A Girl Entangled In Memories

A Girl Entangled In Memories
EPS. 60. Tidak boleh lengah.



Ke esokan harinya, Lars dan Ryn bertemu kembali dengan semua tamu yang berada di kapal, mereka sarapan bersama dan saling bertegur sapa, meski sebenarnya hanya Peet dan Ryn yang bertegur sapa, Lars masih dengan mode kutub utaranya.


" Sayang, makan sarapanmu." Ujar Lars yang merasa kesal karena Ryn sampai lupa dengan makanan nya.


" Mereka begitu ramah, Lars." Ujar Ryn dengan senyum manis polos nya.


Ryn tentu tidak tahu dunia perbisnisan, senyum yang terukir indah di depan nya saat ini, bisa jadi hanya senyum palsu penuh kepura puraan.


" Mereka hanya melakukan formalitas, satang. Mereka tidak benar benar ramah dan baik." Ujar Lars spontan.


" Ah, Lars.. jangan bicara begitu." Ujar Ryn merasa tidak enak.


" Nona Ryn, silahkan anda nikmati sarapan nya, saya pamit dulu. Mari tuan muda Lars." Ujar wanita yang sepertinya seorang sosialita.


" Lars, kamu menyinggungnya terang terangan." Ujar Ryn.


" Aku bicara apa ada nya, sayang. Kamu melewatkan sarapanmu hanya untuk mendengarkan ocehan sampahnya." Ujar Lars.


" Lars.." Ujar Ryn tidak habis pikir.


" Dunia ini luas, sayang. Apa yang ada di depanmu, belum tentu wujud aslinya. Semua hal memiliki sisi lain, begitu juga manusia. Aku sudah bertemu dengan banyak manusia yang serupa seperti mereka." Ujar Lars.


" Hargai waktumu sendiri, jangan membuangnya untuk mendengarkan basa basi mereka." Ujar Lars lagi.


Ryn terdiam, memang nyatanya Lars lebih banyak bertemu dengan orang orang, karena itu Lars bisa menilai mana orang yang benar benar baik dan tidak. Sementara Ryn sendiri hanya gadis rumahan yang baru baru ini mulai keluar dari zona nyaman nya.


" Maafkan aku, jika aku membuatmu sedih. Aku hanya tidak mau kamu sakit karena terlambat sarapan, dan lagi mereka seharusnya bersikap lebih sopan terhadapmu." Ujar Lars lalu memeluk Ryn.


Ryn juga kembali sadar, ayah kandungnya meninggal karena kawan nya sendiri, yang sudah pasti setiap hari tersenyum dan tertawa bersama.


Paul pun meninggal oleh anak buahnya yang berkhianat, padahal Paul telah menyelamatkan orang itu dulunya, bahkan berbagi makanan yang sama.


' Lars benar Ryn, manusia bisa menjadi monster yang mengerikan jika demi kepentingan pribadinya, apapun itu mereka lakukan asal ego mereka terpenuhi, meskipun itu harus membunuh sesamanya. ' Batin Ryn.


" Kamu benar, tidak semua orang yang tersenyum itu baik.. maaf, aku lengah." Ujar Ryn.


" Ayo makan, sarapanmu." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk.


Kapal pesiar itu pun sudah mengelilingi sebagian pulau pulau indah, dan tidak terasa dua hari sudah berlalu, dan malam ini adalah malam terakhir kapal itu berlayar di lautan sebelum akhirnya kembali ke daratan.


" Sayang, anak buahku sudah mendapatkan posisi David. Saat ini David sedang berada di tanah air." Ujar Lars.


Saat ini Ryn dan Lars sedang berada di bibir kapal, keduanya sedang menikmati pemandangan laut malam sebelum akhirnya mereka akan mendarat nanti.


" Sungguh? itu kesempatan untuk kita menangkapnya." Ujar Ryn.


" Roco sedang mengatur strategi, dia di sini tidak sendirian, dia bersama putranya yang sama berbahayanya dengan dia." Ujar Lars.


" Dan untuk kali ini, aku mohon kamu jangan ikut turun tangan. Putra David, merupakan seorang yang gila perempuan." Ujar Lars.


" Tapi aku ingin menghabisinya dengan tanganku sendiri." Ujar Ryn.


" Jika David sudah berada di tanganku, maka aku akan memberikan dia kepadamu, sama seperti Sam. Patuh, ya.. aku takut terjadi sesuatu padamu." Ujar Lars dengan tatapan sangat dalam.


" Baiklah.." Ujar Ryn.


" Dan putra David adalah mantan ketua kakak angkatmu saat kakak angkatmu masih menjadi kaki tangan kelompok mafia." Ujar Lars, dan Ryn langsung terkejut.


