
Waktu berlalu..
Lars kembali ke kediamannya, dan langsung mencari keberadaan Ryn yang sejak pagi tidak menghubunginya.
Ibarat kata sedang bucin bucinnya Lars dengan Ryn, sehingga beberapa menit tidak bertemu saja sudah seperti setahun.
" Di mana nona?" Tanya Lars pada pelayan.
" Nona masih berada di ruang Gym tuan muda, sejak tuan muda pergi, nona berada di sana." Ujar pelayan. Lars mengangguk lalu pergi keruang gym.
Lars tidak melihat keberadaan Ryn, seketika dia menjadi panik. Ia berjalan kesana kemari, tetapi tidak mendapati keberadaan Ryn.
" Sayang, kamu di mana?" Teriak Lars.
Lars hampir menghubungi Roco, sampai tiba tiba dia melihat rambut yang menjuntai di lantai. Lars langsung berlari menghampiri dengan panik.
" Sayang.." Ujar Lars tetapi rupanya Ryn tertidur.
" Astaga, dia malah tidur di sini. Dia pasti kelelahan." Gumam Lars.
Lars hendak menggendong Ryn, tetapi tiba tiba Ryn bangun dan hampir mencekik leher Lars.
" Sayang ini aku." Ujar Lars, dan Ryn terkejut.
" Astaga, kamu.. maaf, aku pikir kamu orang jahat. Maaf, apakah sakit?" Tanya Ryn dengan nada khawatir dan panik.
" Tidak sama sekali." Ujar Lars, lalu memeluk Ryn.
" Hey, tubuhku berkeringat.." Ujar Ryn.
" Tidak masalah.. " Gumam Lars. Lars suka wangi tubuh Ryn, bahkan tanpa parfum pun tubuh Ryn menguarkan bau yang sedap. Ryn memiliki wangi yang khas di tubuhnya.
" Kenapa kamu se waspada itu, sayang? Apakah kamu takut dengan sesuatu?" Tanya Lars.
" Aku..." Gumam Ryn menggantung. Ryn bingung, apakahbdia akan menceritakannya atau tidak pada Lars.
Lars melerai pelukannya dari Ryn lalu menatap manik mata Ryn yang hitam itu.
" Kamu kenapa? Ceritalah denganku, aku kekasihmu.." Ujar Lars.
Benar, tidak seharusnya Ryn menyembunyikan sesuatu dari Lars, Lars adalah kekasihnya sekarang.
Lars dengan sabar mencangkup kedua pipi Ryn, lalu mengecup bibir Ryn singkat, kemudian menempelkan keningnya dengan kening Ryn.
" Kamu tidak mau cerita?" Ujar Lars.
" Dengar sayang, di dunia ini.. Tidak ada hal yang sulit aku dapatkan. Jika kamu membutuhkan bantuanku untuk mendapatkan sesuatu, katakan saja.. " Ujar Lars.
" Aku hanya ingin membalas dendam." Ujar Ryn. Lars seketika tahu kemana arah pembicaraan Ryn.
" Aku ingin membuat orang yang membunuh papa Paul dan kedua orang tua kandungku meninggal juga merasakan hal yang sama, mati." Ujar Ryn dengan tatapan dingin.
' Dia sangat mendendam dan berapi api sekarang.' Batin Lars.
" Aku akan membantumu.." Ujar Lars.
Ryn terkejut, Lars akan membantunya? Tapi jika Lars terlibat, maka Lars akan terseret hukum nantinya. Rys seketika menggelengkan kepalanya.
" Jangan, kamu jangan terlibat.." Ujar Ryn.
" Seperti yang aku katakan sayang, di dunia ini.. tidak ada yang sulit aku dapatkan." Ujar Lars.
" Oh, dan ada seseorang yang ingin menemuimu." Ujar Lars, seketika Ryn mengernyit bingung.
" Seseorang yang ingin menemuiku? Siapa?" Tanya Ryn.
" Dia bernama Kriss, salah satu anggota mafia papamu dulu. Dia adalah orang yang juga menyaksikan kejadian berdarah itu." Ujar Lars, dan Ryn kembali terkejut.
" Kamu tahu bahwa orang tua kandungku.."
" Ya, sayang.. " Ujar Lars memotong ucapan Ryn.
" Aku ikut menyelidiki kasus yang kamu alami, hingga akhirnya aku tahu siapa papamu itu. Papamu adalah pahlawan yang menyelamatkan nyawaku." Ujar Lars.
'' Bagaimana bisa? '' Ujar Ryn bingung.
" Ceritanya panjang, akan aku ceritakan nanti. Tapi sepertinya kita memang di takdirkan berjodoh." Ujar Lars dengan senyum manisnya.
"Sekarang dengarkan aku, aku kekasihmu.. bergantunglah padaku, gunakan aku, kamu berhak atas diriku." Ujar Lars bersungguh sungguh.
" Tidak akan.. Berlindunglah dan bergantunglah padaku, percaya padaku, hum?" Ujar Lars.
Ryn menatap manik hijau Lars yang saat ini menatapnya sangat dalam, kemudian mengangguk. Lars tersenyum ketika akhirnya Ryn menganggukan kepalanya.
