A Girl Entangled In Memories

A Girl Entangled In Memories
EPS. 33. First Kiss.



Lars membuka pintu kamar rawat Ryn, dan terlihat Ryn yang sedang tertidur lelap. Ia mendekat dan duduk di tepi ranjang rumah sakit sembari memandangi kekasihnya itu.


Lars merebahkan dirinya di samping Ryn sembari memandangi wajah cantik Ryn yang tertidur lelap. Tangan Lars terulur dan menyingkirkan anak rambur di pipi Ryn, tetapi hal itu membuat Ryn terbangun.


" Kamu terbangun, sayang? Maaf aku mengganggumu." Ujar Lars. Ryn tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya.


" Kamu sudah selesai?" Tanya Ryn, dan Lars mengangguk.


" Aku terlalu merindukanmu." Ujar Lars, kemudian ia membawa tubuh Ryn ke dekapan nya.


" Tidurlah lagi, aku sudsh mengganggu tidurmu." Ujar Lars sambil menciumi kepala Ryn.


" Aku tidak terganggu, justru kepalaku pusing karena terlalu banyak tidur." Ujar Ryn.


" Kamu ingin jalan jalan keluar?" Tanya Lars sembari melerai pelukan nya dari tubuh Ryn.


" Tapi ini sudah malam." Ujar Ryn.


" Kalau begitu kita begini saja." Ujar Lars, dan kembali memeluk Ryn.


Ryn terdiam, kemudian dia tersenyum sendiri, ia merasa nyaman berada di dalam pelukan Lars.


" Bagaimana dengan permintaanku?" Ujar Lars tiba tiba.


" Permintaan apa?" Tanya Ryn mendadak lupa.


Padahal sebelumnya Ryn terus terusan terpikirkan dengan permintaan Lars yang memintanya di panggil sayang, Ryn terus berpikir hingga akhirnya dia tertidur.


" Kamu berjanji padaku, bahwa kamu akan memanggilku sayang, setelah aku kembali." Ujar Lars, dan Ryn langsung menelan ludahnya.


" I-itu.." Gumam Ryn gugup.


" Aku mendengarkan nya." Ujar Lars, sambil melerai pelukannya lagi dari Ryn dan menatap mata Ryn yang saat ini bergerak tidak menentu.


" Sayang.." Ujar Lars, dan Ryn justru tersipu malu.


Lars menatap lucu Ryn yang saat ini sesang tersipu malu, sangat menggemaskan sekali kekasihnya itu. Ryn sendiri mencoba menenangkan degup jantungnya yang saat ini tidak terkendali.


' Bisa serangan jantung aku lama lama.' Batin Ryn.


Ryn kemudian memberanikan diri menatap Lars, yang saat ini juga menatap dirinya dengan tersenyum manis, kemudian..


" S- sa- sayang." Ujar Ryn lirih namun masih dapat di dengar Lars.


" Apa? Aku tidak dengar." Ujar Lars menggoda Ryn.


" Sa- sayang.." Ujar Ryn, dan Lars kembali seolah tidak mendengar, dia mengusap telinganya yang tidak gatal.


" Aku tidak dengar sayang, bisakah sedikit lebih keras?" Ujar Lars.


" Kamu mengerjaiku?" Ujar Ryn sedikit kesal.


" Aku sungguh tidak dengar." Ujar Lars dengan wajah polos, akhirnya Ryn menghela nafas dan mengumpulkan keberaniannya.


" Lars sayang." Ujar Ryn, dan Lars tersenyum mendengarnya.


" Aku mencintaimu, Ryn Gladys.." Ujar Lars dan menyatukan bibirnya pada bibir Ryn.


Mereka berciuman untuk yang pertama kalinya. Pertama kali bagi Lars, juga bagi Ryn. Keduanya tenggelam dalam manisnya cinta mereka berdua.


" Tidurlah.." Ujar Lars, ketika sudah melepaskan ciuman nya, dan memeluk tubuh Ryn. Akhirnya keduanya tidur sambil berpelukan.


Mereka berpelukan sepanjang malam, bahkan Lars tidak sedikitpun melepaskan Ryn dari pelukan nya. Sampai akhirnya matahari menyingsing dan mengenai mata Ryn.


Ryn yang terganggu dengan cahaya matahari pun perlahan menggeliat dan perlahan membuka matanya. Ketika Ryn hendak bergerak, ia merasakan seauatu yang berat menimpa perutnya.


Ryn melihat dan merabanya, rupanya itu adalah tangan besar Lars yang melingkar di perutnya. Ryn menengadah ke atas dan melihat wajah tampan Lars yang masih terlelap.


