
Waktu berlalu..
Ryn sudah siap dengan dress medium sepanjang lutut berwarna putih tulang yang di siapkan oleh Lars. Ryn tampak anggun dan menawan dengan Dress itu.
Pada dasarnya, tubuh seseorang itu berbeda beda dan memiliki kelasnya masing masing. Bukan karena terlahir kaya jadi memiliki tubuh yang berkelas, orang biasa pun bisa memiliki tubuh yang berkelas.
Dan Ryn ini adalah definisi cantik yang sempurna, dia tinggi, putih, cantik, menarik, memiliki aura yang mahal. Paket lengkap berada di diri Ryn, selain dia cantik di luar, dia juga cantik di dalam. Meski kadang dia menjadi bengis ketika berhadapan dengan lawan nya.
Lars tersenyum kagum melihat betapa kekasihnya itu terlihat sangat cantik dengan medium dress yang dia pilihkan. Lars ingin menunjukan kelas Ryn pada para karyawannya, agar mereka tau diri dan tidak membandingkan Ryn dengan mereka.
Ryn tentu tidak tahu rencana Lars ini, ia pikir Lars hanya menyiapkan baju seperti biasanya saja.
" Kamu sudah siap?" Tanya Lars, dan Ryn mengangguk dengan senyum manis.
" Tapi kenapa aku pakai dress sebagus ini? " Tanya Ryn.
Karena Dress yang Ryn kenakan bukan hanya bagus, tetapi dari brand ternama dan itu merupakan limited edition. Orang awam mungkin melihat dress itu biasa saja, karena dress yang indah saat ini sangat umum di temukan di manapun.
Tetapi bagi mereka yang mengenal desain sekaligus desaigner yang membuat dress yang di gunakan Ryn, mereka pasti tahu dengan sekali pandang.
" Karena kamu cantik dan dress ini indah. Keindahan dan kecantikan adalah dua hal yang harus bersatu." Ujar Lars.
Entah dapat kata kata dari mana, Lars mengatakan hal yang terdengar seperti gombalan maut. Meski memang kenyataan nya benar bahwa keindahan dan kecantikan adalah dua hal yang harus bersatu, tapi ketika Lars yang mengatakan, itu terdengar...
" Uek, dapat kata kata manis dari mana kamu?" Ujar Ryn justru berpura pura muntah, dan Lars terkekeh.
" Aku mengatakan yang sebenarnya, sayang.. Ayo, kita harus pergi." Ujar Lars, sembari terkekeh.
Akhirnya keduanya pergi dari sana, dan karena posisinya sudah sore menjelang malam perusahaanpun sudah mulai sepi. Hanya ada beberapa orang yang masih lembur di perusahaan itu.
Semua orang yang melihat Ryn semakun kagum dengan kecantikan Ryn, apalagi dia mengenakan dress putih. Wajah cantiknya bagai dewi dengan rambut panjang bersntakan namun terkesan seksi yang di urai.
" Bodohnya tiga kryawan wanita yang membandingkan diri mereka dengan nona Ryn, tentu saja nona Ryn menang dalam semua aspek." Ujar salah seorang karyawan.
" Benar, masih baik nona Ryn tidak mengadu pada CEO.. Non Ryn memang orang baik." Ujar yang lain.
Ryn mendengarnya, tak hanya Ryn, Lars juga mendengar itu dan dia tersenyum puas mendengarnya.
" Brak!" Suara pintu mobil di tutup.
Mobilpun berjalan pergi menuju ke tempat dimana Lars mengajak Kriss bertemu.
Tak lama berkendara, mereka pun sampai di sebuah hotel mewah yang menyediakan restoran bintang lima di dalamnya. Lars menggandeng tangan Ryn dan berjalan di depan, sementara Roco si asisten dia berjalan di belakang keduanya.
" Selamat malam, apakah sudah ada reservasi?" Tanya pelayan restoran itu.
" Mereka tamu kami." Ujar seseorsng yang muncul di belakang karyawan wanita tadi.
" Oh, baik." Ujar pelayan.
" Tuwn dan nona, mari ikut saya." Ujar pria itu yang rupanya adalah anak buah Kriss.
Lars mengangguk dan kembali berjalan pergi memggandeng tangan Ryn. Setelah melewati beberapa meja, mereka sampai di sebuah ruang private yang Kriss pesan.
" Silahkan masuk, tuan dan nona." Ujar anak buah Kriss.
Pintu di buka, dan terlihat Kriss yang sedang duduk menunggu sendirian. Kriss langsung berdiri ketik melihat Lars dan Ryn yang berjalan masuk, Kriss terkejut ketika melihat wajah Ryn, wajahnya adalah kombinasi Wira dan Vitalia.
