiri di sisi Ryn. Sma di dudukan di depan pohon yang sudah di lubangi anak buah Lars sebelumnya.
" Lars Hunter.." Gumam Sam terkejut melihat Lars, namun Lars hanya diam dengan tatapan datarnya.
" Ikat dia." Ujar Lars.
" Baik, tuan." Ujar anak buah Lars.
' Aku yakin mereka adalah kelompok Black Fire.. Tetapi mengapa ada Lars Hunter di sini? Apakah dia adalah pimpinan mereka?' Batin Sam.
" Sudahi rasa penasaranmu, kau sudah tidak akan bertahan lama hidup." Ujar anak buah Lars.
" Minum ini!" Ujar anak buah Lars yang lain.
Sam mengira itu racun, jadi dia menutup mulutnya rapat rapat.
" Minum, cepat!!" Bentak anak buah Lars.
Namun Sam kukuh tidak mau sedikitpun membuka mulutnya, hingga akhirnya anak buah Lars menendang kakinya yang buntung itu dan Sam pun berteriak.
" AAARGH!!!" Teriak Sam.
Karena Sam berteriak, mulutnya terbuka.. anak buah Lars langsung mencekoki Sam dengan cairan yang ada di mangkuk.
" Jangan khawatir, itu bukan racun." Ujar Ryn namun sambil tersenyum smirk.
' Madu.. Kenapa dia memberiku madu.' Batin Sam.
Ya, yang Sam minum barusan adalah madu, madu murni tanpa campuran apapun. Setelah itu, datang lagi anak buah Lars yang membawakan se ember susu.
" Minum susu ini! Siapa tahu kakimu tumbuh, hahahaha" Tawa anak buah Lars.
Sam di paksa meminun susu itu, hingga tumpah kemana mana. Tubuh Sam bahkan sudah putih dengan susu dan lengket karena madu, hingga terdengar bunyi..
" Ggrrruukk!!!" Suara dari perut Sam.
" Sudah bereaksi, kalian boleh pergi, terimakasih bantuannya." Ujar Ryn.
" Baik nona, itu tugas kami." Ujar anak buah Lars, dan mereka langsung pergi satu persatu dari sana.
' Dia membuatku diare, lalu mengkikatku di sini, apa dia ingin aku mati karena kotoranku?' Batin Sam panik.
" PRET!!" Sam mulai mengeluarkan gas dengan bau tak sedap.
" Serangga akan membunuhmu dengan cara yang paling menyakitkan." Ujar Ryn pada Sam.
" Sialan, dia buang air besar." Ujar anak buah Sam.
" Biarkan dia, dan tinggalkan dia di sini." Ujar Ryn.
Semua orang sebenarnya tidak tahu jenis hukuman apa yang sednag Ryn gunakan ini. Mereka mengikuti saja apa yang Ryn perintahkan.
Semua orang pergi dari sana, meninggalkan Sam sendirian dengan diare nya yang tak tertahan. Dia buang hajat di celananya dan tidak bisa berbuat apapun.
" Lepaskan aku!! Tolong, siapapun tolong saya, saya sakit perut." Ujar Sam menderita.
Terik matahari membuatnya semakin tersiksa, apalagi semut semut sudah mulai berdatangan karena rasa manis dari madu dan susu yang sebelumnya Sam minum dan di oleskan ke pohon.
" Pergi! Pergi semut s*alan, pergi!"Teriak Sam panik karena semut semut itu mengerubungi kakinya.
" Aargh!!" Teriak Sam tak tertahan ketika salah satu semut masuk kedalam telinganya.
Berteriak sekencang apapun, tidak akan ada yang mendengar jeritan Sam, tidak akan ada seorangpun yang lewat ke tempat itu.
" AAAAAAARRRRGGGGGGHHHH!!!!" Teriak Sam terdengar sangat memilukan, bahkan jika kalian percaya, Sam menangis.
Bau tak sedap dari kotorannya sendiri, dan gigitan gigitan serangga yang mengerubunginya membuatnya terisak pilu.
Ryn dan Lars masih bisa mendengar jeritan itu, anak buah Lars pun demikian, ada anak buah Lars yang melihat betapa menderitanya Sam di sana, dia sampai bergidik melihatnya.
' Satu pembunuh kalian sudah Ryn hukum, mama, papa, papa Paul, kalian bisa beristirahat dengan tenang, Ryn akan menangkap sisanya.' Batin Ryn sembari menatap Sam dari kejauhan.
TO BE CONTINUED..