A Girl Entangled In Memories

A Girl Entangled In Memories
EPS. 73. AKUARIUM



Setelah Ryn dan Lars menghabiskan setengah hari di kebun binatang, kini keduanya sedang mendatangi sebuah akuarium besar di Jakarta.


Ryn yang tidak pernah melihatnya pun begitu senang ketika ia melihat berbagai jenis ikan berenang. Ryn benar benar bebas mengekspresikan dirinya, dan Lars sama sekali tidak melarang ini dan itu.


" Keren.." Ujar Ryn ketika sudah mengambil beberapa foto selfie bersama ikan ikan.


" Lars, ayo foto berdua." Ujar Ryn.


Padahal mereka sejak tadi juga sudah foto berdua di sana, tapi Ryn seakan tidak mau melewatkan satu jenis ikan pun untuk di foto. Dan Lars, dis menurut saja dengan Ryn.


" Ya ampun, mereka manis sekali." Ujar salah satu pengunjung.


Lars mulai risih ketika di tatap sedemikian rupa oleh para wanita, untung ada Ryn di sebelahnya, kalau tidak, wanita wanita itu mungkin akan mendapatkan tatapan sadis dari Lars.


" Sudah, sayang? Ayo kita makan, ini sudah siang." Ujar Lars.


" Tapi aku masih ingin melihat mereka." Ujar Ryn dengan wajah imut menyedihkannya.


Lars sampai tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. ' Astaga imutnya.' Batin Lars.


" Kita makan siang di sini, aku sudah pesan tempat." Ujar Lars, dan Ryn langsung sumringah.


" Sungguh?" Ujar Ryn dan Lars mengangguk.


" Kalau begitu, ayo." Ujar Ryn dengan senang.


Dan ya, mereka akhirnya duduk tepat di tenga akuarium besar itu, tapi ada satu hal yang membuat Ryn bingung dengan sekitar.


" Kenapa di sini sepi sekali? Perasaan di tempat yang sebelumnya sangat ramai." Ujar Ryn bertanya tanya.


" Aku memesannya, agar kamu bisa puas melihat semua ikan ikan.. itu." Ujar Lars mengernyit ketika melihat sesuatu di belakang Ryn.


" Kenapa? Kenapa wajahmu aneh begitu?" Ujar Ryn. Ryn hendak melihat kebelakang hingga..


" Jangan lihat, kebelakang.." Tapi terlambat, Ryn sudah lihat.


" Waahh.. mermaid, ada mermaid pria di sini, Lars." Ujar Ryn dengan senyum sumringah.


Lars memijat keningnya, dia berniat menjauhkan Ryn dan dirinya dari tatapan semua orang, juga ingin makan siang dengan romantis bersama Ryn, kini justru perhatian Ryn teralihkan oleh putra duyung yang sedang berenang renang di belakang Ryn.


' Astaga.. Kenapa harus ada makhluk duyung jadi jadian di sini.' Batin Lars.


" Hai.." Ujar Ryn melambai lambaikan tangannya.


Putra duyung itu juga memiliki wajah yang tampan, dia tersenyum pada Ryn di dalam air dan membuat hati dari gelembung air untuk Ryn.


" Lars, tolong fotokan aku dengan putra duyungnya." Ujar Ryn memberikan ponselnya.


" Tidak mau." Ujar Lars.


" Kenapa? Aku ingin foto dengan putra duyung." Ujar Ryn menyedih.


" Kamu di larang foto dengan pria lain." Ujar Lars, menunjukan kecemburuannya.


" Astaga, hanya duyung.." Ujar Ryn.


" Tetap saja aslinya dia pria, kamu hanya boleh foto denganku saja." Ujar Lars, dan Ryn terkekeh.


Kecemburuan Lars sudah setingkat lemon, sangat asam. Bahkan Lars tak tanggung tanggung menatap tajam putra duyung yang masih saja berenang renang di belakang Ryn.


Putra duyung itu pun hanya bisa menatap bingung pada Lars, dia tidak tahu kenapa Lars menatapnya begitu tajam, tapi dia mencoba profesional dan membuat gelembung juga untuk Lars.


" Lars.. Kamu cemburu pada semua hal." Ujar Ryn sambil terkekeh.


" Dia pria, sayang.. pria mana yang tidak cemburu kekasihnya lebih memperhatikan pria lain." Ujar Lars, menjadi mode merajuk.


" Iya.. iya.. aku kekasihmu seorang." Ujar Ryn senyum senyum.


" Bye.. " Ujar Ryn pada putra duyung itu, putra duyung itu pun berenang menjauh.


" Sudah pergi, kan? " Ujar Ryn masih saja tersenyum, karena dia merasa lucu melihat Lars yang begitu berwajah asam.


" Sayang, sudah.. dia sudah pergi." Ujar Ryn dan seketika Lars menjadi tersenyum.


" Ekhem! Kamu panggil aku apa tadi?" Ujar Lars.


" Tidak ada siaran ulang." Ujar Ryn sambil terkekeh.


" Sayang.." Lars merengek.


" Mulai sekarang, panggil aku sayang." Ujar Lars mutlak.


