A Girl Entangled In Memories

A Girl Entangled In Memories
EPS. 58. Lelang di kapal pesiar.



Ryn duduk di meja bundar bagian paling depan bersama Peet dan dokter yang menunggu di sana. Dan tak lama, Lodra datang bersama sekertarisnya, yakni Travis.


" Selamat malam tuan besar Hunter, selamat ulang tahun untuk galery anda." Ujar Lodra.


" Terimakasih, silahkan duduk." Ujar Peet.


" Kakak, duduklah di sini." Ujar Ryn, dan Lodra mengangguk.


Kini meja itu berisi lima orang, yakni Lars, Ryn, Peet, Dokter Peet dan Lodra. Sementara Roco, dia berdiri di sekitar sana untuk menjaga keamanan Lars sekeluarga.


" Sayang, nanti akan ada barang barang yang di jual dengan cara di lelang di sini, jika kamu menyukainya kamu hanya harus angkat nomor yang ada di depanmu ini." Ujar Lars.


" Ha? Lelang? Bukankan ini acara ulang tahun galery nenek?" Tanya Ryn.


" Ya, begitulah cara kami merayakan ulang tahun galery nenek. Nanti kakek juga akan melelangkan sesuatu di sini. " Ujar Lars.


Setiap ulang tahun galery berlian milik nenek Lars, maka akan di adakan acara lelang. Acara lelang itu sendiri bertujuan untuk membuka kesempatan bagi orang orang yang ingin menjual asetnya dengan harga yang mahal.


Sementara para mebeli barang yang di lelang itu sendiri memiliki tujuan untuk menunjang sosialitas mereka. Mereka berpikir dengan menjadi salah satu pembeli barang lelang itu, mereka akan di pandang memiliki status.


Lars sendiri setiap tahun nya menaruh barang untuk di lelang di sana, entah itu barang antik, batu berlian mentah, atau hal lainnya.


Uang hasil lelang yang di dapat Lars, nantinya akan di sumbangkan pada panti panti dan komunitas kaum duafa yang membutuhkan.


" Uang hasil lelang itu nanti akan kita sumbangkan pada anak anak panti asuhan." Ujar Lars, dan Ryn tersenyum mendengarnya, rupanya Lars dan Peet memiliki hati yang penuh kasih.


" Baiklah, kalau begitu aku akan membeli sesuatu jika aku suka." Ujar Ryn.


Akhirnya pembawa acara pun naik ke atas panggung dan berdiri di sana untuk membuka acara setelah kapal pesiar itu sudah mulai melaju pergi ke tengah lautan.


" Selamat malam para tamu terhormat, selamat datang di pesta ulang tahun Peetkenzie Diamond galery yang ke lima puluh tahun." Ujar pembawa acara, semua orang pun riuh bertepuk tangan.


" Peetkenzie??" Tanya Ryn.


" Nama nenekku adalah Mckenzie, Peet adalah nama kakek." Ujar Lars.


" Nama mereka di gabung, romantis sekali." Ujar Ryn, dan Lars tersenyum.


Memang dulunya nenek dan kakek Lars adalah pasangan yang sangat seradi dan romantis. Bahkan setelah nenek Lars meninggalpun, Peet masih terus mencintainya dan selalu memandang penuh kagum pada foto mendiang istrinya itu.


Sayangnya ibu Lars tidak menuruni orang tuanya, ibu Lars pergi bersama laki laki lain setelah cerai dari ayah Lars. Dan ayah Lars pun langsung menikah kembali dengan selingkuhannya, jadilah keluarga Lars yang kacau.


" Aku janji akan berlaku romantis padamu, seperti kakek yang romantis pada nenek." Ujar Lars lalu mengusap kepala Ryn.


Sungguh, semua tindak tanduk Ryn dan Lars, di abadikan oleh Roco. Roco bukan hanya menjadi penjaga, tetapi juga photograper pribadi Lars. Sementara di kapal itu sendiri, tidak ada satu pun wartawan, karena mereka di larang ikut.


Wartawan hanya bisa menunggu di bibir pantai sampai kapal itu kembali nanti.


" Seperti biasanya, setiap tahunnya kita akan mengadakan lelang. Bagi kalian yang memiliki barang yang hendak di lelang, maka ini adalah kesempatan emas kalian." Teriak pembawa acara dengan meriah.


" Baiklah, mari kita mulai sesi lelangnya. Silahkan bawa keluar barang lelang pertama." Ujar pembawa acara.


Seorang pria berpakaian rapi keluar dari balik layar yang terbuka dengan sendirinya, dia membawa troli yang di tutup kain hitam.


Lelang pun di mulai dengan sangat meriah, sudah berbagai macam barang terjual dalam pelelangan itu. Namun dari puluhan barang itu, tak ada satupun yang menarik perhatian Ryn.


" Sayang, apa kamu tidak menginginkan satupun barang antik itu?" Tanya Lars.


