
Ryn sedang bermain dengan Thunder dan Lio yang semakin hari semakin aktif, sepertinya mereka berdua sudah terbiasa dengan suasana baru di kediaman Lars. Thunder tak henti hentinya mencari perhatian pada Ryn, dia berlarian kesana kemari seolah dia adalah anak anjing kecil, padahal tubuhnya.. besar.
Harimau putih itu memang lucu sebenarnya, wajahnya yang menggemaskan membuat semua orang yang melihatnya ingin menyentuhnya, apa lagi Thunder memiliki mata biru cerah yang membuat orang terpikat.
Tapi mungkin mereka juga akan berpikir dua kali untuk mendekat, apalagi mengelus bulu Thunder. Dia harimau, jangan lupakan itu. Dia hanya berubah menjadi harimau jinak ketika bersama Ryn, dia akan benar benar membuang harga dirinya sebagai binatang buas ketika bersama Ryn.
Seperti saat ini, Thunder mengerang cemburu ketika Ryn lebih memperhatikan Lio.
'' Rooar!'' Thunder bersuara, sembari menggesek - gesekan kepalanya di wajah Ryn. Ryn pun terkekeh di buatnya.
'' Kau mau apa, hm?'' Ujar Ryn sambil terkekeh dan ******* ***** pipi harimau putih itu dengan gemas.
Lio si singa kecil pun tak mau kalah, dia menendang wajah Thunder seakan dia tidak mengijinkan Thunder untuk bermanja manja pada Ryn.
'' Hey, jangan bertengkar. kemari - kemari, kita tidur siang saja, aku juga tidak tahu harus melakukan apa, jadi lebih baik kita tidur saja. '' Ujar Ryn.
Akhirnya Ryn merebahkan dirinya di perut Thunder, sementara Lio si singa kecil itu terlihat berlarian kesana kemari mengejar serangga.
Di tempat lain..
Lars sedang berjalan dengan langkah lebarnya, saat ini dia memasang wajah dingin nya seperti biasa, tapi kadar kedinginan nya bertambah. Entah apa penyebabnya, tapi kalian pasti juga tahu.
Siapa lagi kalau bukan karena Ryn. Sejak pagi hingga siang Lars mencoba konsentrasi walau tidak bisa, hanya karena menunggu satu panggilan atau sekedar pesan dari Ryn, tapi dia tidak mendapatkan nya.
Alhasil wajah nya menjadi sangat muram saat ini, sampai Roco saja ngeri ngeri sedap melihatnya.
Ketika Lars lewat, semua karyawan menunduk tapi juga terkagum kagum dengan sosok Lars itu. Tubuh tinggi dan wajah maskulin yang tampan, siapa yang tidak jatuh cinta?
" Tuan muda, Dokter Oneil menghubungi." Ujar Roco sembari melihat layar ponselnya.
Selain sang kakek, tidak seorangpun yang memiliki akses kontak ponsel Lars. Jika ada yang mencari Lars, maka harus melewati Roco.
" Katakan padanya, datang ke kediamanku malam ini juga, atau aku cabut lisensinya." Ujar Lars tanpa berhenti melangkah.
" Baik tuan muda." Ujar Roco.
' Ugh, rupanya nona Ryn lebih mampu membuat singa ini uring uringan. Astaga, semoga Tuhan membuka hati nona Ryn agar mau menerima tuan mudaku.' Batin Roco.
Hingga sampailah keduanya di mobil sedan hitam mewah dan pergi dari perusahaan. Sepanjang perjalanan itu, Lars menunggu panggilan dari Ryn atau pesan yang jawaban nya tentu saja zonk.
Hingga sampailah mereka di kediaman Lars. Lars berjalan dengan langkah lebarnya masuk kedalam rumah nya dan langsung mencari pelayan.
" Dimana nona?" Tanya Lars.
" Tuan muda, nona berada di kandang Thunder dan Lio." Ujar pelayan.
Lars melempar jasnya dan menarik dasinya begitu saja. Kemudian dia menggulung lengan bajunya hingga ke siku, sungguh indah pemandangan.
Lars berjalan menuju kandang Thunder dan berhenti ketika melihat pemandangan alami di hadapan nya. Gadis yang membuatnya uring uringan sepanjang pagi hingga diang itu ternyata sedang tertidur dengan manis di perut harimau putih.
' Aku sampai tidak fokus bekerja dan uring uringan karena menunggu kabar darinya, tapi dia malah sedang tidur dengan harimau. Gadis nakal.' Batin Lars.
Lars menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Meskipun sebelumnya dia merasa sangat gelisah dan marah karena tak kunjung mendapat kabar dari Ryn, tapi kini hatinya justru menjadi lega ketika melihat gadis yang sejak pagi dia pikirkan itu tertidur pulas.
