
Zanna yang berhasil menjadikan kelompok Glen anak buah nya, kini pergi untuk kembali ke kediaman William. Felix pun juga mengikuti, namun mereka berpisah di pertengahan jalan.
Sedangkan anak buah Tom juga pergi dari tempat itu dan akan melaporkan semuanya kepada tuannya, Tom.
"Kau kembalilah. Aku takut Mega mencurigai mu."
"Baik Bos," jawab Felix mengangguk.
"Dua hari lagi kita ketemu, dan mencari anggota baru lagi," ucap Zanna dan di angguki Felix kembali.
Kedua nya pun berpisah. Zanna pergi menuju kediaman William karena waktu sudah menunjukkan sore hari.
Sesampainya di kediaman itu, Zanna turun dari taksi, "Terimakasih pak."
"Sama-sama nona," jawab supir taksi dan setelahnya pergi.
Zanna yang sudah turun menghela napasnya sebelum masuk ke halaman kediaman William. Ia tahu, pastinya suaminya itu akan bertanya kepada nya tentang kemana perginya dia hari ini.
"Hah, ku harap laki-laki itu tidak membuat ku kesal dengan pertanyaan yang menyebalkan nanti," gumam Zanna.
Satpam yang melihat nona muda nya datang langsung bergegas membuka pintu gerbang.
"Silahkan masuk nona."
"Em," jawab Zanna mengangguk dan berjalan masuk.
Sesampainya di depan pintu besar nan tinggi, Zanna membukanya. Di ruang tamu, Natalie langsung menoleh saat mendengar suara langkah masuk.
"Baru pulang sayang?" tanya Natalie dengan suara lembut.
"Ya, ma," jawab Zanna dan berjalan menghampiri mertuanya.
Natalie mengira Zanna baru pulang dari kuliahnya. Padahal semua itu salah. Semenjak Zanna berubah menjadi Nana, Zanna sama sekali tidak memperdulikan kuliah nya, karena yang di pikirkan nya adalah mengumpulkan anggota untuk membalaskan dendam terhadap musuh-musuhnya.
.
.
Baru saja Zanna hendak duduk di samping Natalie, suara Nicko mengejutkan mereka. "Baru pulang?"
Zanna dan Natalie menoleh. Zanna yang harus pura pura di depan orang tua Nicko langsung berdiri menghampiri suaminya. "Sayang."
Natalie yang melihat tersenyum melihat menantunya seperti menyayangi putra tirinya.
"Bawalah suami mu ke kamar. Mama yakin kamu juga pasti lelah. Dan jangan lupa nanti malan malam bersama," ucap Natalie dan di angguki Zanna.
"Baik ma, kami ke atas dulu," jawab Zanna dan pergi menuju Lift untuk ke lantai atas menuju kamarnya.
Sesampainya di depan kamar nya, Zanna membuka pintu kamar dan masuk sendiri membiarkan Nicko tetap berada di depan pintu kamar.
"Hei, apa-apaan kau!" kesal Nicko karena Zanna tidak mendorongnya masuk kedalam kamar.
Zanna menoleh, menaikkan sebelah alisnya. "Bukankah kau bisa sampai lantai bawah? Seharusnya kau juga bisa masuk kedalam kamar ini," jawab Zanna dan pergi mengambil pakaian ganti sebelum membersihkan diri.
"Dasar gadis sialan!" umpat Nicko mendorong kursi roda nya sendiri, masuk kedalam kamar.
Zanna yang sudah mengambil pakaian gantinya berjalan menuju kamar mandi, melewati Nicko tanpa memperdulikan. Nicko yang melihat mengeraskan rahang nya. Entah kenapa semenjak menikah dengan Zanna, Nicko selalu saja lebih emosi, apalagi melihat Zanna yang acuh dan datar kepada nya.
"Bagaimana hari ini? Kemana dia pergi?" tanya Nicko penasaran kemana pergi nya istri nya itu.
"Nona pergi________" Tom menjelaskan panjang lebar tentang kemana nona muda nya seharian inj pergi. Nicko yang mendengar mengepalkan tangan.
