
Ke esokan harinya..
Ryn sudah pulih dari sakit perutnya, meski masih dalam periode, tetapi sudah tidak sakit seperti awal dia datang bulan. Ryn juga sudah mulai beraktivitas seperti biasanya.
Dan hari ini, dia juga berencana akan pulang kembali ke kediaman lama Paul dengan di bantu oleh Lars bersama dengan ketiga binatang peliharaan nya.
'' Sayang, kamu sudah siap?'' Tanya Lars.
'' Sudah, ayo.'' Ujar Ryn.
Ryn turun kebawah dan terlihat Peet yang sedang duduk di ruang tengah sedang menonton tv. Ryn sebenarnya sudah nyaman tinggal di sana, apalagi ada Peet yang sudah seperti kakeknya sendiri, bisa mengobati rasa rindu akan hadirnya sosok ayah bagi Ryn.
'' Kakek, Ryn pulang ke rumah Ryn dulu, ya?'' Ujar Ryn ketika sudah duduk di sebelah Peet.
'' Kamu mau pulang, nak? Sering seringlah datang kemari melihat kakek.'' Ujar Peet yang juga sudah sangat menyayangi Ryn.
Hebatnya, Peet bahkan bisa mengingat Ryn setiap hari walau dia mengalami alzheimer yang parah. Sementara Roco yang setiap hari dan sudah sejak dulu bersama dengan Lars saja Peet tidak ingat dan selalu lupa dengan nama Roco.
''Ryn akan sering datang kemari nanti, kek. Jaga kesehatan kakek, ya..'' Ujar Ryn.
'' Iya, nak.. hati hati di jalan.'' Ujar Peet dan Ryn mengangguk. Ryn pun memeluk Peet dengan sayang, lalu pergi dari sana.
Ketiga binatang peliharaan Ryn juga sudah di masukan kedalam kandang dan di masukan ke mobil box besar dan di bawa ke kediaman Paul. Ryn dan Lars pun menyusul dari belakang dengan iringan mobil pengawal Lars.
' Sebenarnya aku penasaran dengan rencana kakak dan Lars, tapi jika mereka menyembunyikan nya serapat ini, bagaimana caraku mengetahui rencana mereka. ' Batin Ryn.
Akhirnya mereka berdua sampai di kediaman paul, Ryn tersenyum ketika akhirnya bisa melihat lagi rumah masa kecilnya itu. Rumah Paul sudah bersih dan bahkan warna catnya di perbaharui, meski warna catnya masih sama, tetapi cat itu baru.
'' Aku pernah berkata kepadamu saat kamu menolongku di pekarangan belakang rumahmu, bahwa aku akan lewat pintu depan rumah ini, dan kamu panik." Ujar Lars, ketika sudsh turun di halaman depan rumah Paul.
" Saat itu ingin rasanya aku bertemu dengan papamu dan mengatakan bahwa aku mencintai putrinya.'' Ujar Lars menatap Ryn sangat dalam.
'' Tapi aku tidak bisa melakukannya, karena saat itu posisiku adalah penyusup. Kini aku bisa dengan bangga mengatakan pada papamu bahwa aku mencintai putrinya, tapi sayangnya aku tidak bisa menemuinya.'' Ujar Lars.
Mendengar itu, air mata Ryn jatuh menetes. Ia kembali mengingat moment ketika dirinya menyembunyikan Lars dari Paul agar Paul tidak melihat Lars. Ada rasa rindu yang membuncah di hati Ryn, yang muncul dengan tiba tiba.
'' Papa pasti senang jika dia mengenalmu. '' Gumam Ryn sambil tersenyum.
'' Sudah lama kita tidak mengunjunginya, bagaimana jika kita mengunjunginya besok.'' Ujar Lars, dan Ryn tersenyum mengangguk.
'' Jangan menangis sayang, papamu sudah bahagia di sana. Dia hanya ingin melihat kamu tersenyum, jadi jangan menangis.'' Ujar Lars, dan menghapus air mata Ryn.
'' Selamat datang nona Ryn, saya adalah pelayan di rumah ini.'' Ujar seorang gadis yang seumuran dengan Ryn.
'' Siapa namamu?'' Tanya Ryn.
'' East, nona.'' ujar gadis pelayan yang rupanya bernama Timur.
'' East??'' Ujar Ryn memastikan pendengaran nya, dan pelayan itu mengangguk.
' Kenapa kakak mencarikan aku seorang pelayan yang sangat muda, sepertinya dia seusia denganku.' Batin Ryn.
'' Mari nona.'' Ujar East dan Ryn mengangguk.