' Astaga.. Apakah semalaman kami tidur dengan posisi seperti ini? Bagaimana jika ada yang masuk kemari nanti.' Batin Ryn.


" Bagaimana bisa Tuhan menciptakan makhluk sesempurna dia." Gumam Ryn.


Tangan Ryn terulur dan menyentuh bibir Lars, seketika dia ingat dengan kejadian ciuman pertama mereka semalam.


" Sampaikapan kamu hanya melihatku begitu, sayang. Apakah kamu tidak ingin ciuman selamat pagi, hm?" Ujar Lars tiba tiba dengan suara bass serak khas bangun tidurnya, sampai Ryn terkejut.


" Astaga! Kamu mengejutkan aku." ujar Ryn, dan Lars terkekeh.


" Kamu meraba bibirku, memandangi wajahku sejak tadi, apakah kamu ingin melakukan sesuatu padaku?" Ujar Lars menggoda.


Lars mengeratkan pelukannya di tubuh Ryn, dan membawa Ryn masuk ke dekapannya.


" Mana ada.. Kamu tidur semalaman disini? Bagaimana jika ada yang masuk dan melihat kita nanti." Ujar Ryn.


" Tidak masalah, mereka tidak akan berani masuk tanpa izin dariku." Ujar Lars dengan mata terpejam.


Benar, ketika Lars sudah nerucap.. Apa yang tidak akan terjadi, maka bisa terjadi. Semalam Lars memberitahu Roco untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam ruang rawat Ryn sampai Lars memberi izin.


Jadi baik itu Dokter maupun perawat, tidak ada yang masuk kedalam ruang rawat Ryn.


" Bagaimana perasaanmu saat ini, sayang? Apakah kamu masih merasakan sakit kepala?" Tanya Lars, dan Ryn menggeleng.


" Aku baik baik saja, aku tidak sakit." Ujar Ryn.


" Kita lakukan pemeriksaan pagi ini, jika Dokter bilang kamu baik baik saja, maka kita akan pulang." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk.


Lars mengecup singkat bibir Ryn kemudian bangun dari posisinya. Sebenarnya Lars merasa kesakitan di seluruh badannya, bagaimanapun itu ranjang rumah sakit yang tidak sesuai dengan panjang tubuhnya.


Lars meneguk air dingin dari lemari pendingin yang tersedia di sana. Jakun nya naik turun selama Lars meneguk air putih itu, dan itu tidak sedikitpun terlewat dari pandangan Ryn.


" Kamu mau minum?" Tanya Lars, yang menyadari tatapan Ryn.


" Tidak." Ujar Ryn.


" Aku akan panggil dokter untuk memeriksa kondisimu, jika kamu sudah boleh pulang, maka kita akan pulang hari ini." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk antusias.


Lars menekan sebuah tombol, untuk memanggil dokter, dan tak lama Dokter pun datang ke kamar Ryn.


" Selamat pagi tuan Lars, nona Ryn." Sapa dokter.


" Pagi, Dok." Ujar Ryn.


" Tolong periksa kondisinya, apakah dia boleh pulang hari ini atau tidak." Ujar Lars.


" Baik tuan." Ujar Dokter.


Dokterpun memeriksa Ryn, memang pada dasarnya Ryn tidak sakit parah, hanya dia demam tinggi sampai tidak sadarkan diri selama dua hari. Dokter mengangguk angguk ketika sudah mendapati hasilnya.


" Nona Ryn sudah baik baik saja, tekanan darah sudah normal kembali, juga suhu tubuhnya sudah normal." Ujar Dokter.


" Jadi saya boleh pulang?" Ujar Ryn pada Dokter.


" Anda boleh pulang, nona." Ujar Dokter, dan Ryn tersenyum senang.


" Aku akan beritahu Roco untuk bawa pakaian ganti kita." Ujar Lars.


Lars mengirimi pesan pada asisten pribadinya itu untuk membawakan pakaian ganti termasuk alat alat mandi.


Dan di tempat lain, Roco yang sudah berpikiran negatif pun tersenyum senyum sendiri ketika mendapati pesan dari Lars.


" Ck! Dasar tuan muda. Padahal nona Ryn masih sakit, baru di terima jadi kekasih nona Ryn, dia langsung melepas sisi liarnya."Gumam Roco.


" Sudahlah, semakin cepat mereka berproses, semakin cepat aku akan melihat tuan muda kecil. Bagaimana ya kira kira hasil kombinasi dari mereka.. " Ujarnya lagi lalu bersiul dan pergi dengan gembira.


TO BE CONTINUED...