
Nicko pergi bersama Tom dengan mengikuti petunjuk yang di berikan anak buahnya yang mengikuti Zanna.
Namun sialnya pada saat di pertengahan jalan, Nicko dan rombongan di hadang oleh sekelompok yang tidak di kenal nya. Rombongan itu berbaris di jalan sepi dengan membawa senjata di tangannya.
Semua anak buah Nicko turun dari mobil dan berbaris di depan mobil nya, melindungi tuannya yang berada di dalam mobil. Sedangkan Tom, keluar dan berdiri bersama anak buahnya, menatap rombongan yang menganggu perjalanan nya.
Di rombongan musuh, seseorang yang mengetuai kelompok itu menghubungi seseorang.
"Tuan, ketua kelompok yang kami hadang tidak bersama dengan mereka," lapor orang itu saat tidak melihat Nicko bersama yang lainnya.
"Baiklah. Hajar mereka semua. Jangan biarkan mereka membantu rombongan wanita tadi. Aku ingin wanita itu mati di tangan Rubben dan membuat pria sialan itu menderita karena kehilangan wanitanya," Orang yang di hubungi itu mengira Nicko masih lumpuh dan tidak ikut dalam hal urusan wanita itu. Sehingga akan melancarkan semua urusannya.
"Baik tuan," jawab pria itu dan memutus panggilannya.
Pria itu kini menatap kelompok yang berbaris di depannya. Dengan senyum mengejek, ia mengangkat tangannya. "Serang!" perintah nya untuk menyerang rombongan Tom.
Tom pun juga tidak tinggal diam, ia juga memerintahkan anak buahnya untuk melawan mereka semua.
"Bunuh mereka semua."
Semuanya pun maju dan langsung bertarung dengan kelompok itu.
Bugh,
Bugh,
Bugh,
Jika semua bawahan itu saling bertarung untuk mengalahkan satu sama lain. Tom dan pria itu kini saling berhadapan dan setelah itu saling menyerang.
Bugh,
Bugh,
Tom menyerang, memukul dan menendang. Pria itu menghalau serangan Tom dengan sedikit kesusahan. Ia tidak menyangka jika ternyata Tom sangat ahli dalam bertarung. Pria itu mengira Tom tidak sehebat ini. Tapi kenyataannya salah. Pria yang sedang berhadapan nya begitu lihai dalam menyerang dan menangkis serangan nya.
Bugh,
Tom berhasil menendang perut itu hingga membuat pria itu terpental dan jatuh. Tom tidak membiarkan pria itu untuk berdiri, ia dengan cepat berlari dan menendang tubuh itu kembali, dan memukulnya dengan kuat di bawah tubuh nya.
Bugh,
Bugh,
Bugh,
Tom terus meninju wajah itu hingga membuat pria itu lemas. Melihat pria itu yang sudah tidak berdaya, Tom berdiri dan menendang tubuh itu.
Bugh,
"Lemah," hinanya dan menarik kaki itu, berjalan menuju dekat mobil tuannya.
Pria yang semula sok kuat itu dan menghina kelompok Nicko lemah kini tak berdaya dalam tangan Tom. Tom mengambil pistol nya dan mengarahkannya ke kepala pria yang saat ini sedang ia injak tubuhnya. Berbicara keras agar semua anak buah pria itu mendengar apa yang ia katakan. "Jika kalian tidak menyerah, aku akan membunuh ketua kalian ini," ancamnya dengan menembak ke tanah dekat dengan kepala pria itu.
Door.
Semua anak buah pria itu langsung berhenti, menatap Tom yang menembakkan senjatanya ke arah ketua mereka. Namun saat melihat ketua mereka belum mati, satu dari mereka berkata. "Jangan takut, dia tidak akan berani membunuh ketua kita. Lagian kita tidak boleh menyerah, karena kita harus tetap menjalan kan perintah tuan."
Tom yang mendengar mengerutkan kening. Pikirnya, tuan siapa? Namun melihat mereka yang seakan tidak peduli dengan pria yang di tahan nya itu, ia langsung menembakkan senjatanya ke kepala pria itu dan langsung membuat pria itu mati seketika. Baginya pria itu tidak berguna dan hanya membuang-buang waktunya saja.
