ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 77, Kematian Robbin dan Kemenangan Nicko.



Argh!


Uhuk…Uhuk…


Mega terbatuk-batuk karena tendangan keras di tubuhnya. Zanna mengambil pisaunya, mengangkatnya dan hendak menghunuskan ke arah Mega. Tapi sebelum pisau itu menyentuh Mega, tendangan dari samping membuat Zanna oleng dan terjatuh.


"Badjingan!" Marah Zanna dan bangun menatap seseorang yang menendangnya. Orang yang menendang Zanna mencoba membantu Mega bangun. 


"Bunuh dia. Aku tidak ingin melihatnya hidup," perintahnya pada pria itu yang tak lain Rubben.


"Tenanglah, kamu istirahat saja. Serahkan wanita itu pada ku," ucap Rubben dan di angguki Mega.


Zanna yang melihat Rubben datang di pertarungannya menatap sekeliling, mencari keberadaan Glen dan Faro. "Dimana mereka? Mungkinkah mereka berdua kalah?" Batin Zanna.


Rubben yang ada di depannya melihat Zanna yang nampak mencari sesuatu. Senyum nya terbit dibibirnya, ia tahu apa yang di cari Zanna. "Tidak perlu mencarinya. Karena aku sudah membunuhnya," ucap Rubben berbohong. Padahal Glen dan Faro masihlah hidup dan saat ini sedang bertarung dengan anak buahnya. 


Rubben pergi meninggalkan pertarungannya karena melihat Zanna yang dengan mudah mengalahkan Mega. Rubben ingin bertarung dengan wanita di depannya ini, mungkinkah masih sama kuatnya atau semakin lemah?


"Ayo selesaikan urusan kita," ucap Rubben dan langsung membuat Zanna memasang kuda-kuda. Ia tidak bisa menganggap sepele pria di depannya ini, karena pria di depannya ini pasti lah Rubben sebenarnya, seperti saat sebelumnya mengalahkan dirinya.


Rubben dengan santai maju untuk menyerang Zanna. Zanna yang melihat menatap pergerakan Rubben agar siap menangkis saat rubben menyerangnya. Rubben mengeluarkan pisaunya dan langsung menyerang Zanna.


Trang,


Zanna berhasil menangkis serangan itu menggunakan pisaunya. 


Trang,


Trang,


Trang,


Dengan kecepatan penuh kedua saling menyerang dan menangkis. Rubben yang melihat ketangkasan Zanna tertawa senang karena Zanna masih sama seperti dulu.


"Hahaha…..kau ternyata masih sama. Tapi tidak akan ku biarkan itu sama, karena aku ingin kau mati di tangan ku," ucap Rubben kembali menyerang. 


Pertarungan keduanya pun lebih sengit di bandingkan dengan pertarungan Zanna dan Mega. Mereka saling memukul, menendang dan menusuk.


Sreet…


Satu goresan pisau mengenai lengan Zanna. Zanna yang empuhat lengannya terluka hanya melihat sekilas dan setelah itu menyerang rubben kebali. 


Bug,


Zanna menendang dada Rubben, membuat pria itu mundur beberapa langkah. Rubben memgang dadanya nampak nyeri, namun dengan cepat ia merilekskan tubuhnya dan maju menyerang Zanna.


Bug, 


Bug,


Bug,


Zanna dan Rubben saling kena pukul, membuat keduanya mengeluarkan darah di sudut bibirnya. Zanna mengelapnya dan membuang ludah, tidak menyangka melawan Rubben sungguh membuatnya harus mengeluarkan banyak tenaga dan sekuat tenaga agar bisa mengalahkan pria itu.


"Ayo lanjutkan, aku suka pertarungan ini," ucap Rubben masih semangat bertarung dengan Zanna.


..


..


Sedangkan di tempat Nicko berada. Nicko yang bertarung dengan Robbin kini memenangkan pertarungan. Robbin saat ini, sedang berada dalam injakan kaki Nicko.


"Hanya seginikah kekuatan mu? Dasar lemah!" Ucap Nicko menginjak kepala itu dengan kuat. 


Namun saat mengingat Nicko juga akan kalah di tangan saudaranya dengan matinya istrinya, Robbin malah tertawa dan hal itu membuat Nicko mengerutkan alisnya karena bingung.


"Apa yang kau tertawakan badjingan?" Marah Nicko semakin menekan. 