" Iya, ya sudah.. ayo makan." Ujar Ryn.


Lars melambaikan tangannya, dan keluarlah makanan makanan yang Lars pesan. Entah bagaimana caranya Lars yang sejak tadi bersama Ryn bisa memesan tempat juga makanan dari sana. Jangan heran, orang kaya mah bebas.


Akhirnya mereka berdua pun makan siang di tengah tengah akuarium raksasa dengan ikan ikan kecil berwarna warni yang berenang renang di sana.


Hingga akhirnya mereka selesai, dan kini mereka keluar dari akuarium itu.


" Desaigner gaun sudah datang ke rumahmu, ayo kita pulang." Ujar Lars.


" Yah.. Padahal aku ingin melihat matahari terbenam." Ujar Ryn.


" Kamu akan kelelahan sayang.. besok aku akan bawa kamu ke wahana dan melihat matahari terbenam, sekarang kita ukur dulu tubuhmu." Ujar Lars.


" Baiklah.." Ujar Ryn senang.


Akhirnya Lars dan Ryn pun mengendarai mobilnya dan pergi dari sana. Karena cuacanya sedikit mendung, Ryn membuka atap mobilnya hingga kini rambutnya berkibar bebas di udara.


Ryn memakai kaca mata hitamnya dan menikmati udara yang menerpanya, Lars hanya bisa tersenyum ketika melihat Ryn yang begitu mengagumkan itu menikmati udara.


' Aku pernah sangat ingin menikmati hal seperti ini dulu, menyenangkan. Kini aku bisa merasakannya, setelah bertemu Lars. ' Batin Ryn.


Hingga akhirnya keduanya sampai di kediaman Ryn, dan benar saja, sudah ada mobil dari desainer ternama yang terparkir di pekarangan rumah Ryn. Tiba tiba ponsel Lars berdering, dan itu dari Roco.


" Sayang, aku angkat panggilan dadi Roco dulu." Ujar Lars.


" Oke, aku akan menemui desainer itu lebih dulu." Ujar Ryn dan berlari kecil masuk kedalam rumah.


Desainer itu terlihat kurang ramah saat melihat Ryn, karena seumur umur dia berkarir, dia tidak pernah di buat menunggu oleh pelanggan selama itu.


" Halo, apakah anda sudah lama datang? Maaf membuat anda menunggu. " Ujar Ryn ramah.


" Jika tidak bisa tepat waktu, sebaiknya anda tidak usah membuat janji, nona. Waktu saya terbuang hanya untuk menunggu anda seorang." Ujar Desainer wanita itu culas.


Desainer itu juga tampak masih muda, penampilannya sangat bertolak belakang dengan Ryn yang saat ini sedang berpenampilan kasual, dia terlihat dewasa, anggun, dan cantik.


" Maaf, aku bahkan baru tahu bahwa anda sudah ada di rumahku." Ujar Ryn dengan senyum nya.


" Tidak heran.." Gumam Desainer itu menatap rendah Ryn.


Ryn merasa bahwa wanita di hadapannya itu tidak menyukainya, padahal dia sudah meminta maaf karena membuat wanita itu menunggu, tetapi wanita itu memandang Ryn dengan rendah.


" Ayo kita mulai mengukur." Ujar desainer itu.


Desainer itu menginstruksikan asistennya untuk mencatat, sementara dirinya sendiri yang mengukur tubuh Ryn. Desainer itu bahkan melakukan pekerjaan nya dengan kasar tanpa keramahan sedikitpun.


" Angkat kedua tangan anda." Ujar Desainer itu dengan nada datar.


Ryn pun menurut dengan sabar, karena disini memang dia yang sudah membuat desainer itu menunggu. Tapi tiba tiba dengan sengaja desainer itu menggoreskan ujung kuku panjangnya di lengan Ryn.


" Aw!" Ujar Ryn kesakitan, tetapi desainer itu seolah tidak merasa bersalah sama sekali.


" Nona, saya akui di sini saya salah telah membuat anda menunggu, tapi apakah anda tidak bisa profesional saat mengerjakan pekerjaan anda?" Ujar Ryn.


" Tidak perlu begitu berlebihan, saya tidak sengaja." Ujar desainer itu.


" Lepaskan tanganmu darinya." Ujar Lars tiba tiba masuk.


Desainer itu langsung terkejut ketika melihat seorang Lars Hunter berdiri tak jauh darinya.


" Tuan Lars?" Gumam desainer itu senang.


Lara menarik tangan Ryn dengan lembut dan melihat goresan luka di lengan nya. Lengan putih Ryn mengalir darah saat ini.


" Mulai hari ini, brand mu tidak akan ada di manapun." Ujar Lars, dan desainer itu langsung pias.


" Tuan, apa salah saya? Saya tidak menyinggung tuan." Ujar desainer itu.


'' Kau sudah menyakiti calon istriku, bawa mereka pergi.'' Ujar Lars pada pengawal Ryn dan para pengawal Ryn pun mengangguk.


''Tuan, saya minta maaf, saya tidak mengenali calon istri anda, tuan Lars, saya mohon.'' Ujar desiner itu sambil di seret pergi.


TO BE CONTINUED..