Tom mengambil senjatanya di mobil, senjata laras panjang nya. Sebelum itu ia mengisi pelurunya terlebih dahulu. Nicko yang melihat berkata, "Habisi mereka secepatnya, jangan membuat ku menunggu lama."
"Baik tuan," jawab Tom dan langsung menuju tempat di mana musuhnya berada
Tom menembakkan senjatanya secara cepat ke arah musuh nya, membuat musuhnya yang tidak siap langsung mati terkena tembakan. Tom terus menerus menembak mereka, membuat mereka kelimpungan menghindari peluru-peluru yang melesat ke arahnya.
Dalam sekejap musuh nya langsung tumbang di tangan Tom. Melihat semuanya telah mati, Tom meminta anak buahnya untuk segera meninggalkan tempat itu, takut ada polisi yang melihat.
Semuanya nya kembali ke mobil dan pergi menuju tempat Zanna berada
.
.
Sedangkan di markas Mega, Rubben berhasil mengalahkan Felix dengan bantuan anak buahnya. Karena orang Felix yang berjumlah sedikit, akhirnya mereka dapat di kalahkan oleh anak buahnya.
"Ini lah akibatnya jika kau melawan ku."
Bugh,
Rubben memukul Felix yang di tahan oleh anak buahnya.
Tubuh Felix lemas dengan penuh luka di sekujur tubuhnya karena pertarungannya dengan Rubben dan anak buahnya.
"Ikat dia. Aku akan menyiksa, memberikan pelajaran padanya," perintah Rubben dan di angguki oleh anak buahnya.
Bawahan Rubben pun langsung mengikat Felix di sebuah tiang, membiarkan Felix berdiri dengan kedua tangan yang di ikat dengan tali. Felix yang sudah tidak berdaya hanya memejamkan mata, lemas.
Rubben yang melihat Felix sudah tidak berdaya, tersenyum sambil berdiri di depannya dengan membawa sebuah pisau kecil kesayangannya.
"Apa yang akan terjadi jika aku menggores pisau ini ke tubuh mu? Yah, tentu saja pastinya akan membuat mu menjerit karena nikmat. Bukan kah begitu?" tanya Rubben seperti orang gila, bertanya, dan di jawab sendiri.
Rubben mengangkat dagu itu. Saat melihat wajah itu, Rubben begitu kesal dan melu-dahi wajah itu karena muak melihat wajah Felix.
Perlahan dia mengangkat pisau nya dan tiba-tiba menancapkan nya di perut Felix.
Cus...
Pisau itu menancap di perut Felix membuat Felix sadar dan membuka matanya. Rasa sakit itu ia rasakan saat Rubben dengan keji memutar pisau dan menariknya dengan kasar. Setelah itu menancapkan lagi dan memutar lagi.
Felix yang merasakan menjerit, karena sakit. Darah keluar dari perut nya, wajahnya pucat pasi. Dan Rubben yang melihat hal itu tertawa lepas karena puas dapat membunuh Felix dengan tangannya, apalagi saat melihat Felix yang tidak berdaya di depannya.
"Hahaha........aku puas sekali. Ini lah akibat karena berani melawan ku," ucap Rubben mencoba menancapkan pisau itu di dada. Namun sebelum pisau itu menancap, suara tembakan terdengar di telinga nya.
"Apa itu? Kalian pergi periksa ada apa di depan," perintah Rubben pada anak buahnya.
Anak buah yang di perintah itu langsung pergi menuju depan untuk melihat apa yang terjadi di luar.
Saat mereka sampai di luar bangunan, mereka semua terkejut melihat sekelompok bersenjata dengan jumlah yang begitu banyak menyerang markas mereka. Melihat itu mereka langsung mengambil senjata. Namun sebelum mereka berhasil mengambil senjatanya, orang yang menyerangnya dengan cepat menembakkan senjata itu ke arah mereka, membuat mereka tidak bisa mengambil senjata karena terhalang oleh anak buah Zanna yang kini menghadangnya. Ya, orang yang menyerang markas Mega adalah Zanna dengan semua pasukannya.
.
.
Bersambung