A Girl Entangled In Memories

A Girl Entangled In Memories
EPS. 31. DATE..



Setelah pemeriksaan yang di lalui Ryn, akhirnya kini di ruangan itu hanya ada Lars dan Ryn. Lodra dan Roco pergi, untuk memberi privasi pada mereka.


" Kakak bilang kamu mau mencabut lisensi dokter itu, apakah benar?" Tanya Ryn sambil mengunyah buah yang Lars suapkan padanya.


" Hm, dia tidak bekerja dengan benar, untuk apa jadi dokter." Ujar Lars, dan Ryn menggelengkan kepalanya.


" Jangan begitu, kamu tidak tahu apa yang dia lalui untuk menjadi dokter yang hebat. Susah payah dia belajar dan berjuang untuk menjadi dokter tapi malah mau kau cabut lisensinya." Ujar Ryn menasehati.


" Kalau dia hebat kenapa dia tidak bisa membuatmu sadar." Ujar Lars.


" Dokter juga manusia, kan.. Hidup matinya manusia itu bukan Dokter yang tentukan, tapi Tuhan." Ujar Ryn, dan seketika tatapan Lars menjadi tajam.


" Bicara apa kamu, tadi.. Jangan pernah katakan kematian padaku. Kamu akan hidup lama sampai kamu menua." Ujar Lars, dan Ryn tertegun melihat tatapan Lars itu.


" Kamu mudah sekali bicara kematian. kamu tahu, aku tidak mau kehilanganmu. Akan aku pastikan kamu berumur panjang dan selalu bahagia bersamaku." Ujar Lars bersungguh sungguh.


Ryn sampai tidak bisa berkata apa apa,Lars selalu m3ngutarakan betapa besarnya rasa yang dia miliki untuk Ryn.


" Maukah kamu menjadi kekasihku? Aku tidak bisa membendung betapa membuncahnya perasaanku padamu saat ini. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku takut kehilanganmu, takut terjadi apapun padamu." Ujar Lars menggenggam tangan Ryn.


' Bagaimana ini Tuhan, jantungku kenapa berdebar seakan hendak melompat keluar.' Batin Ryn sambil menatap Lars.


' Lars sangat baik, dia selalu ada untukku.. Dan aku nyaman bersamanya. Apakah aku berikan dia kesempatan?' Batin Ryn lagi.


Ryn berpikir begitu kerasnya sambil menatap Lars yang masih menunggu jawaban. Ryn berpikir, jika Lars jahat.. dia tidak mungkin terus melindungi dan selalu ada untuk Ryn. Setelah lama berperang dengan pikiran nya akhirnya Ryn menghela nafas.


' Baiklah, akan aku coba..' Batin Ryn, lantas dia menganggukan kepalanya.


Lars tersenyum ketika melihat Ryn yang menganggukan kepalanya dengan senyuman manis.


" Kamu mau jadi kekasihku?" Tanya Lars mengulang pertanyaan nya.


" Ya.." Ujar Ryn. Lars langsung tersenyum sumringah dan memeluk Ryn dengan erat. Wajah Lars bahkan merona saking dia bahagia, akhirnya Ryn menyambut cintanya.


" Aku mencintaimu, sangat.." Ujar Lars.


Dari luar ruangan itu terlihat Roco yang menyeka air matanya, dia ikut bahagia melihat dua sejoli itu akhirnya meresmikan hubungan mereka walau baru menjadi sepasang kekasih.


' Akhirnya tuan muda.. Walaupun pekerjaanku akan bertambah berat karena tuan muda mungkin akan tidak profesional seperti biasanya, tapi aku senang. Kebahagiaan tuan muda adalah masa depan bagiku.' Batin Roco.


Pasalnya Roco sudah seperti Pakjomblang yang selalu mencarikan pasangan untuk Lars, atas perintah Peet. Jika perempuan yang menjomblangkan kita menyebutnya makjomblang, tapi karena Roco laki laki, kita sebut saja dia pakjomblang.


" Tuan besar pasti sangat senang mendengarnya, sayangnya dia masih koma." Gumam Roco.


Roco berbalik badan dan hendak pergi, sampai dia melihat seorang pria yang mencurigakan yang menatap kearahnya. Ketika Roco menatap pria itu, pria itu langsung menghilang di balik tembok.


" Kalian jaga lorong ini, jangan sampai tuan muda dan nona Ryn kenapa kenapa." Ujar Roco pada anak buah Lars yang berjaga di depan pintu.


" Baik Roco." Sahut anak buah yang berjumlah empat orang itu.


Roco pun langsung berlari mengejar pria itu. Pria itu sangat panik ketika berlari, dia sampai tidak memperhatikan arahnya hingga menabrak perawat.


" Aduh." Perawat itu jatuh di lantai.