" Apa?" Ujar Ryn.


" Maka dari itu, kamu jangan ikut dalam penangkapan ini, dan tinggalah di kediamanku." Ujar Lars.


" Lalu kakakku? Kak Lodra dalam bahaya, Lars. Aku tidak mau kehilangan keluargaku lagi." Ujar Ryn.


" Bisakah kamu lindungi dia? Kak Lodra adalah satu satunya keluarga yang aku punya, Lars. " Ujar Ryn.


Sesungguhnya Lars malas ikut campur dengan urusan orang, Dia menangani kasus Ryn karena dia mencintai Ryn. Apalagi Lodra hanya kakak angkat Ryn, yang bahkan sering membuat dirinya cemburu.


Tetapi Lodra tidak suka melihat Ryn bersedih, dia tidak mau kekasihnya menangis atau kecewa kepadanya, alhasil dia mengangguk.


" Percaya padaku, dia akan baik baik saja." Ujar Lars, lalu memeluk Ryn.


Akhirnya kapal pun menepi, semua orang di kapal itu mulai turun satu persatu dengan wajah gembira. Terlihat juga ada mobil khusus untuk membawa binatang, mobil itu untuk membawa harimau putih milik Ryn.


Harimau itu terpaksa di bius, karena terlalu berbahaya bagi para pawang. Dia pun perlahan di masukan ke dalam mobil besar yang akan membawa harimau itu ke kediaman Lars.


" Bawa ke kediaman Hunter." Ujar Roco pada supirnya.


" Baik tuan." Ujar supir itu.


Mobil pun satu persatu mulai pergi dari sana, brgitu juga mobil Lars dan Ryn. Lodra terlihat masuk ke dalam salah satu mobil anak buah Lars, dan ikut pulang ke kediaman Lars.


" Hmm.. Dia sudah memiliki pelindung yang kuat. Anjing liar yang aku jadikan umpan, rupanya sudah memiliki rumah." Gumam seorang pria yang sedang duduk di dalam mobil mewahnya dengan tersenyum smirk.


" Cari tahu siapa pria berwajah dingin tadi." Ujar pria tadi pada bawahannya.


" Dia Lars Hunter, tuan. Orang paling di segani di sini." Ujar anak buah pria tadi.


" Hunter, ck! ayo pergi dari sini." Ujar pria itu.


Sementara setelah beberapa saat perjalanan, Lars, Ryn dan yang lain nya telah sampai di kediaman Lars.


" Adik, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu mengundang kakak kemari?" Tanya Lodra setelah mereka semua turun di depan kediaman Lars.


" Akan aku ceritakan di dalam, ayo kita masuk lebih dulu." Ujar Ryn.


Setelah Dokter membawa Peet masuk kedalam kamar, barulah Ryn dan Lodra masuk kedalam ruang kerja Lars. Terlihat Lars yang sedang membuka sebuah map cokelat, lalu menyodorkan map itu ke hadapan Lodra.


" Silahkan anda baca isi dari map itu." Ujar Lars, Lodra mengangguk dan meraih map itu.


Lodra pun mulai membaca satu demi satu tulisan di sana, ia terkejut karena rupanya itu adalah hasil penyelidikan, dan rupanya Lars menyelidiki dirinya dan masalalunya.


" Anda menyelidiki saya?" Tanya Lodra.


" Ya, tapi bukan itu poin utamanya, bacalah hingga selesai baru bertanya." Ujar Lars dengan suara datar.


Lodra pun kembali membaca semua isinya dan dia lebih terkejut lagi, rupanya musuhnya adalah putra David, salah satu orang yang telah membunuh ayah kandung Ryn.


" Bagaimana bisa begini kebetulan." Ujar Lodra.


" Davon adalah ketuamu dulunya, dia orang yang telah menjadikanmu umpan, apakah aku benar? " Tanya Lars dan Lodra mengangguk.


" Dia putra David, dan mereka ada di tanah air saat ini. Bergabunglah bersamaku, untuk sama sama menyingkirkan dua orang itu." Ujar Lars.


" Lars benar kak, kakak sudah tidak memiliki tim lagi, jalan paling aman adalah bergabung dengan Lars." Ujar Ryn.


' Tim yang baru aku bentuk belum begitu sempurna, mereka sudah pasti akan kalah jika melawan Davon, aku tahu pasti seperti apa dia.' Batin Lodra.


" Baiklah, kalau begitu maaf merepotkan anda tuan Lars." Ujar Lodra.


"Akan saya kabari jika kita akan bergerak." Ujar Lars, dan Lodra mengangguk.


TO BE CONTINUED..