
Sesampainya di kamar hotel, mereka pun masuk. Zanna langsung menuju kamar mandi untuk mengganti gaun nya. Sedangkan Nicko dibantu asisten nya mengganti pakaian.
Setelah selesai mengganti pakaian Nicko, asisten itu pun pergi dan tinggallah Nicko sendiri di kamar itu, menunggu Zanna keluar dari kamar mandi.
Cukup lama Zanna berada di kamar mandi, Zanna pun keluar dengan memakai pakaian tidur nya yang telah di siapkan di kamar itu.
Saat Zanna keluar, Nicko menoleh ke arah pintu kamar mandi. Dilihatnya Zanna memakai pakaian begitu sexy. Namun karena Nicko tak sedikitpun memiliki rasa terhadap Zanna, baginya tubuh Zanna sama sekali tidak menggiurkan hanya biasa saja.
Zanna tidak peduli, dia berjalan santai mendekati Nicko yang ada di atas ranjang. Melihat Zanna yang mendekati nya, Nicko mengerutkan kening.
"Kenapa dia mendekati ku? Jangan pikir aku akan tergoda dengan tubuh jeleknya itu!" Batin Nicko dengan mata penuh tanya.
Zanna tidak peduli dengan pandangan itu yang seolah menatap nya penuh permusuhan. Zanna dengan santai berjalan menuju ranjang, tidak takut dengan sang pemilik yang tidak suka dia mendekati ranjang yang di tempati nya itu.
Saat sampai dan Zanna hendak naik ke atas ranjang besar itu, Nicko langsung menghentikan niat Zanna. Dan hal itu membuat Zanna terbengong, bingung.
"Berhenti!"
Zanna yang mendengar langsung berhenti, mematung melihat Nicko yang melarangnya. "Ada apa?" Tanya Zanna bingung.
"Mau apa kamu mendekati ku?" Tanya Nicko menyelidik, berharap tebakan nya tidak benar, bahwa Zanna ingin tidur bersama dengan nya.
"Tentu saja tidur, memangnya apa lagi? Jangan halangi aku, aku sangat lelah, ingin istirahat," jawab Zanna kembali ingin mendaratkan bokongnya di kasur.
"Hei, apa yang kau lakukan? Jangan berani-kau menyentuh ranjang ku!"
"Apa? Kau melarang ku menyentuh ranjang ku ini? Dasar gila! Jika aku tidak menyentuhnya bagaimana aku tidur?"
"Tidur disana," tunjuk nya pada sofa panjang.
"What!!! Apa kau berencana meminta ku untuk tidur disana?"
"Tentu saja, karena aku tidak sudi tidur dengan mu."
"Kau! Berani nya kau___"
"Apa? Disini aku bos nya, jadi jangan berani membantah perintah ku!"
"Aku tidak peduli, aku ingin tidur di ranjang ini. Geser sedikit," perintahnya hendak naik. Namun Nicko yang di perintah bukannya menggeser tubuhnya, tapi malah diam dan merebahkan tubuhnya, mengabaikan perintah istri nya itu.
Zanna yang melihat menatap permusuhan, ingin sekali dia mencekik leher itu hingga sang pemilik mati.
"Jika kau masih ngotot akan ku pastikan kau tidak akan menjadi bagian keluarga William," ancam Nicko tanpa peduli Zanna yang mengepalkan tangan nya dengan erat.
"Cih, menyebalkan. Dasar pria sialan!" Umpat Zanna kesal dan pergi menuju sofa tempat dimana akan menjadi tempat peristirahatan nya malam ini. Malam pertama yang seharusnya indah, tapi tidak untuk sepasang suami istri ini, mereka berdebat dan tidak mau saling bersama. dan akhirnya Zanna mengalah karena tubuhnya sudah sangat lelah karena seharian berada di pelaminan.
Nicko yang melihat Zanna menuju sofa tersenyum licik, setelahnya kedua tidur di tempat masing-masing dalam satu kamar.
Tengah malam, Zanna merasa tubuhnya sangat pegal karena tidur di atas sofa yang sempit. Dengan mata yang masih mengantuk, dia beranjak dari tempat nya dan menuju ranjang dimana Nicko berada.
Buk…
Zanna yang merasa masih mengantuk langsung tidur kembali. Tanpa sadar tangannya memeluk tubuh Nicko yang ada di samping nya. Malam yang semakin dingin membuat kedua nya saling berpelukan tanpa sadar dan itu membuat mereka seolah layaknya pasangan suami istri yang saling menyayangi dan mencintai.
Pagi hari, Nicko terbangun lebih dulu. Namun saat merasakan sesuatu yang aneh, dia langsung membuka matanya melihat apa yang di peluknya dan yang memeluknya. Saat mata itu melihat betapa terkejutnya Nicko melihat Zanna tidur di sampingnya sedang memeluk tubuhnya. Dan lebih terkejut nya lagi, dia juga memeluknya.
"Apa yang terjadi? Kenapa gadis gila ini ada disini, dan dengan lancangnya dia memeluk ku," batin Nicko melepas tangan nya yang memeluk tubuh Zanna
"Hei, bangun kau!" Ucap Nicko membangunkan Zanna.
Zanna yang merasa tubuhnya di goyang-goyang hanya melenguh tidak memperdulikan Nicko yang membangunkan nya. Berulang kali Nicko membangunkannya, Zanna tetap tidak bangun dan malah semakin mempererat pelukan nya. Nicko yang sangat kesal melepas tangan itu dengan kasar dan mendorong tubuh itu hingga jatuh ke lantai.
Buk..
"Argh! Aduh…" Zanna perlahan bangun karena tubuhnya sakit. Nicko sang pelaku yang mendorong hanya acuh dengan pandangan dingin, menatap Zanna yang mengeluh.
Perlahan Zanna bangun, dan berdiri. Di lihat nya Nicko menatapnya dingin. "Apa kau yang mendorongku?" Tanya Zanna berkacak pinggang.
"Em."
"Brengsek! Kenapa kau mendorong ku? Apa kau tidak punya hati sampai tega mendorong ku ha…?" Kesalnya mengetahui kenyataan bahwa Nicko pelakunya.
Nicko hanya acuh malas meladeni Zanna yang mulai marah. Zanna yang melihat wajah menyebalkan itu langsung naik lagi ke ranjang dan mengambil bantal memukul Nicko.
Buk….
Buk….
Buk….
"Hei apa yang kau lakukan?" Nicko Menghalau bantal itu dengan tangan nya.
"Tentu saja, membalas mu Nicko sialan!" Kesal nya terus memukul.
Zanna benar-benar kesal dengan sikap Nicko yang terus-terusan tidak menerima dan selalu membuatnya marah.
"Jika kau berani seperti ini aku benar-benar tidak akan menganggap mu istri ku atau pun bagian dalam keluarga William Nana."
"Terserah, selama ini pun kau juga tidak pernah menganggap ku bagian keluargamu. Bahkan hari ini kau dengan berani nya mendorongku dan tidak menghargai ku sebagai istrimu. Aku tidak peduli lagi kau menganggap ku atau tidak. Dan ku pastikan setelah ini jangan harap aku akan seperti sebelum nya."
Zanna pergi ke kamar mandi setelah meluapkan kekesalannya. Membersihkan tubuhnya tanpa memperdulikan Nicko yang bingung dengan maksud ucapan Zanna itu.
"Apa maksud nya? Aku tidak mengerti," gumamnya bingung.
.
.
.
Bersambung