
Melihat Zanna yang nampak lelah, Nicko membiarkan wanita itu istirahat. Namun sebelum itu, ia meminta Zanna untuk membantu nya ke atas ranjang. Dengan bersungut Zanna pun membantu dan setelah itu memejamkan mata, mengabaikan Nicko dengan tidur memunggungi nya.
Nicko yang berada di belakang Zanna sesekali, melirik punggung ramping itu. Ia teringat apa yang di lakukan Zanna akhir-akhir ini. Dan itu membuat nya kesal karena ia tidak bisa mengawasi Zanna sendiri.
"Sialan! Aku harus sembuh jika ingin tahu sendiri apa yang di lakukan wanita ini," batin Nicko dan mengambil ponselnya mengetikkan pesan kepada Tom.
"Tom, cari dokter terbaik untuk ku."
Tom yang mendengar pesan masuk di ponselnya langsunh membuka dan membacanya. Setelah itu membalas pesan tuan mudanya.
"Dokter? Dokter apa tuan?" tanya Tom bingung.
Nicko yang membaca mengumpat kesal. "Dasar bodoh."
"Tentu saja dokter untuk menyembuhkan kaki ku. Memang apalagi?"
"Jadi anda mau berobat tuan?"
"Jika kau masih banyak bertanya lagi, ku bunuh kau!" kesal nya karena Tom banyak tanya.
"Baik tuan muda, saya akan mencarikan dokter terbaik untuk anda. Tapi___?"
"Tapi apa?
"Dimana saya harus mencari?"
Nicko yang membaca pesan bodoh Tom ingin sekali memukul kepala asisten nya yang kadang lemot itu.
"Aku tidak mau tahu, yang penting dapat dan bisa secepatnya menyembuhkan ku. Mau ada di luar negeri sekalipun tidak apa-apa," jawab Nicko benar benar ingin membunuh asisten nya itu.
"Ah, baiklah tuan muda, saya akan mencarikan nya."
Pesan pun tidak di balas lagi oleh Nicko. Ia menghela napasnya menoleh ke arah Zanna. "Setelah aku sembuh, lihat lah kau tidak akan bisa kabur dari pantauan ku," batin Nicko tersenyum smirk.
Satu hari kemudian, Tom pun mengabarkan bahwa ia sudah menemukan dokter itu. Tapi itu berada di luar negri, dan hal itu mau tidak mau Nicko harus pergi ke luar negri dalam kurun waktu yang tidak di tentukan untuk kesembuhan nya.
"Hah, Tom selama aku ada disana, kau harus memantau istri ku. Apapun yang di lakukan nya saat dia keluar kau harus mengabarkan nya pada ku."
"Baik tuan muda. Anda tidak perlu khawatir, saya akan memantau nona muda kemana pun dia pergi."
"Bagus, nanti sore aku akan langsung berangkat ke luar negeri antar aku sampai di bandara. Minta, Boy menemaniku disana untuk mengurus keperluan ku."
"Baik tuan." jawab Tom mengangguk.
Boy adalah, anak buah kepercayaan nya di anggota geng nya, Geng Reaper yang di miliki Nicko, sekelompok geng yang di ketuai olehnya tanpa sepengetahuan keluarga nya.
Setelah memerintah Tom, Tom pun kembali dan Nicko kembali ke kamar. Saat membuka pintu, ia melihat Zanna yang hendak keluar. Zanna menatap acuh, sedangkan Nicko dengan wajah dinginnya.
"Mau kemana kau?" tanya Nicko.
"Bukan urusan mu," jawab Zanna santai, melangkahkan kaki nya hendak meninggalkan Nicko. Namun saat melewati nya, Nicko menarik pergelangan tangan itu.
"Apaan sih, lepas!" Zanna mencoba melepaskan genggaman tangan itu.
"Masuk kamar," perintahnya
"Biarkan saja wanita itu yang masak. Sekarang ikut aku," teriknya tangan itu sambil mendorong kursi roda nya sendiri.
"Hei, apa-apaan kau ini, lepas!"
Nicko terus menarik hingga Zanna masuk dan setelah itu melepaskan tangan nya. Zanna yang melihat Nicko selalu saja seenaknya jidat, bersedekap dada menatap permusuhan suaminya.
