
Ke esokan harinya..
Di kediaman utama keluarga Hunter, tepatnya di rumah Peet. Sebuah acara megah dan mewah tengah di gelar. Itu adalah acara pertunangan Ryn dan Lars.
Pertunangan itu di lakukan di sana, karena mengikuti keinginan Peet, Peet ingin agar istrinya yang sudah meninggal ikut melihat pertunangan cucu kesayangannya itu.
Di kamar lama Lars, Ryn sedang di make up oleh Lusi. Lusi maju di garda terdepan untuk hal make up, apalagi merias Ryn.
" Nona, aku sangat merasa bahagia dengan pertunangan kalian. Sungguh, dulu tuan bukan orang yang hangat, apalagi dekat dengan wanita." Ujar Lusi dengan nada gemulai seperti biasanya.
" Nona tahu, dulu aku sempat mengira bahwa kami satu server." Ujar Lusi sambil menutup mulutnya.
" Jadi, apakah itu berarti aku merebut Lars darimu?" Tanya Ryn sambil tersenyum.
" Sepertinya begitu." Ujar Lusi, dan keduanya tertawa terbahak.
" Adik, apakah kamu sudah selesai?" Tanya Lodra daei luar kamar.
" Aduh tuan tampan, kalau mau lihat kemarilah masuk." Ujar Lusi berteriak dengan suara sebenarnya.
Ryn sampai terkejut karena suara Lusi saat menjadi wanita sangat berbeda dengan suara Lusi saat menjadi sejatinya.
Lodra masuk dan terpaku ketika melihat Ryn yang sangat cantik dan mengagumkan.
" Bagaimana? Cantik, kan??" Ujar Lusi dengan suara wanita.
" Adik, kamu sangat cantik." Ujar Lodra pada Ryn.
" Ayo, acaranya akan segera di mulai." Ujar Lusi.
Dan kini Lars yang sudah siap dengan jas hitamnya pun datang menjemput Ryn di kamarnya.
Lars terpaku beberapa saat ketika melihat Ryn nya yang saat ini berdiri di hadapannya.
" Tuan, jangan meninggal dulu, kalian belum menikah." Ujar Lusi, dan semuanya tertawa.
Namun Lars justru tersenyum penuh haru, bahkan matanya berkaca kaca.
" Kamu mengagumkan, sayang." Ujar Lars.
" Ayo kita turun, para tamu sudah sangat penasaran dengan kalian semua." Ujar Lusi.
Akhirnya semua orang pun turun. Semua tamu yang melihat Ryn turun dari tangga begitu terpukau dengan kecantikan Ryn.
" Wah.. nona Ryn sangat cantik." Ujar salah satu tamu.
" Mereka memang takdir, cantik dan tampan.. Ya Tuhan.. ini adalah kesempurnaan yang sabenarnya." Ujar yang lain.
Acara pertunangan itu pun di langsungkan, Lars menyematkan cincin di jari Ryn lalu mengecupnya.
" Tunggu! Kenapa kalian tukar cincin sebelum di berkati." Ujar suara seorang pria.
Seketika tamu menjadi bingung, rupanya pria itu adalah pendeta yang bertugas menikahkan seseorang.
" Kenapa ada pendeta di pertunangan?" Ujar seorang tamu.
Roco pun mendatangi pendeta yang tampak berdiri kebingungan.
" Pendeta, siapa yang mengundang anda?" Tanya Roco.
" Tuan Hunter, beliau mengatakan bahwa cucunya akan menikah hari ini, dan meminta saya untuk menikahkan mereka. Lalu kenapa kalian sudah tukar cincin? Tidak boleh menikah sendiri, nak." Ujar pendeta.
" Kakek yang memanggil pendeta, nak. Kamu dan cucu mantu akan menikah hari ini, bukan??" Ujar Peet.
Lars menepuk keningnya, kakeknya memberi tahu pendeta kabar yang salah. Peet yang pikun itu tidak mampu mengingat dengan baik, dan malam memberi tahu pendeta kabar pernikahan.
" Kalau begitu kita menikah saja hari ini." Ujar Ryn.
Seketika semua tamu terkejut mendengarnya, undangan pertunangan justru menjadi pernikahan.
" Sayang, kita belum menyiapkan segalanya." Ujar Lars.
" Hari ini adalah hari pertunangan sekaligus pernikahan kami." Ujar Ryn pada semua tamu.
Semua orang pun bertepuk tangan mendengarnya, mereka akan menyaksikan acara bersejarah keluarga Hunter. Pertunangan dan pernikahan yang di langsungkan dalam satu waktu.
" Kalau begitu kita lanjutkan acaranya." Ujar Lars.