Lars bisa tahu dengan sekali pandang bahwa gadis bernama East itu adalah seorang yang juga ahli bela diri, tubuh East nyaris seperti laki laki jika saja East tidak berwajah feminin, apalagi rambut East juga seperti laki laki.
Ketiganya masuk kedalam kediaman Ryn, semua sudah rapih kembali, tidak terlihat sama sekali bekas bekas pertumpahan darah yang terjadi saat Ryn menghabisi penghianat yang merupakan anak buah Sam saat itu.
'' Aku sudah di rumah, bukankah kamu bilang kamu harus ke perusahaan setelah mengantarku?'' Ujar Ryn.
'' Tidak apa apa, dan lagi pula aku tidak sendirian, ada East bersamaku.'' Ujar Ryn.
Sejujurnya Lars enggan meninggalkan Ryn, tapi jika dia tidak pergi maka rencana nya tidak akan berjalan sesuai dengan perhitungan nya.
'' Kalau begitu aku pergi dulu, jika kamu butuh sesuatu atau ada sesuatu yang terjadi di sini, segeralah hubungi aku, apa kamu mengerti, sayang?'' Ujar Lars.
'' Iya, tidak akan ada yang terjadi kepadaku Lars, jangan terlalu khawatir berlebihan.'' Ujar Ryn sambil terkekeh.
'' Kalau begitu aku pergi dulu, nanti malam aku akan datang kemari.'' Ujar Lars, dan Ryn mengangguk sambil tersenyum manis.
Akhirnya Lars pun pergi, Lars memberi kode mata pada Roco untuk meninggalkan sebagian pengawal gelapnya untuk melindungi Ryn, walau sebenarnya Lodra sudah menempatkan ketujuh anak buah barunya itu. Setelah Lars pergi, wajah lembut Ryn perlahan menjadi dingin dan dengan tiba tiba Ryn menyerang East.
East yang terkejut pun langsung menghalau serangan Ryn, setelahnya East langsung duduk dan menundukkan kepalanya sembari berkata..
'' Maaf nona, saya tidak bermaksud melawan nona.'' Ujar East ketakutan.
' Kenapa dia begitu ketakutan, apa kakak begitu ketat pada anak buah barunya?' Batin Ryn.
" Kau melukaiku." Ujar Ryn, dan memang benar, pergelangan tangan Ryn yang putih itu membekas biru karena halauan dari East.
" Nona, tolong maafkan saya, saya tidak bermaksud melukai nona, saya minta maaf." ujar East dengan begitu ketakutan.
" Kalau begitu, bisakah kamu lakukan satu hal untuku?" tanya Ryn.
" Katakan saja apa yang nona ingin saya lakukan, saya akan melakukannya asal jangan pecat saya." Ujar East.
Ryn tersenyum tipis mendengarnya, dia tidak bermaksud memanfaatkan ketakutan East, ia hanya ingin mencari informasi.
" Katakan, apakah kamu sebenarnya adalah seorang anggota kakak ku, dan bukan pelayan?" Ujar Ryn.
East memejamkan matanya, bodihnya dia bisa ketahuan di awal pertemuannya dengan Ryn.
" Jawab jujur, atau aku katakan pada kakakku bahwa kau menyakitiku." Ujar Ryn.
" Iya, nona." Ujar East akhirnya, Ryn tersenyum lalu kemudian ia berjongkok di hadapan East.
'' Tidak apa apa, kamu merespon serangsnku dengan bagus, aku hanya sedang mengetesmu.'' Ujar Ryn.
'' Jadi kamu adalah seorang ahli bela diri juga? kenapa kamu bekerja menjadi seorang pelayan?'' Tanya Ryn mulai mengorek informasi.
East tampak gugup, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan ketahuan begitu cepat oleh Ryn.
" Tidak ada alasan khusus, nona. Saya ymbanya di minta untuk melindungi nona saja." Ujar East.
' Apa kakak gidak mengikut sertakan East dalam hal ini? ' Batin Ryn.
" Bangunlah, aku tidak akan mengatakan apapun pada kakakku." Ujar Ryn, dan East langsung merasa lega.
" Terimakasih nona." Ujar East.
" Aku masuk ke dalam dulu." Ujar Ryn, dan langsung pergi dari sana meninggalkan East.
' Rupanya nona Ryn adalah ahli bela diri asli, aku pikir tuan melebih lebihkan kemampuan nona Ryn, tapi ternyata sungguhan.' Batin East.
' Pentingnya tidak boleh meremehkan seseorang dari penampilan luarnya, aku yakin nona Ryn adalah master.' Batin East.
TO BE CONTINUED..