" Halo, tuan Hunter, dan ini.. pasti nona Ryn." Ujar Kriss, dan Ryn mengangguk.
" Mari, silahkan duduk." Ujar Kriss.
" Terimakasih." Ujar Ryn.
Kriss benar benar seperti merasa reuni dengan masalalunya, suara Ryn bahkan sama seperti suara Vitalia. Kriss bahkan terus memandangi Ryn dengan penuh haru.
" Bagaimana caranyaku memohon maaf kepadamu, nak.. Saya kembali teringat dengan dosa saya ketika melihatmu." Ujar Kriss.
Sementara Ryn hanya menatap Kriss yang menatapnya dengan penuh rasa bersalah. Ryn tidak memusuhi Kriss, tapi juga enggan dekat dengan Kriss, karena bagaimanapun Kriss juga salah satu orang yang ikut menghabisi ayah ibunya.
" Sejujurnya saya juga tidak tahu dengan apa anda bisa menebus kesalahan anda, anda telah ikut serta membunuh ayah ibuku." Ujar Ryn.
" Nyawa yang sudah hilang tidak bisa kembali.." Tambah Ryn.
Kriss menganggukkan kepalanya, memang benar.. Nyawa yang sudah hilang memang tidak bisa kembali, mau menyesalpun Kriss tidak memiliki kesempatan itu. Dia telah merenggut nyawa dua orang, dan membuat seorang anak kecil kehilangan orang tua nya.
Meski bukan hanya Kriss pelakunya dan bahkan bukan Kriss yang menembak Wira atau membunuh Vitalia, tetapi tangan Kriss sama kotornya dengan tangan pelaku lain nya. Tangan Kriss sama berdarahnya dengan pelaku lainnya.
" Tapi bisakah kamu memberikan saya kesempatan, nak?? Kesempatan untuk setidaknya saya menebus dosa saya walau dosa saya tidak akan tertebus." Ujar Kriss.
" Bisakah anda ceritakan awal mula mengapa kalian membunuh orang tuaku? " Tanya Ryn.
" Bisa.. Tentu bisa. Tapi mungkin jangan di sini, apa yang akan kita bicarakan itu sangat sensitif, dinding pun bertelinga, nak." Ujar Kriss.
" Pesankan satu kamar di hotel ini. " Ujar Lars pada Roco.
" Baik tuan muda." Ujar Roco dan langsung membuka tablet yang berada di tangannya untuk memesan sebuah kamar.
Kriss begitu senang, karena akhirnya dia memiliki kesempatan untuk menebus kesalahannya kepada Ryn, Kriss pernah bertekad, bahwa bila nanti dia bisa bertemu dengan Ryn, dia akan melindungi Ryn dari para mantan rekannya terutama Sam.
" Panggil pelayan." Ujar Lars pada Roco, dan Roco pun mengangguk.
Lars, Ryn dan Kriss pun akhirnya makan malam bersama, Kriss benar benar menunjukan ketulusannya, dia bahkan tahu makanan kesukaan Ryn adalah dumpling.
" Makanlah dumpling nya, nak. Saya meminta khusus di restoran ini untuk membuatkan dumpling." Ujar Kriss setelah semua makanan siap di meja.
" Anda tahu saya suka dumpling?" Tanya Ryn terkejut, karena selain Paul dan Lodra serta pelayan di kediamannya dulu, orang lain tidak ada yang tahu.
" Yah.. Ayahmu selalu berkata bahwa dia harus pulang untuk menyiapkan dumpling kesuakaanmu." Ujar Kriss sembari tersenyum.
" Ayahku yang membuatkannya?" Tanya Ryn.
" Ya, dia yang membuatkannya. Ibumu yang mengajari ayahmu, awalnya ibumulah yang membuatnya. Lalu suatu hari kamu sakit, dan meminta dumpling, dan kamu meminta ayahmu yang membuatnya. " Ujar Kriss.
" Dengan sigap ayahmu langsung belajar dengan ibumu, dia sangat berusaha keras saat itu, saya yang melihatnya sampai tidak percaya. Dia pemimpin... " Ujar Kris menggantung.
" Maaf, maksud saya ketua kami, tapi dia mau terjun di dapur demi putrinya." Ujar Kriss sedikit mengoreksi kata katanya yang hampir menyebut Wira dengan pemimpin mafia.
" Itu lasannya kamu sangat menyukai dumpling, sayang." Ujar Lars, dan Ryn mengangguk.
' Tidak aku sangka, papaku yang membuatkan aku dumpling. Rupanya ada pemicu mengapa aku sangat menyukai dumpling, itu karena ayahku.' Batin Ryn..
TO BE CONTINUED...