
Satu minggu kemudian. Boy kini menghadap Nicko, membawa informasi yang ingin dia sampaikan.
"Tuan, ada yang mau saya sampaikan. Ini tentang musuh anda yang menghilang itu," jelas Boy menyerahkan informasi itu.
Nicko mengambilnya, dan membacanya. Tiba-tiba ia tertawa begitu keras saat tahu membaca informasi yang di berikan Boy.
"Hahaha.....Aku sungguh tidak menyangka jika dia tinggal disana. Cukup lama aku mencarinya, ternyata dia sembunyi di tepat itu. Dan sekarang dia mulai bergerak lagi. Baiklah akan ku tunggu kedatangan kalian untuk berurusan dengan ku," ucap nya begitu senang, karena musuh bisnis nya menampakkan diri setelah membuatnya mengalami kecelakaan.
Sebelumnya Nicko sudah memerintahkan banyak anak buahnya untuk melacak keberadaan musuh bisnis itu. Namum pria itu tiba-tiba menghilang, dan kini muncul kembali dan mencoba untuk mengusiknya lagi.
"Jika kalian berani, akan ku hancurkan kalian semua. Dendam ini pun belum aku selesaikan, dan kalian mencoba menggali dendam lainnya. Lihat lah akan ku cincang kalian semua," kesal Nicko mengepalkan tangan. Ingin sekali dia bertemu dengan musuhnya itu dan menghabisinya. Tapi untuk saat ini dia akan sabar. Biarlah musuhnya datang sendiri kepadanya.
"Dari informasi lainnya, dia sekarang menjadi ketua Geng besar bos."
"Geng besar? Begitu ya. Itu lebih baik, agar aku tidak mati kebosanan saat berurusan dengan nya." jawab Nicko.
"Oh, ya Bagaimana dengan penguntit itu?" tanya Nicko bertanya tentang sekelompok orang yang mencari keberadaan Zanna.
"Kami berhasil menangkap dua orang bos. Dan sisanya mereka berhasil kabur," jelas Boy
"Tidak masalah, biarkan mereka lepas. Aku malah ingin mereka melaporkan siapa istri ku sebenarnya kepada bos mereka, bahwa wanita yang mereka intai adalah milik ku," ucap Nicko tersenyum penuh arti. "Untuk dua serangga itu, kau urus saja. Terserah, apa yang mau kau lakukan."
"Baik tuan," jawab Boy mengangguk. "Oh ya tuan, soal informasi tentang nona___" Nicko menahannya, melarang Boy untuk menjelaskan nya.
Nicko ingin Zanna mengatakan sendiri tentang siapa dirinya sebenarnya. Entah kenapa ia begitu berharap Zanna menganggap dirinya suami dan terbuka terhadap nya. Yah, walaupun bisa di kata, suami penuh dengan paksaan.
"Tidak perlu kau jelaskan, aku akan tahu sendiri dari mulut istri ku."
"Baik tuan," jawab Boy mengangguk.
.
.
Di negara lain, Leon sedang mendengarkan informasi yang di sampaikan oleh anak buahnya.
"Tuan, anak buah kita yang menyelidiki tentang wanita itu sudah mengetahui informasinya."
"Katakan," perintah Leon menopang kepala nya dengan tangan.
"Wanita yang menjadi target anda untuk dibunuh adalah istri dari Nicko William, putra ahli waris dari keluarga William," jelas anak buah nya.
"Nicko William?" gumamnya, berpikir.
"Lima orang telah tertangkap tuan. Dan sisanya berhasil kabur," jelas nya lagi.
Leon menganggukkan kepala, mengerti. "Apa kau tahu siapa itu Nicko William?" tanya Leon yang tidak terlalu mengenal pria nomor satu di negara itu.
Nicko William adalah raja bisnis negara H tuan, dia putra ahli waris keluarga William. Dari informasinya, dia mengalami kecelakaan dan saat ini sedang lumpuh."
