
Ryn, Lars dan Lodra sudah pergi dari markas Lars, Lodra pergi dengan helikopter lain ke perusahaan Paul. Sementara Ryn dan Lars kini sudah berada di perusahaan Lars.
" Sayang, anak buahku memberikan laporan tentang keberadaan Damian dan David, tapi aku belum membukanya sama sekali. " Ujar Lars ketika keduanya sudah sampai di ruangan Lars.
" Sungguh? Secepat itu?" Ujar Ryn tidak percaya.
" Hm.. ini, kamu bisa membacanya." Ujar Lars sembari memberikan sebuah map cokelat.
Ryn terlihat begitu antusias dan membuka map yang di berikan oleh Lars. Tetapi kemuduian tatapan Ryn terlihat kecewa membaca hasilnya.
" Kenapa sayang?" Tanya Lars.
" Pria yang bernama Damian, sudah meninggal." Ujar Ryn.
" Dia di temukan tewas di sebuah hotel bintang lima di Bandung.. kemarin malam." Ujar Ryn lagi.
" Kemarin malam? Kenapa bisa kebetulan sekali. Aku akan menyelidiki siapa yang membunuhnya." Ujar Lars.
Entah kebetulan Damian ini tewas saat Ryn hendak mencarinya, atau memang ada orang yang sengaja membunuhnya untuk menyembunyikan sesuatu, tidak ada yang tahu.
" Dan pria bernama David itu, tinggal di negara J sejak lima tahun yang lalu. " Ujar Ryn.
" Kita akan mencari tahu lebih dulu penyebab kematian Damian, kematiannya ini begitu mencurigakan, dia pasti memiliki keluarga." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk.
" Bagaimana jika kita berdua datang ke TKP dimana Damian ini di temukan tewas?" Ujar Ryn.
" Penyidik pasti sedang mengolah TKP, jika pun tidak, pasti tempat itu di jaga ketat, apalagi identitas Damian ini juga bukan orang sembarangan. Terbukti dari anak buahku yang mendapatkan data dirinya, Damian ini bukan orang yang mudah, dia sama dengan Sam. " Ujar Lars.
" Tentang keamanan di sana, serahkan pada kakaku." Ujar Ryn dengan senyumnya.
Ya, jangan lupakan Lodra, seorang programer yang handal. Lodra mungkin bisa mengecoh sistem keamanan di sana nanti.
" Kalau begitu kita akan mengatur rencana lebih dulu." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk antusias.
Lars meraih tangan Ryn lalu mengecupnya, sembari berkata..
" Kamu lelah, sayang? Istirahatlah dulu di sini, aku akan menyelesaikan pekerjaan sebentar." Ujar Lars.
" Aku tidak lelah.." Ujar Ryn.
" Pembohong kecil.." Ujar Lars sambil mencubit gemas hidung Ryn.
Lars langsung menggendong Ryn dengan tiba tiba, dan Ryn tentu langsung berpegangan pada leher Lars karena dia takht jatuh.
" Astaga! kamu senang sekali menggendong orang tiba tiba begitu." Ujar Ryn protes.
" Maaf, aku hanya tidak mau kamu lebih lelah lagi. Seharian ini kamu melakukan banyak hal yang melelahkan." Ujar Lars sembari berjalan masuk ke ruangan pribadinya.
" Aku sudah bilang, aku tidak lelah tadi." Ujar Ryn.
" Patuh ya.. Ayo, aku temani tidur sore." Ujar Lars sembari membaringkan Ryn di ranjang.
Ryn terkekeh mendengarnya, seperti seorang ayah yang sedang menyuruh anaknya tidur, begitulah Lars terlihat. Lars bahkan dengan sangat telaten membukakan sepatu di kaki Ryn, lalu menyelimuti Ryn hingga sepinggang.
" Kenapa kamu tertawa, hum?" Ujar Lars.
Tapi bukannya di jawab, Ryn justru tetap tertawa dan menggelengkan kepalanya sembari menutup mulutnya.
" Ohh... Tidak mau jawab? " Ujar Lars dengan tatapan yang dalam.
Tiba tiba, entah dapat ide dari mana, Lars menggelitiki perut Ryn. Ryn langsung terbahak bahak karenanya, perutnya adalah titik sensitif Ryn terhadap geli.