Pria itu hanya berhenti sesaat lalu kembali lari lagi dan menghilang di balik tembok, Roco berlari ke arah lain dan saat ini ia berada di lorong yang sepi di gedung rumah sakit itu.


Rupanya Roco memotong jalan, dia hendak menghadang ripa tadi. Roco berdiri menunggu pria tadi, dan ketika pria itu sampai dia langsung menearik tangan pria itu dan mencekiknya.


" UKH!!" Pria itu kesakitan.


" Siapa kau!?" Ujar Roco dengan tatapan tajam.


Pria itu hendak melawan, tapi dia kalah kuat dari Roco. bahkan saat pria itu mengeluarkan belatinya, Roco dengan sigam mengambil dan mengantonginya.


" Kau berani?? Katakan padaku, siapa kau! Kenapa kau memata matai tuan muda." Ujar Roco.


" A- ak- aku tidak memata matai tuanmudamu." Ujar pria itu.


" Lalu? apa kau memata matai nona Ryn?" Ujar Roco,dan pria itu mengangguk.


" Ak- aku buk- kan ingin menyakiti nona Ryn, aku berdiri di sisi nona Ryn. " Ujar pria itu dengan susah payah.


Mendengar itu, Roco langsung melonggarkan cekikannya dari leher pria tadi. Meski begitu, dia tetap waspada kalau kalau pria itu hendak menipunya.


" Uhuk!! Uhuk! Uhuk! " Pria itu terbatuk batuk karena cekikan Roco yang begitu kuatnya.


" Apa maksudmu kau berdiri di sisi nona Ryn? Kau orang mendiang tuan Paul?" Tanya Roco.


" Bukan, saya orang suruhan tuan Kriss. Salah satu anggota DEATH saat kepemimpinan tuan Wira, memdiang ayah nona Ryn. " Ujar pria itu.


" Ikut aku." Ujar Roco, dan pria itu menurut.


Berganti ke sisi Ryn dan Lars yang saat ini sedang saling menatap. Bagai remaja yang baru mengenal cinta, Lars benar benar sedang di mabuk asmara saat ini.


Cintanya terbalas, dia sangat bahagia hingga tidak mau melepaskan sedetikpun tangan Ryn.


" Kamu mau seperti ini sampai kapan?" Ujar Ryn.


" Sampai malam, besok, minggu depan, bulan depan, taun depan, selamanya." Ujar Lars.


" Lars, aku serius.." Ujar Ryn.


" Panggil aku sayang." Ujar Lars mulai jail, menuntut nama panggilan.


" Ap- apa.." Gumam Ryn.


"Kita sudah menjadi sepasang kekasih, bukan? Jadi panggil aku sayang." Ujar Lars, tapi Ryn justru merona.


"Tok! Tok! Tok!" Suara pintu di ketuk dari luar.


Roco masuk dan mendapatkan tatapan tajam dari Lars.


' Alamak, aku lupa mereka sedang berbagi kasih sayang. Sudahlah, sudah basah sekalian saja berenang.' Batin Roco menyadari tatapan Lars.


" Maaf tuan muda, ada pekerjaan yang harus tuan muda tandatangani langsung." Ujar Roco.


" Bisakah kau gantikan?" Ujar Lars.


" Tidak bisa tuan muda, harus anda." Ujar Roco.


Lars menghela nafasnya, baru saja dia bahagia, dudah harus di ganggu dengan pekerjaan nya.


" Pergilah.. kamu bisa datang lagi nanti." Ujar Ryn.


" Baik, saat aku kembali nanti, jangan lupakan permintaanku, hm?" Ujar Lars menggoda Ryn.


" Ish!" ujar Ryn sambil memukul lengan Lars, dan Lars terkekeh.


" Kalau begitu aku pergi dulu, jangan kemana mana sampai aku kembali, oke?" Ujar Lars sambil mengusap kepala Ryn.


" Iya. " Ujar Ryn.


Lars mencium kening Ryn kemudian langsung pergi dari sana. Wajah Lars yang sebelumnya hangat menjadi dingin ketika keluar dari kamar rawat Ryn.


" Ada apa?" Tanya Lars pada Roco.


" Tuan muda, ada anak buah dari salah satu anggota DEATH, bernama Kriss. Dia bilang tuannya berada di pihak nona Ryn." Ujar Roco menjelaskan.


" Bawa aku padanya." Ujar Lars, dan Roco mengangguk.


Di dalam kamar, Ryn masih tersenyum senyum merona mangingat Perlakuan manis Lars. Dia sampai mengusap kening yang sebelumnya di kecup Lars.


" Astaga, aku sungguh sudah menjadi sepasang kekasih dengan Lars." Gumamnya.


TO BE CONTINUED..