"Lumpuh? Em, bagus. Jadi aku yakin dia tidak akan bisa melindungi istrinya itu. Lalu?" tanya nya lagi.
"Ya, kau benar. Kita tidak boleh terburu-buru." jawab Leon berpikir keras. Yah, walaupun Geng mereka Geng besar, tapi dia tidak bisa seenaknya memerintah anak buah nya untuk membunuh sesuatu yang mungkin saja bisa merugikan mereka, karena hanya demi seorang wanita yang ingin membalaskan dendam.
Oleh sebab itu ia harus menyelidiki dengan benar, bahwa musuh nya bukan lah orang penting dan memiliki kuasa tinggi.
Di lain tempat pria yang menjadi musuh Nicko kini sudah berada di negara H, negara dimana Nicko berada.
"Aku kembali Nicko William, akan ku ambil semua apa yang kau banggakan. Terutama istri mu, hahahahha........" tawa pria itu dengan keras, saat tahu rivalnya menikahi seorang wanita cantik.
Pria itu entah kenapa saat melihat Foto Zanna sungguh tertarik. Wajah cantik itu sungguh membuatnya menginginkan wanita itu. Ia berpikir, dirinya akan mampu merebut hati wanita itu tanpa gangguan Nicko yang lumpuh.
Pria itu masih berpikir bahwa perbuatannya dulu masih membuat Nicko lumpuh. Tapi kenyataan nya ia salah, Nicko saat ini sudah sembuh dan siap berperang, mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
"Tunggu aku Baby," gumamnya percaya diri bahwa Zanna akan mencintai nya.
.
.
Di markas ZANNALOA. Zanna saat ini sedang menatap 3 pria yang berhasil di tangkap anak buahnya saat mengikuti dirinya.
Jika ketiga orang itu bersama dengan Zanna, yang dia lainnya di tangkap oleh anak buah Nicko. Mereka adalah penguntit yang mencari informasi tentang Zanna, wanita yang ingin di bunuh oleh Leon, kekasih Rebecca.
"Siapa kalian?" tanya Zanna dengan suara malas, namun penuh penekanan.
Kedua pria dan satu wanita itu menatap wanita cantik yang duduk di kursi, di depannya. Mereka seakan terhipnotis dengan kecantikan Zanna. Namun saat mengingat wanita di depannya tidak sesederhana itu, ia kembali berpikir siapa wanita di depannya itu, kenapa bisa memiliki sebuah markas dan anggota yang cukup banyak.
Saat mereka bertiga di seret paksa oleh Felix dan Faro, mereka begitu terkejut saat melihat banyaknya anggota di tempat itu. Dan itu sudah jelas jika wanita yang saat ini ada di depannya bukanlah wanita biasa.
"Kamu tidak perlu tahu siapa kami. Lepaskan kami!" bentak wanita yang di tangkap nya. Bukannya menjawab pertanyaan Zanna, ia malah berani meninggikan suara nya di depan wanita yang siap mencabut nyawa mereka.
Bugh,
"Berani sekali kau meninggikan suara mu di depan ku. Kau ingin mati?" ucap Zanna memukul wanita itu dengan pistolnya.
Ugh, rintih wanita itu saat merasakan kuat nya pukulan Zanna dan membuat kepala luka dan mengeluarkan darah di keningnya.
"Cih! Hanya wanita lemah seperti mu tidak akan mudah membuat ku mati!" jawab wanita itu dengan sangat berani.
Zanna yang mendengar tertawa keras, membuat ruangan itu penuh dengan suaranya yang menggelegar.
"Hahaha...... Ternyata kau cukup berani juga. Kau belum tahu siapa aku, tapi kau malah menantang ku," ucap Zanna membuat semua anak buah nya bergidik, takut. Mereka tahu seperti apa kejam nya bos nya itu. Walaupun wanita, ia tidak pandang bulu. Jika ada yang mengusiknya, maka tamatlah riwayatnya.
.
.
Bersambung