"Apa yang di lakukan di tempat itu? Dan apa rencananya?" batin Nicko berpikir kerasa kenapa Zanna bisa datang ke tempat berbahaya seperti itu.
Tom tidak memberitahukan kepada Nicko tentang Zanna yang menjadi bos di kelompok itu agar tuan nya tidak terlalu banyak berpikir. Ia akan menyelidiki terlebih dahulu sebelum mengungkap niat apa yang di miliki Zanna.
"Terus selidi Tom. Aku merasa Nana begitu misterius. Kau tahu sendiri kan, sebelum nya kau pernah menyelidiki tentang nya yang hanya gadis biasa, culun, dan penakut. Tapi sekarang aku merasa dia begitu berubah, tidak takut sama sekali dan bahkan sering melawan ku. Aku yakin dia menyembunyikan sesuatu yang tidak kita ketahui," ucap Nicko yang mengatakan keanehan Zanna.
"Baik tuan muda, saya akan menyelidiki nya. Oh ya tuan muda. Dari apa yang di katakan anak buah kita, nona muda akan pergi lagi dua hari lagi," ucap Tom memberitahu.
"Pergi lagi? Kemana?" tanya Nicko mengerutkan kening.
"Saya tidak tahu tuan muda."
"Ikuti kemana dia pergi, jangan sampai dia curiga," perintahnya.
"Baik tuan muda," jawab Tom dan memutus panggilan.
.
.
Nicko yang baru saja mendengar penjelasan Tom tentang Zanna yang hari ini pergi ke tempat yang tidak seharusnya wanita datangi, berpikir keras. Namun saat hanyut dalam pemikirannya, ia mendengar suara pintu di buka. Di lihatnya Zanna keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya.
Nicko melihatnya dengan diam, matanya terus menatap Zanna dengan serius. "Apa yang kau sembunyikan dari ku? Jika kau memiliki niat busuk kepada ku dan keluarga ku, aku akan membunuh mu," batin Nicko dengan tatapan tak teralihkan.
Zanna yang merasa di perhatikan, menoleh ke arah Nicko. "Kenapa kau melihat ku seperti itu?"
"Siapa yang melihat mu? PD sekali," jawab Nicko membuang muka.
"Cih, kamu pikir aku tidak tahu kau terus menatap ku? Aku tahu aku cantik dan Sexy, tapi jangan harap bisa memiliki ku," jawab Zanna membuat Nicko terawa keras.
"Hahahha.......Kepercayaan diri mu terlalu tinggi Istri ku," jawab Zanna mendorong kursi roda nya mendekati Zanna yang duduk di kursi rias.
Nicko mencengkaram dagu Zanna, dan menariknya. Kini wajah keduanya begitu dekat, hingga napas mereka bisa merasa rasakan. "Sebenarnya melihat mu yang setelah mandi ini, ingin sekali aku menyentuh mu dan merasakan tubuh Sexy mu, serta membuat mu mende-sah istri ku," ucap Nicko dengan suara setengah berbisik.
Zanna yang mendengar melototokan mata nya dan menepis tangan Nicko. "Jangan harap kau bisa menyentuh tubuh berharga ku. Tak akan ku biarkan," jawab Zanna berdiri dan menuju ranjang, merebahkan tubuhnya karena begitu lelah.
Nicko yang melihat tersenyum smirk, "Lihat saja, setelah aku bisa berjalan lagi akan ku habisi kau," batin Nicko ingin memberi pelajaran kepada Zanna yang menyebalkan.
Tapi saat mengingat kaki nya ia merasa kesal, "Hah, Gara-gara kaki ini, semuanya tidak bisa ku lakukan. Aku harus menyembuhkannya dan bisa memantau apa yang di lakukan istri kecil menyebalkan ini. Dan memberikan pelajaran pada nya nanti."
Entah kenapa Nicko memiliki pemikiran untuk menyembuhkan kaki nya yang lumpuh setelah mengetahui apa yang di lakukan Zanna di belakang nya. Ia ingin mencari tahu niat apa yang dimiliki istrinya itu dengan datang ke tempat berbahaya itu. Karena ia yakin Zanna pasti memiliki niat yang tersembunyi.
.
.
.
Bersambung