" Bagaimana bisa hatiku begitu lega ketika melihatnya.. Huft.." Gumam Lars.
Lars mendekat dan Thunder langsung membuka matanya. Lio yang tidur di sudut kandang juga ikut terbangun karena mendengar langkah kaki seseorang.
" Gggrrr.." Thunder menggeram.
Dan karena Thunder menggeram, Ryn jadi terbangun.
" Anak nakal, kau membangunkan ibumu." Ujar Lars.
" Lars, kamu sudah pulang?" Ujar Ryn, sambil mengucek matanya.
" Kamu terbangun, maaf aku membuatmu bangun." Ujar Lars.
" Tidak apa apa, aku hanya tidak tahu mau melakukan apa.. Jadi tertidur." Ujar Ryn.
" Kakimu masih sakit?" Tanya Lars.
" Tidak, hanya kesemutan saja." Ujar Ryn.
" Ayo aku gendong." Ujar Lars, dan langsung mengangkat tubuh Ryn.
Ryn mengalungkan tangan nya di leher Lars dan keluar dari kandang Thunder.Lars masuk ke rumah dan mendudukan Ryn fi kursi meja makan.
" Kita makan siang dulu." Ujar Lars.
Lars duduk dan para pelayan mulai berdatangan membawakan makan siang untuk Ryn dan Lars.
" Nah, makan makananmu." Ujar Lars.
' Astaga, tuan muda menyempatkan dirinya pulang hanya untuk makan siang bersama nona Ryn, ini hal yang langka.' Batin kepala pelayan.
Lars tidak pernah pulang hanya untuk makan siang, bahkan Peet akan berpura pura sakit agar Lars mau makan siang di rumah dengan nya. Kini tanpa permintaan siapapun, Lars pulang untuk makan siang bersama Ryn.
" Setelah selesai makan siang, kamu mau ikut denganku? Dari pada kamu bosan di rumah." Ujar Lars.
" Hmmm... " Ujar Ryn berpikir.
" Kakakmu juga beberapa kali menghubungi Roco, dia khawatir padamu." Ujar Lars.
Ryn terdiam, dia juga tidak bisa membenci Lodra, dia hanya kecewa. Tapi bagaimanapun juga, Lodra adalah satu satunya keluarga yang dia punya.
" Aku akan menemuinya nanti." Ujar Ryn.
" Siang ini dia datang ke perusahaan, karena perusahaan papamu dengan perusahaanku akan bekerja sama mulai sekarang. Jika kamu mau kamu bisa ikut denganku ke perusahaan." Ujar Lars.
" Baiklah.." Ujar Ryn tersenyum.
Setelah selesai makan, Ryn pun mengganti pakaian nya dengan pakaian yang lebih formal. Ryn bisa menyesuaikan pakaian kemana dia akan pergi.
" Sudah siap?" Ujar Lars.
" Sudah, tapi maaf aku tidak bisa menggunakan heels saat ini, jadi aku menggunakan sepatu olahraha." Ujar Ryn.
" Tidak masalah, apapun yang kamu kenakan, kamu tetap cantik." Ujar Lars, dan seketika Ryn merona.
" Ekhem, ayo kita pergi." Ujar Ryn mengalihkan pembicaraan.
Lars tersenyum dan mengangguk, fia tentu melihat rona di wajah Ryn, hanya saja dia berpura pura tidak tahu.
Ryn, Lars dan Roco masuk ke dalam mobil, dan mereka pun pergi kembali menuju ke perusahaan.
" TING!" Notifikasi masuk ke ponsel Roco.
" Tuan muda, klien dari AS sudah datang dan menunggu di perusahaan, dia tidak sabaran." Ujar Roco.
" Jika tidak sabar menungguku, maka suruh pergi saja. " Ujar Lars.
" Baik tusn muda." Ujar Roco.
' Astaga, tuan muda.. Anda benar benar sednag buta karwna cinta, anda menjadi tidak profesional.' Batin Roco.
Roco yang menjadi pusing sendiri, dia mengurus perusahaan juga anggota mafia yang berjalan tersembunyi. Meski dia memiliki orang kepercayaan, tapi dia tetap terjun mengurus anggotanya.
' Tunggu, Lars pulang dan langsung pergi lagi ke perusahaan.. Apa dia pulang hanya untuk malan siang?' Batin Ryn.
' Rupanya dia lebih suka makan di rumah.' Batin Ryn lagi.
Ryn tidak tahu saja, bahwa Lars pulang ke rumah hanya untuk makan bersama dirinya. Bahlan Lars seperti hampir menjadi gila, karena menunggu kabar dari Ryn.
TO BE CONTINUED..