Dan akhirnya acara itu di lanjutkan. Setelah sesi petunangan selesai, Ryn kembali mauk ke kamar dan melakukan make up lagi untuk pernikahan dadakan mereka.
" Nona, silahkan ganti gaun anda dengan gaun pernikahan.'' Ujar Lusi.
'' Ha? aku belum membuat gaun pengantinku.'' Ujar Ryn..
'' Itulah gunanya anda memiliki saya, apa yang mustahil menjadi tahil.'' Ujar Lusi sambil terkekeh.
'' Kalian, tolong bantu nona Ryn untuk berganti gaun.'' Ujar Lusi pada beberapa pelayan kediaman itu yang sudah Lusi panggil.
'' Baik.'' Sahut para pelayan.
Akhirnya Ryn pun di bantu para pelayan untuk berganti gaun, salah satu pelayan membawa gaun beukuran besar itu masuk ke dalam kamar. Ryn sampai menutup mulut melihatnya, gaun itu sangat indah. Sementara Lusi, dia menunggu di luar karena dia laki laki pada dasarnya.
Sementara di kamar lain, Lars sedang menepuk berulang kali dadanya, berusaha untuk menghilangkan kegugupan di hatinya. Dia tentu sangat senang karena akhirnya dia akan menikahi gadis yang sangat di cintainya itu, namun entahlah.. dia merasa sangat gugup.
'' Adik ipar, ini stelan yang Lusi titipkan padaku, kau bergantilah.'' Ujar Lodra yang sudah memanggil Lars sebagai adik ipar.
'' Kenapa di ganti dengan putih? Gaun Ryn berwarna rose gold.'' Ujar Lars.
'' Percaya lah kepada kami.. '' Ujar Lars, sambil menepuk pundak Lars.
'' Ayo ganti, waktu kita tidak banyak.'' Ujar Lodra sambil terkekeh.
Lars pun akhirnya mengangguk, Lodra keluar dari ruangan Lars dan lars pun mengganti stelan hitamnya menjadi putih.
Di luar, semua dekorasi di sulap dengan waktu singkat, hanya dua jam.. semua dekorasi yang sebelumnya adalah bunga berwarna warni, kini menjadi serba putih. Semuanya di sulap menjadi altar pernikahan yang sangat mewah, beruntungnya kediaman Peet luas, hingga bisa menjadi aula pernikahan yang megah.
'' Tok! tok! tok!'' Pintu kamar Lars di ketuk oleh Roco.
'' Tuan, sudah waktunya.'' Ujar Roco.
'' Oke.. '' Sahut Lars. Lars keluar dan terkejut dengan nuansa di kediaman kakeknya itu.
'' Bunganya, siapa yang menggantinya?'' Tanya Lars.
'' Kami, para tim gerak cepat.'' ujar Roco.
'' Tuan, terkejutnya nanti saja, sekarang ayo kita turun ke aula, semua orang sudah menunggu di sana.'' Ujar Roco dan langsung menyeret tangan Lars.
Dalam seumur hidup, itu adalah pertama kalinya Roco berani menarik narik bosnya yang sedingin kutub utara itu. Roco benar benar sangat senang dengan pernikahan Ryn dan Lars. Sepanjang jalan, Lars sungguh terkejut dengan dekorasi yang bisa berubah dengan waktu sesingkat itu.
'' Pengantin pria datang.'' Teriak Roco. Semua orang pun bertepuk tangan melihat bagaimana tampan nya Lars dengan langkah kaki jenjangnya.
Lars memasang wajah datar, dan berdiri dengan tegap di altar pernikahan nya. Sebenarnya di dalam hati Lars saat ini begitu gugup dan bergemuruh.
" Tuan muda, jangan begitu gugup, nanti malam akan lebih gugup lagi." Ujar Roco nakal.
" Kurang ajar, kau." Ujar Lars.
Roco melihat ketegangan yang begitu besarnya dari wajah Lars, Roco tahu saat ini Lars sedang menahan haru, bahagia yang mungkin membuncah namun masih dia pendam. Alhasil Roco berusaha mencairkan suasana hati Lars, dengan ke nakalannya.
" Tuan, silahkan menghadap ke belakang." Ujar Roco.
Tanpa bertanya atau apa, Lars mengangguk dan berbalik menghadap ke belakang sesuai yang Roco katakan.
" Pengantin wanita di persilahkan masuk." Ujar pembawa acara yang tak lain adalah Lusi.
" Deg! Deg! Deg!" Jantung Lars bergemuruh.
Alunan musik pengiring pengantin pun di mulai, alunan nya membuat hati Lars semakin berdebar.
TO BE CONTINUED..