
Lars telah menyelesaikan pekerjaan nya, itu memakan waktu hingga menjelang makan malam. Ia pun bangun dan pergi menuju ke ruang istirahatnya.
Terlihat Ryn yang masih tidur dengan manisnya membelakangi Lars, Lars pun tersenyum ketika melihat Ryn tidur meringkuk seperti anak kucing.
" Dia berusia dua puluh tahun, tapi seperti bayi dua tahun, sangat menggemaskan." Gumam Lars.
Merasa lelah, Lars pun menyusul Ryn ke alam mimpi. Ia merebahkan dirinya di belakang Ryn dan memeluk Ryn dari belakang.
' Setelah semua dendamu selesai, aku akan segera menikahimu, sayang.' Batin Lars, lalu masuk ke ceruk leher Ryn.
Waktu berlalu..
Satu jam setelah Lars ikut tidur, Ryn terbangun dari tidurnya. Ia sudah tidak asing lagi dengan tangan yang melingkar di perutnya, siapa lagi pelakunya jika bukan Lars.
Ryn pun memutar tubuhnya dengan sangat pelan lalu menghadap Lars.
' Dia pasti lelah, meski dia tidak terlihat lelah tapi kantung matanya menunjukan bahwa dia lelah.' Batin Ryn.
Entah dapat dorongan dari mana, Ryn tiba tiba memberanikan dirinya mengecup bibir Lars. Tapi kemudian kecupan itu justru di sambut oleh Lars yang rupanya terbangun.
Meski Ryn sempat terkejut, tapi akhirnya dia melanjutkan ciumannya.
" Kenapa aku merasa kamu semakin nakal akhir akhir ini, hum? Kamu tahu bahwa menggoda pria dewasa itu sangat berbahaya, bukan?" Ujar Lars ketika pagutannya terlepas. Tapi Ryn justru tersenyum mendengarnya.
" Aku mana tahu kalau kamu terbangun, aku tidak berniat menggodamu. Aku hanya ingin mencium singkat bibirmu, tapi kamu bangun." Ujar Ryn polos.
" Nakal.. " Gumam Lars, lalu kemudian memeluk Ryn.
" Ayo kita kita makan malam, bersihkan dulu dirimu." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk.
Akhirnya Ryn bangun dari ranjang dan langsung berlari kecil masuk ke kamar mandi, Lars hanya bisa terkekeh kecil melihatnya.
' Aku harap kau bersabar juniorku, hari itu datangnya masih lama. Aku tidak akan merusak orang yang paling aku cintai, harap mengerti itu.' Batin Lars yang berbicara pada junior kecilnya yang tiba tiba terbangun.
Kebanyakan pasangan kekasih melakukan ITU dengan mengatasdasarkan nama cinta, tapi kemudian ketika cinta itu sendiri hilang, maka mereka berpisah.
Salah satu pemicu mengapa cinta seseorsng hilang, mungkin karena bosan lalu merekapun berpisah. Lars mungkin tidak akan pernah bosan dengan Ryn, tapi dia tidak tahu dengan Ryn sendiri.
Selama mereka belum menikah, Lars tidak akan menyentuh Ryn. Dia akan pastikan dirinya menjadikan Ryn sebegai wanita yang benar benar berharga, karena bagi Lars.. melakukan itu sebelum menikah sama saja merusak Ryn.
Waktu berlalu..
Ryn dan Lars sudah siap dan rapi dengan pakaian baru, mereka pun pergi dari perusahaan Lars.
" Kita makan malam dengan kakakmu, untuk sekaligus membahas rencana yang akan kita jalankan malam ini." Ujar Lars.
" Oke." Ujar Ryn.
Keduanya pun pergi dari perusahaan Lars dan menuju keluar kota, lebih tepatnya ke kota Bandung dimana hotel bintang lima tempat Damian tewas.
Sebelumnya Roco sudah menghubungi Lodra tentang perihal yang akan mereka kerjakan malam ini, Lodra tanpa keraguan sedikitpun langsung mengiyakan ucapan Roco.
Lodra sendiri sudah berada di Bandung sekitar sejaman yang lalu setelah ia menyelesaikan urusan di perusahaan. Lodra hanya datang sendiri, tidak bersama Travis, karena Travis tidak mungkin di libatkan dengan hal hal seperti itu.
" Kita harus menyamar jika tidak ingin ketahuan, karenanya aku juga tidak menggunakan helikoper ke Bandung, karena akan mengundang perhatian." Ujar Lars.
" Benar juga, tapi aku tidak membawa alat penyamaran." Ujar Ryn.