Sebelum itu Nicko mengunci pintunya dan kini mereka saling tatap. Nicko yang melihat Zanna dengan pandangan permusuhan, ia menyeringai.
"Aku akan pergi keluar negeri nanti sore. Ada sesuatu yang aku kerjakan disana. Bantu aku menyiapkan semuanya," pinta nya karena dirinya tidak bisa menyiapkan keperluan apa yang akan di bawa nya. Dan dengan terpaksa ia meminta Zanna untuk menyiapkan keperluan nya, yaitu pakaian dan lain nya.
Zanna yang mendengar Nicko akan pergi keluar negeri menyipitkan mata. "Kau akan pergi?" tanya Zanna dan tidak mendapatkan jawaban. Nicko terlalu malas mengulang perkataannya.
"Sialan! Dasar menyebalkan!" kesal Zanna dalam hati.
"Berapa lama kau akan disana?" tanya Zanna berharap Nicko menjawab pertanyaan nya kali ini.
"Sampai semuanya selesai."
"Apakah itu memerlukan beberapa bulan?" tanya Zanna lagi penasaran. Jika sampai itu memerlukan beberapa bulan, itu akan menguntungkan dirinya dalam mencari anggota di luar.
"Kenapa kau ingin tahu? Jangan pernah main main di belakang ku saat aku tidak ada. Jika sampai aku tahu kau melakukan hal yang tidak ku inginkan, tamat riwayat mu," ancam Nicko dengan sungguh-sungguh.
"Kau pikir aku akan selingkuh? Tapi mungkin saja iya, karena suami ku tidak pernah menyenangkan ku," jawab Zanna mengejek.
Nicko yang mendengar Zanna seolah menghina nya mengepalkan tangan, napas nya naik turun. apalagi mengingat seolah Zanna mengatakan bahwa dirinya tidak berguna sebagai suami di atas ranjang.
"Dasar wanita sialan!" batin Nicko menarik tangan Zanna dan membuat Zanna oleng dan akhirnya terjatuh dalam pangkuan Nicko.
"Apa yang kau lakukan?" kesal Zanna memberontak mencoba menjauh dari Nicko. Namun Nicko mengunci tubuh itu dengan tangan nya.
"Bukan kah ini yang kau inginkan?" tanya Nicko menyelusupkan wajah nya di leher Zanna.
"Hei, apa yang kau lakukan? Berani nya kau!" marah nya. Namun dirinya tidak bisa lepas karena Nicko memeluk erat tubuh itu.
Nicko yang berada di leher Zanna menghirup aroma wangi di tubuh itu. Sungguh menenangkan, aroma Vanilla yang entah kenapa membuat nya begitu menyukai.
Tanpa sadar, bibir Nicko mengecup leher itu dan menggigitnya. Zanna yang merasakan gigitan itu menjerit. "Badjingan, lepaskan aku!" teriak Zanna masih berontak. Namun tetap sia-sia ia tidak bisa lepas dari delapan tangan itu. Sungguh kuat sekali pikir Zanna.
Tanpa peduli Zanna yang terus memberontak, Nicko terus melakukan aksinya, memberikan kecupan-kecupan kecil di leher itu dan membuat stempel kepemilikan di leher putih istrinya nakal nya.
Zanna yang merasakan tiba-tiba bibir nya mendeshah saat merasakan sensasi aneh yang baru pertama kali ia rasakan.
"Cukup!" pinta Zanna sambil menahan sesuatu yang membuat tubuhnya aneh.
Tanpa peduli, Nicko menarik tengkuk Zanna dan mencium bibir itu dengan lembut. Menye-sapnya dan melu-mat nya. Zanna yang melihat kekurangajaran Nicko memukul-mukul dada itu agar Nicko berhenti. Namun karena Nicko hanyut dalam kenikmatan, membuat ia tuli. Ia terus mengabsen bibir Zanna dan mencoba mendobrak dengan lidah nya.
Melihat Zanna yang tidak mau membuka bibirnya, terpaksa ia menggigit bibir bawah itu.
Aw...
Rintih nya saat betapa berani nya Nicko menggigit bibir bawah nya. Dan dengan cepat Nicko mengabsen rongga mulut itu dengan lidah nya. Zanna yang lama-lama kelamaan merasakan ciuman itu akhirnya ikut terhanyut dalam buaian Nicko William.
Bersambung