"Hahaha…jangan senang dulu karena bisa membunuh ku. Karena aku yakin kau juga akan kalah saat melihat orang yang kau cintai mati di depan mu."


"Apa maksudmu?" Tanya Nicko tidak mengerti.


"Istri mu dalam genggaman saudara ku. Dan sebentar lagi kau akan kehilangan dia seperti diri ku, karena keluarga mu telah merenggut orang yang ku sayangi."


"Katakan! Apa yang kalian lakukan pada istri ku?" Bentak Nicko marah.


"Haha …aku tidak akan mengatakannya. Karena aku juga ingin melihat mu menderita seperti diri ku," teriak Robbin juga marah.


"Dasar badjingan! Jika kalian berani menyentuh bahkan melukai istri ku, tak akan ku biarkan kalian semua hidup," marah Nicko tidak peduli dengan dendam Robbin pada keluarga nya. Baginya tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya. Yang terpenting baginya saat ini tentang istrinya. Apa yang terjadi dengan istri nya itu?


"Katakan! Dimana istri ku sekarang?" Tanya Nicko menodongkan senjatanya di kepala Robbin. Robbin yang melihat tidak takut, karena ia tahu hari ini memanglah kematiannya di tangan Nicko William.


"Tidak akan ku katakan," jawab Robbin membuat Nicko marah. Rahangnya mengeras, tangannya siap menarik pelatuk itu untuk menembakkan peluru di senjatanya ke arah Robbin. "Bunuh! Aku tidak peduli dengan nyawa ku," lanjutnya karena ia tahu Nicko pasti akan menembaknya setelah ini. Dan benar saja seperti dugaan nya, Nicko langsung menembak kepala Robbin berulang kali hingga membuat Robbin langsung mati secara mengenaskan.


Melihat Robbin yang telah mati, Nicko memerintahkan Chris  untuk mencari keberadaan istrinya.


Cukup lama melacak keberadaan Zanna, Chris akhirnya menemukan dimana Zanna berada lewat GPS ponsel yang di bawa Zanna.


Setelah mengatakan dimana Zanna berada, Nicko dan anak buahnya pergi ke tempat yang di tunjukkan Chris. Cukup jauh mereka melakukan perjalanan, mereka akhirnya sampai ditempat pertarungan mafia Red Wolf dan Mafia ZANNALOA.


Boom….


Duuuar…


Ledakan bom dan dan tembakan serta pertarungan membuat Nicko dan pasukannya tercengang, sungguh sangat kacau dan lebih parah dengan pertarungannya melawan Robbin.


Mereka semua berjalan ke pertarungan itu, sesekali mereka membunuh orang yang mengalangi jalan mereka, dan membantu anak buah Zanna. Nicko mencari sekeliling dimana istrinya berada. Karena tempat yang banyak asap dan mayat tergelatak dimana-mana, membuat dirinya susah untuk menemukan Zanna yang pandangan nya tertutup asap dari ledakan bom yang di lakukan anak buah Chloe.


"Dari mana istri ku memiliki senjata seperti ini?" Pikir Nicko bingung, saat melihat anak buah Zanna memiliki alat tempur yang sangat baik. 


Nicko tidak tahu, jika persenjataan anak buah Zanna adalah kiriman dari temannya, Chloe Dominic yang di produksi oleh perusahaan TYREND CROP'S milik Tian Dominic. Maka dari itu di pertarungan ini anak buah Zanna lebih unggul di bandingkan anak buah Rubben.


"Kalian bantu mereka, aku akan mencari istri ku," perintah Nicko dan di angguki semuanya.


Mereka pun berpencar untuk membantu anak buah Zanna melawan anggota Red Wolf. Sedangkan Nicko sendiri berlari mencari keberadaan Zanna berada.


Nicko teeua mencari hingga akhirnya ia menemukan keberadaan Zanna yang di keroyok oleh dua orang, Mega dan Rubben. Nicko yang melihat mengepalkan tangan. "Sungguh licik," marahnya karena Zanna di serang dari depan dan belakang.


Bug,


Bug,


Bug,


Tubuh Zanna terjatuh karena pengeroyokan itu. Mega yang sudah mengistirahatkan tubuhnya membantu Rubben mengalahkan Zanna. Karena mereka berdua yakin, tanpa kerja sama tidak akan bisa mengalahkan Zanna.


.


.


.


Bersambung