" Jangan khawatirkan tentang itu, sayang. Aku sudah menyiapkannya." Ujar Lars.
Mobil sedan itu berhenti di sebuah toko swalayan, dimana ada sebuah mobil Van besar berwarna pink terparkir di sana.
" Astaga, kenapa kau tidak mengatakan kepadanya bahwa jangan menggunakan mobil konyol itu." Ujar Lars pada Roco.
Bisa tebak siapa pemilik mobil itu?? Ya.. siapa lagi kalau bukan Lusi si pria gemulai. Terlihat Lusi sudah siap berdiri di luar mobil Van pinknya.
Lars yang tidak memiliki pilihan lain pun akhirnya mau tidak mau turun dan langsung masuk ke dalam mobil Van putih milik Lusi dengan menggandeng erat tangan Ryn.
" Astaga naga kepala tiga! Tuan muda, aku berdiri di sini tapi kamu melewatiku begitu saja." Ujar Lusi yang kesal di lewatkan oleh Lars.
" Huh! Aku menunggu di luar sampai tertiup tiup angin manja hingga kedinginan, tapi aku di lewatkan." Gumam Lusi lagi.
" Kenapa kau memakai mobil ini? Kan sudah aku bilang untuk tidak menggunakan benda mencolok saat bersama tuan muda." Ujar Roco.
" Kau si pria kolot ini mana tahu yang namanya berkamuflase, huh! " Ujar Lusi dengan suara cmprengnya.
" Cepat masuk mobil! Atau aku tinggal." Ujar Lusi.
" Iya.. Iya.. cerewet." Ujar Roco.
Roco masuk dan hendak duduk di depan kemudi tapi dia terkejut karena melihat seorang pria sudah duduk di sana.
" Siapa kau?" Ujar Roco heran.
" Jangan bicara kasar padanya, dia kekasihku." Ujar Lusi tanpa rem.
" What the.. " Gumam Roco terkejut hampir berkata kasar.
" Kau dudu di sebelahnya saja, tapi jangan naksir dia, karena dia miliku seorang." Ujar Lusi.
" Ih! Aku waras, bukan seperti kau yang belok." Ujar Roco.
Akhirnya semua orang pun masuk mobil. Jika kalian bertanya bagaimana dengan mobil Lars, tidak perlu khawatir.. Mobil Lars di desain bisa di kemudikan menggunakan ponsel dari jarak jauh.
Roco hanya harus menyetel sistem dan mengarahkan mobil itu untuk pulang ke kediaman Lars. Mobil itu akan mengemudi dengan sendirinya tanpa menabrak atau tersesat, sangat canggih bukan?
" Kenapa kau menggunakan mobil ini? Apa kau tidak punya mobil lain?" Ujar Lara pada Lusi.
" Tuan muda, jika ingin menyamar, maka harus totalitas. Aku membantumu untuk mempernudah penyamaranmu, ingat itu.." Ujar Lusi.
" Em.. kak Lusi, apakah kakak di depan itu adalah kekasihmu?" Tanya Ryn setelah sekian lama bertanya tanya dalam hati.
" Uhum! Bagaimana? Tampan bukan?" Ujar Lusi tanpa malu, dan Ryn hanya bisa tersenyum kaku.
" Aku tahu arti senyumanmu nona manis, kamu terlalu lugu dan tidak pandai menyembunyikan ekspresi." Ujar Lusi, tetapi tidak marah.
" Untuk beberapa orang sepertiku ini, memiliki banyak kelainan dari jenis kami sendiri. Kami penyuka sesama jenis, dan itulah kami. Ujar Lusi lagi.
" Jangan mengotori otak kekasihku, cepat kerjakan pekerjaanmu." Ujar Lars.
" Ish! Aku ini sedang menjabarkan agar nona Ryn tidak memandang kami aneh, tuan muda." Ujar Lusi.
" Tidak perlu, kau hanya akan mengotori otaknya." Ujar Lars dan Lusi pun manyun.
" Baiklah.." Ujar Lusi akhirnya.
Dan akhirnya Lusi pun mengeluarkan jurus pamungkas tangan gemulainya, yaitu merias Ryn agar tidak terlihat bahwa itu Ryn, sementara Lars sendiri ke bagian paling belakang Van untuk berganti pakaian.
Bagian dalam mobil Van besar itu di dekorasi sendiri oleh Lusi, sebagai seorang costplayer terkenal, Lusi membutuhkan mobil besar itu untuk semua barang barang keperluannya.
" Astaga, dia bahkan menggunakan benda milik perempuan." Gumam Lars ketika melihat penyangga dada milik wanita.
TO BE CONTINUED...