" Hahahaha.. Lars, hentikan please, aku sakit perut." Ujar Ryn, tetapi Lars masih melanjutkan aksinya.
Lars pun menghentikan aksinya ketika tangannya merasakan kulit perut Ryn yang halus, dan kiki keduanya saling menatap karena momen canggung itu.
" L- Lars.." Gumam Ryn canggung.
Lars yang tadinya terdiam canggung juga jadi ikut tersadar karena suara Ryn. Bagaimanapun sejauh yang Lars lakukan pada Ryn selama ini hanya berciuman dan berpelukan, jadi ini adalah pertama kalinya Lars memegang titik yang bisa di katakan terlalu jauh.
Tapi karena Lars tidak mau membuat Ryn semaik canggung, dia pun akhirnya berinisiatif untuk mencairkan kembali suasana dengan..
" L- ars bisaka.. mph" Lars menutup bibir Ryn dengan bibirnya.
Keduanya berciuman dengan sangat manis. Jika di tanya apakah Lars tidak canggung, maka jawabannya sangat canggung, itu juga merupakan hal pertama bagi Lars menyentuh kulit perut Ryn.
Bagaimanapun dia juga laki laki normal tentunya, menyentuh bagian tubuh wanita apalagi wanita itu adalah wanita yang sangat dia cintai, pasti membuatnya canggung sekali.
" Tidurlah.." Ujar Lars ketika melepaskan ciumannya.
" Hmm..." Sahut Ryn.
Lars menarik selimut hingga kembali ke pinggang Ryn dan pinggangnya, lalu mendekap Ryn di dalam pelukannya.
Bagai di sihir, Ryn yang sebelumnya bilang tidak lelah itu kini justru perlahan memejamkan matanya. Pelukan Lars adalah tempat paling nyaman kedua setelah Paul, tak heran Ryn dengan mudahnya tertidur.
" Aku mencintaimu, sayang." Ujar Lars
" Ya, aku juga mencintaimu.." Gumam Ryn dalam tidurnya.
Lars tersenyum mendengarnya, meski Ryn mengucapkannya tanpa sadar, tapi Lars justru semakin senang. Tandanya Ryn sudah menerimanya dari dalam lubuk hatinya, bukan hanya di mulutnya, karena selama ini Ryn belum pernah sama sekali mengucapkan cinta.
" Gadis nakal." Gumam Lars, lalu mencium kening Ryn.
Setelah memastikan Ryn tidur lelap, Lars pun turun dari ranjang, ia masih harus mengurusi pekerjaannya bersama Roco. Lars memastikan posisi tidur Ryn nyaman, baru dia keluar dari ruangan.
Setelah keluar dari kamar, terlihat Roco yang juga baru saja muncul di balik pintu masuk.
" Selamat sore, tuan. Ini adalah hasil rapat tadi pagi." Ujar Roco.
" Hm, letakan di situ." Ujar Lars.
Roco duduk dan masih heran memandangi penampilan Lars yang terlihat sedikit.. acak acakan.
' Apakah tuan muda sebegitu stressnya hingga rambutnya acak acakan begitu?' Batin Roco.
" Bagaimana perkembangan perusahaan milik Ryn?" Tanya Lars.
" Tuan Lodra sudah banyak berkembang, meski masih sering di arahkan oleh asisten mendiang tuan Paul. Perusahaan itu juga mulai terstabilkan perlahan lahan." Ujar Roco.
" Siapkan anak anak, malam ini mungkin kita akan beraksi." Ujar Lars.
" Apakah kits akan menyerang sebuah kelompok?" Tanya Roco.
" Damian Adiwijaya, dia di temukan tewas di hotel bintang lima di kota Bandung, dia adalah salah satu mantan DEATH saat kepemimpinan ayah Ryn." Ujar Lars.
" Dia salah satu pelaku yang ikut menghabisi nyawa orang tua kandung Ryn, dan dia di temukan tewas saat kita sudah mendapatkan identitasnya, kemarin malam. Entah sebuah kebetulan atau memang dia di bunuh untuk menutupi sesuatu kita akan menyelidikinya." Ujar Lars.
" Baik tuan muda." Ujar Roco .
" Dan dalam hal ini, kita akan bekerja sama dengan Lodra, dia ahli pemrograman." Ujar Lars.
" Baik." Ujar Roco lagi.
TO BE CONTINUED..