
Semua orang masih berada di arena tanding, Ryn sudah duduk di sebelah Lars dan saat ini Lars sedang mengelap keringat yang mengalir di kening Ryn.
" Kamu sudah membuatku nyaris mati berdiri." Ujar Lars.
" Kenapa? Kamu tidak percaya dengan kemampuanku?" Ujar Ryn sambil terkekeh kecil.
" Aku percaya, hanya saja aku takut kehilanganmu. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri sebelumnya, jika sampai kamu terluka, aku akan membunuh Stone. " Ujar Lars.
" Stone itu anggotamu." Ujar Ryn.
" Dan kamu calon istriku, kamu lebih penting, dan segalanya bagiku." Ujar Lars, dan Ryn tersenyum dengan manis.
Ketika keduanya sedang berbincang, tiba tiba Stone datang kehadapan mereka sambil membawa katana nya.
" Nona Ryn, terimakasih sudah memberiku sebuah kehormatan untuk bisa bertarung denganmu." Ujar Stone sambil menundukan kepalanya.
" Aku Stone, sangat merasa bangga karena bisa mendapatkan kesempatan bertarung dengan Ratu dari tuanku." Ujar Stone lagi.
" Apakah rasa penasaran di hatimu sudah hilang?" Ujar Ryn.
" Ya, nona." Sahut Stone.
' Bukan penasaran, tapi aku ingin merasakan lebih dekat denganmu, sebelum akhirnya kau akan semakin jauh dari jangkauanku.' Batin Stone.
" Tuan, kirimlah aku ke kalimantan, mulai sekarang dan seterusnya aku akan berada di sana." Ujar Stone.
Semua orang lantas terkejut mendengar apa yang Stone ucapkan. Kalimantan adalah bagian ter gelap dari BLACK FIRE, di sana semua anggota lebih keras karena musuh juga lebih keras.
Stone sudah jelas akan lebih sibuk dan tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri, kelak.
' Pria bodoh berkepala batu ini..' Batin Roco.
" Kau sudah menyadari kesalahanmu?" Tanya Lars.
" Ya, tuan." Ujar Stone.
" Kau yang memintanya, maka pergilah setelah aku dan Ryn menikah." Ujar Lars.
" Tidak tuan, saya akan pergi sekarang. Terimakasih sudah mempercayai aku selama ini, selamanya saya adalah bagian dari Black fire, milik anda." Ujar Stone.
" Keputusan di tanganmu." Ujar Lars.
Stone mengangguk, dan sebelum akhirnya ia melanglah pergia, Stone menatap semua anggota yang berkumpul di sana termasuk Roco dan Lars. Dan tatapan terakhir jatuh pada Ryn yang saat ini juga sedang menatapnya.
Stone pun berbalik pergi, dan tersenyum tipis pada akhirnya..
' Aku pernah jatuh hati, sekali.. dan itu dulu. Gadis yang aku cintai itu mematahkan hatiku, hingga aku tak percaya sedikitpun lagi dengan wanita..' Batin Stone..
' Hingga dia muncul di hadapanku, bagai super hero wanita. Tatapan dinginnya, tegas, dan cantik di saat yang bersamaan, membuat hatiku terbangun.'
' Aku tidak tahu mengapa aku bisa menyukainya, tapi dia bukan takdirku.. dia bukan miliku.. Tapi aku tidak mengapa, setidaknya dia sudah membuatku percaya bahwa.. hati tidak akan pernah bisa mati, ketika bertemu dengan orang yang tepat. ' Batin Stone..
' Hanya saja kita bertemu di saat yang tidak tepat, selamat tinggal.. Ryn Gladys. ' Batin Stone lagi.
Stone menghilang dari pandangan semua orang, dengan senyum yang tidak pernah sekalipun terukir di wajahnya.
Setelah pertandingan satu lawan satu itu berakhir, kini Ryn, Lars dan Lodra serta Roco sudah siap dengan pakaian serba hitamnya.
Mereka akan mendatangi makam kedua orang tua kandung Ryn, yakni Wira dan Vitalia.
" Apakah aku sudah cantik?" Tanya Ryn pada Lars.
" Kamu selalu cantik setiap hari, sayang.. tidak perlu di pertanyakan." Ujar Lars.
" Aku ingin berpenampilan bagus, untuk bertemu mama dan papa. Ini adalah pertemuan pertama kami setelah lima belas tahun.. " Ujar Ryn dengan senyum manisnya.
Ryn tersenyum, tapi entah mengapa Lars menatapnya dengan penuh prihatin. Lars pun membawa Ryn kedalam dekapannya.
" Benarkah??" Ujar Ryn.
" Hm.. Kamu selalu bisa membuatku jatuh cinta berkali kali kepadamu." Ujar Lars.
" Ayo kita jalan, paman Kriss sudah menunggu kita di pemakaman." Ujar Ryn melerai pelukan Lars.
" Ayo.." Ujar Lars.