" Terimakasih, sayang." Ujar Lars dan memeluk Ryn.
" Aku yang berterimakasih kepadamu, kamu sangat baik padaku." Ujar Ryn.
" Tidak, aku yang berterimakasih.. Kamu bagai dewi, malaikat, cahaya, dan keindahan yang hadir di hidupku." Ujar Lars dan memeluk erat dan semakin erat tubuh Ryn.
" Sekarang, ayo bersihkan dirimu, lalu kita makan siang." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk.
Keduanya bangun, lalu pergi dari ruang gym. Ketika mereka masuk ke dalam kediaman, para pelayan sudah menyiapkan makan siang untuk Lars dan Ryn.
" Tuan muda, makan siang sudah siap." Ujar pelayan.
" Hm, sajikan sekitar lima belas menit lagi." Ujar Lars.
" Baik, tuan muda." Ujar sang pelayan.
Ryn pun masuk le dalam kamarnya dan langsung membersihkan diri. Sementara menunggu Ryn mandi, Lars kembali berkutat dengan laptopnya, dia adalah orang yang super sibuk sebelumnya, tetapi kini sesibuk apapun dirinya, dia akan tetap pupang karena ada Ryn yang menunggunya di rumah.
Ryn selesai, dan langsung kembali menemui Lars di meja makan. Lars tersenyumketika melihat Ryn sudah duduk, ia pun memberi kode tangan pada pelayan untuk menyajikan makan siang.
" Tentang pria bernama Kriss itu, apakah aku boleh menemuinya nanti malam?" Tanya Ryn pada Lars.
" Kamu ingin menemuinya?" Tanya Lars dan Ryn mengangguk.
" Dia pasti tahu dimana para anggotanya yang lain, termasuk Sam." Ujar Ryn.
" Membicarakan Sam, aku memiliki kejutan untukmu. Setelah makan siang, ikutlah denganku." Ujar Lars menggenggam tangan Ryn.
" Ok." Ujar Ryn.
Sesungguhnya Ryn begitu penasaran dengan identitas Lars, Lars tidak terlihat seperti pria biasa. Entahlah, Ryn merasa seperti ada sesuatu yang besar di balik siapa Lars yang dirinya kenal.
Meskipun begitu Ryn tidak mau curiga dengan Lars, satu yang dia tahu.. Lars kekasihnya. Siapapun Lars, dia akan menerimanya.
Hingga akhirnya makan siang itu selesai, dan Lars mengajak Ryn untuk pergi ikut dengan nya.
" Lars, apalah aku boleh berkendara keluar?" Tanya Ryn.
" Hm? Berkendara keluar bagaimana, sayang?" Ujar Lars.
" Itu.. Aku sejak dulu adalah anak rumahan. Papa dan kak Lodra selalu melarangku melakukan ini dan itu tanpa pengawasan, jadi aku tidak pernah berada di tempat ramai dan bahkan berkendara sendiri." Ujar Ryn.
" Aku bisa mengemudi mobil, papa yang mengajariku, tapi aku tidak pernah keluar dsri pekarangan rumah." Ujar Ryn.
Lars yang mendengarnya menjadi sangat kasihan dengan kekasihnya itu, dia tahu Ryn anak rumahan, tapi dia tidak terbayang bagaimana membosankannya hidup selama bertahun tahun hanya berada di rumah.
" Aku ingin menjadi orang normal, seperti orang orang lainnya." Ujar Ryn lagi.
" Boleh, sayang.." Ujar Lars, dan seketika Ryn tersenyum.
" Sungguh??" Ujar Ryn, dan lars mengangguk.
" Katakan kepadaku apa yang kamu inginkan, aku akan mewujudkannya. Jika kamu ingin merasakan berkendara sendiri di jalan raya, maka aku akan menemanimu." Ujar Lars.
Ryn berbinar, dia senang mendengarnya. Akhirnya ada hari dimana dia bisa menjadi dirinya sendiri.
" Terimakasih." Ujar Ryn dan langsung memeluk Lars.
Lars terkekeh karena Ryn terlihat begitu bahagia. Meski sejujurnya Lars juga tidak akan membiarkan Ryn sendirian, dia tetap akan menempatkan pengawalan ketat pada Ryn dari jarak jauh, agar Ryn bisa santai menjadi dirinya.
' Bahkan dengan hal kecil seperti ini saja dia sudah bahagia, kekasihku memang gadis yang langka.' Batin Lars.
Hingga akhirnya keduanya sampai di sebuah pekarangan yang di penuhi pepohonan di kanan dan kirinya. Ryn yang melihat itu pun menjadi bingung.
" Kita kemana?" Tanya Ryn.
" Nanti kamu akan tahu, ayo." Ujar Lars, dan membuka pintu mobil.
Terlihat geli kopter yang sudah siap terbang tak jauh dari sana, Lars mwnggandeng tangan Ryn dan berjalan menuju helikopter itu.
' Black Fire.. Apakah itu nama sebuah kelompok?' Batin Ryn ketika membaca nama helikopter yang berada di ekor helikopter itu.
TO BE CONTINUED..