" Mmm.. tidak ada." Ujar Ryn.


" Apakah tidak ada yang menarik, sepertinya yang sedang di lelang sekarang adalah sebuah batu berlian langka, kamu tidak ingin membelinya?" Tanya Lars, dan Ryn menggeleng.


" Mereka menarik, tapi aku yang tidak menyukai benda benda seperti itu." Ujar Ryn.


" Astaga! Bagaimana bisa ada yang menjual harimau di pelelangan seperti ini." Ujar salah satu tamu.


" Apakah itu sudah di kandang dengan benar? Ya Tuhan, aku tidak mau mati konyol di sini." Ujar yang lain ikut panik.


" Tenang para hadirin sekalian, ini sangat aman. Ini adalah harimau putih betina berusia 4 tahunan, dia di jual pemiliknya karena dia sulit di jinakan. Ini tidak di jual mahal, karena pemiliknya juga berencana membunuhnya jika tidak ada yang membeli." Ujar panitia lelang.


" Kejam sekali, bagaimana bisa mereka ingin membunuhnya." Ujar Ryn.


" Selain galak dan sulit di jinakan, harimau putih ini juga memiliki luka di keningnya, jadi bisa di katakan cacat." Ujar panitia lelang lagi.


" Lars, aku mau harimau itu." Ujar Ryn.


" Tapi kata panitia harimau itu sangat galak dan sulit di jinakkan, sayang. Bagaimana jika nanti dia menyakitimu? Aku tidak mau ambil resiko." Ujar Lars.


" Dia galak, karena melibdungi diri, Lars.. Aku akan mencoba mendekatinya." Ujar Ryn dan berdiri.


" Sayang, jika kamu terluka sedikitpun, harimau itu sungguh aku bunuh di sini sekarang juga." Ujar Lars, dan Ryn tersenyum.


" Aku akan baik baik saja." Ujar Ryn dan bangun dan melangkah menuju harimau putih yang saat ini di kandang.


Semua orang melihat bagaimana Lars begitu memperhatikan Ryn dengan teramat sangat. Lars bahkan ikut berjalan menghampiri harimau, dan berdiri di sisi Ryn.


" Astaga, tuan muda Lars sungguh sangat mencintai kekasihnya." Ujar salah satu tamu.


" Bukankah kabarnya dulu tuan muda akan menikah dengan Mona, putri dari tuan Rama?" Tanya salah srorang tamu.


" Sst! Jaga bicara anda, tuan. Apa anda tidak dengar kabar terbaru tentang taun Rama? Setelah ulang tahun tuan Peet kemarin, tuan Rama sudah tidak lagi menjadi salah satu kolega bisnis keluarga Hunter." Ujar seorsng pria.


" Kabarnya dia di blacklist dari perusahaan keluarga Hunter. Anda tahu sendiri bukan? Keluarga Hunter sangat berpengaruh, jika keluarga Hunter sudah memblacklist, maka yang lain juga ikut angkat tangan." Ujar nya lagi.


" Lihat! nona itu sangat berani berdiri di sebelah harimau itu." Ujar seorang wanita.


Ya Ryn saat ini sudah berdiri di sisi harimau putih yang sedang menyalak dengan sangat ganas pada Ryn. Tatapan Lars juga tak kalah dingin saat ini, dia bahkan sudah memberi kode pada Roco untuk segera menembak harimau itu jika sampai menyakiti Ryn.


" Anak baik, kenapa kau marah marah? Apa kau lapar?" Tanya Ryn dengan sangat halus.


" Ggrroar!! " Harimau itu mengaum menggelegar.


Ryn mengamati sekujur tubuh harimau itu, terdapat setidaknya beberapa goresan, sepertinya itu luka cambuk. Ryn pun melihatnya dengan sedih.


" Kau sangat menderita, aku tahu itu. Kadang manusia tidak mengerti dengan keinginanmu, maafkan mereka ya.." Ujar Ryn.


Entah seakan harimau itu mengerti bahasa Ryn, dia menjadi diam tidak menyalak. Meski tatapan nya saat ini masih menunjukan tatapan permusuhan.


" Anak baik, bolehkah aku menyentuhmu." Ujar Ryn.


" Sayang, dia sedang marah." Ujar Lars.


" Dia sedang panik, tidak apa apa." Ujar Ryn.


Perlahan, Ryn mengulurkan tangannya dengan hati hati. Ryn ingin agar harimau itu mencium baunya. Harimau yang tampak galak itu pun membiarkan tangan Ryn menyentuh hidung nya, lalu Ryn membelau bulunya.


" Anak pintar." Ujar Ryn.


" Aku beli dia." Ujar Ryn lagi pada panitia lelang.


Belum habis keterkejutan semua orang, kini mereka kembali di kejutkan karena Ryn ingin membeli harimau itu, harimau galak yang cacat itu.


TO BE CONTINUED...