Akhirnya semuanya pergi dari sana dan menuju ke pemakaman, dimana sudah ada Kriss yang menunggu di sana.
Pemakaman itu tidak begitu jauh sebenarnya, hanya saja Paul tidak pernah memberi tahu siapapun tentang makam itu, bahkan pada Lodra yang dulu sudah mengikutinya.
" Paman.." Ujar Ryn, ketika sudah sampai di pemakaman.
" Kalian sudah datang? Ayo kita masuk." Ujar Kriss.
" Kenapa dengan tangan paman??" Tanya Ryn, yang lihat perban pada tangan kanan Kriss.
" Tidak apa apa, hanya simbol pembebasan diri paman dari masalalu." Ujar Kriss.
" Nanti akan paman ceritakan, mari kita temui kedua orang tuamu, nak." Ujar Kriss dan Ryn mengangguk.
Kriss berjalan di depan, dia yang memimpin jalan, Lars menggandeng tangan Ryn di barisan kedua dan ada Roco dan Lodra di barisan ketiga. Sisanya adalah anak buah Kriss yang berjumlah dua orang di barisan paling belakang.
Mereka pun tiba di sebuah makam besar dengan tanda salib yang juga besar. Terukir nama kedua orang tua Ryn di sana beserta foto mereka berdua.
Ryn langsung meneteskan air matanya, ia teringat kembali pada masa saat kedua orang tuanya di kebumikan. Dia menangis dengan sangat histeris saat itu.
" Ryn datang ma.. pa.. Sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu di sini. Ryn sudah tumbuh menjadi gadis dewasa sekarang." Ujar Ryn.
" Maaf karena Ryn melupakan kalian selama lima belas tahun terakhir. Karena ingatan Ryn terkunci selama ini. Apakah kalian sudah bahagia di Surga? Ryn sudah membalaskan dendam atas kematian kalian berdua." Ujar Ryn.
" Ryn tahu kalian pasti tidak mau jika Ryn menjadi gadis yang kejam, tapi Ryn hanya ingin memberikan keadilan untuk mama dan papa." Ujar Ryn.
" Banyak yang ingin Ryn ceritakan pada kalian, tapi sepertinya lain kali saja. Sekarang Ryn sudah tahu dimana rumah baru kalian, jadi Ryn bisa datang lagi kemari nanti." Ujar Ryn, sambil menghapus air matanya.
Semua orang di sana juga merasa sedih untuk Ryn, mereka ikut meneteskan air matanya ketika mendengar curahan hati Ryn.
" Ryn akan menikah, ma.. pa.. Dengan pria yang teramat sangat baik. Dia yang sudah membantu Ryn membalas dendam, juga membantu Ryn mendapatkan kembali ingatan Ryn tentang kalian." Ujar Ryn lalu menggandeng tangan Lars.
" Dia Lars.. Calon suami Ryn." Ujar Ryn.
" Halo paman, bibi.. Saya Lars Hunter. Aku tidak tahu paman mengingatku atau tidak, aku adalah anak laki laki yang paman selamatkan di hutan." Ujar Lars.
Semua tampak terkejut, kecuali Ryn.. Tidak ada yang tahu apa yang pernah di lalui Lars saat muda dulu, bahkan Roco pun tidak. Kriss yang merupakan anggota DEATH saja tidak tahu bahwa Wira pernah menyelamatkan seorang anak laki laki.
" Anda adalah super hero pertamaku, aku masih sangat mengingat hari itu dan hari - hari seterusnya ketika aku berada di markasmu." Ujar Lars.
" Paman, izinkan aku menjaga putri kalian dengan ikatan pernikahan. Aku berjanji tidak akan menyakitinya, sedikitpun. Aku sangat mencintainya, dia adalah gadis yang sangat berharga bagiku. Harap kalian merestui hubungan kami.." Ujar Lars dan menggandeng tangan Ryn.
" Aku sangat berterimakasih pada kalian, karena sudah melahirkan gadis yang teramat sangat mengagumkan. Yang mana memiliki sifat seperti paman, dan mungkin cantik seperti bibi, karena aku belum pernah bertemu bibi." Ujar Lars sambil senyum.
" Aku akan menjaga putri kalian, seperti nyawaku sendiri." Ujar Lars.
" Wira.. Aku tidak tahu apakah kamu memaafkan aku atau tidak, tapi aku sangat menyesali semuanya.. Ijinkan aku menebus kesalahanku kepadamu dengan selalu melindungi putrimu.. walau sepertinya sudah tidak perlu karena dia sudah memiliki malaikat pelindungnya sendiri." Ujar Kriss dan terkekeh sendiri.
" Mereka adalah pasangan yang serasi, dan saling melengkapi." Ujar Kriss.
Bagai takdir yang sudah terajut dengan rapi, Ryn dan Lars di takdirkan untuk bersatu. Keduanya saling melengkapi, saling mencintai, dan saling mengasihi.
Sebagai mana bumi yang terus mengelilingi matahari.
TO BE CONTINUED..