ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 76, Pertarungan Zanna dan Mega.



Keesokan harinya, tepat dimana kedua belah akan melakukan pertarungan. Mafia ZANNALOA dengan Mafia Red Wolf.


Kedua kubu sudah berdiri saling berhadapan dengan langsung dipimpin oleh ketua masing-masing. Zanna, Rubben dan Mega. Mereka bertiga saling menatap penuh dengan keinginan membunuh. Anak buah mereka semuanya pun tidak sabar untuk segera berperang.


"Hari ini kau akan mati di tangan ku wanita jala-ng," gumam Mega kesal melihat wajah cantik Zanna. Sebelum Zanna berubah wajah, Mega selalu iri dengan kecantikan Zanna. Dan sekarang berubah wajah pun Zanna masih tetap lah cantik. Dia tidak terima karena Zanna terlihat cantik dari nya dan banyak yang memperhatikannya. Itulah yang membuat Mega begitu membenci Zanna, karena menurutnya Zanna tidak boleh memiliki wajah secantik itu. Hanya dia yang boleh.


"Bunuh wanita itu, jangan biarkan dia hidup," bisik Rubben di telinga Mega.


Mega mengeratkan genggamannya. Mere-mas senjata api di tangganya.


"SERANG!!" teriak Rubben memberikan perintah kepada anak buahnya untuk memulai pertarungan.


Zanna yang mendengar juga memberikan perintah kepada anak buahnya. "BUNUH MEREKA SEMUA. JANGAN SISAKAN SATU PUN," perintah Zanna dengan lantang. 


Semua anak buah mereka langsung menarik pelatuk senjata mereka dan menembak musuh di depannya.


Door,


Door,


Door,


Suara tembakan, saling bersahutan. Kedua belah pihak saling menembak. Dari kelompok Zanna, anak buah Chloe Dominic melempar bom ke arah kelompok Rubben. 


Boom…


Duuuaar…..


Satu ledakan mampu membunuh banyak orang. Rubben yang melihat beberapa anak buahnya mati dalam sekejap mengepalkan tangan, marah.


"Brengsek! Bagaimana wanita sialan itu memiliki benda itu?" Kesalnya sambil membunuh anak buah Zanna yang mendekatinya.


Ledakan demi ledakan terus menggema di tempat itu, banyak asap mengepul karena ledakan bom yang di lempar oleh anak buah Chloe. Begitu pun suara tembakan yang saling bersahutan, melesat ke arah target mereka masing-masing.


Zanna yang melihat anak buahnya seperti menguasai pertarungan ini tersenyum. Ia menatap Mega yang berdiri menatapnya dengan tajam. Dengan nafas memburu karena marah, Mega berlari ke arah Zanna. Zanna yang melihat Mega berlari ke arahnya, tersenyum kecil. Siap meladeni Mega.


Bug,


Mega memukul Zanna, namun dengan cepat di tangkis oleh Zanna. "Heh, jangan harap bisa memukul ku kali ini. Tidak akan ku biarkan," ucap Zanna memutar tangan Mega dan membanting tubuh itu ke tanah.


Bugh,


Mega yang di banting oleh Zanna mengumpat kesal, karena tenaga Zanna sekarang lebih kuat di bandingkan sebelumnya. "Sialan!" Mega bangun dan menyerang kembali Zanna.


Bug, 


Bug,


Bug,


Pertarungan keduanya pun berlangsung tanpa memperdulikan anak buah mereka yang bertarung di sekitarnya. Mega dan Zanna saling menyerang, menendang dan memukul.


Kesal karena serangannya terus di tangkis oleh Zanna, Mega mengambil pisaunya dan menyerang kembali Zanna.


Trang,


Zanna yang melihat Mega menyerangnya dengan pisau langsung menghalau pisau itu dengan pisaunya saat pisau Mega hampir menyentuh dadanya.


"Kau benar-benar tidak sabaran," ucap Zanna menyerang Mega. Kini Zanna tidak akan membiarkan Mega menyerangnya, ia akan lebih dulu menyerang dan membuat Mega terpojok.


Trang..


Trang..


Bunyi tangkisan antara kedua pisau.


Sreet….


"Argh, dasar jala-ng! Beraninya kau melukai ku," marah Mega saat lengannya tergores pisau Zanna.


"Bukan hanya itu saja, aku akan memberikan karya indah di setiap tubuh yang kau banggakan itu," Zanna maju dan menyerang kembali Mega.


Bug, 


Bug,


Bug,


Sreet…


Zanna kembali menggores lengan Mega. Dan membuat lengan itu semakin bersalah. 


"Ah, kau harus mati Zanna," marah Mega karena Zanna berhasil melukai nya kembali, sedangkan dirinya tidak bisa menyentuh atau melukai tubuh Zanna sedikit pun.


Pertarungan sesama wanita itu terus berlangsung untuk bisa saling mengalahkan satu sama lain. Sedangkan di tempat lain, Rubben saat ini sedang melawan dua musuhnya, Glen dan Faro.


"Kalian bukanlah tandingan ku. Menyingkir dari hadapan ku," perintahnya karena malas berurusan dengan orang lemah. Menurutnya Faro dan Glen bukanlah lawan yang pantas untuk menjadi lawannya.


"Cih! Belum bertarung kau sudah menghina kami, seolah kau yang paling kuat di tempat ini. Asal kau tahu, kau itu lemah, lemah!" jawab Faro menghina karena kesal dan muak dengan mulut besar Rubben.


Rubben yang mendengar Faro mengatakan dirinya lemah, mengepalkan tangannya. Ia sangat marah. Dan dia berjanji akan membunuh pria yang menghinanya itu. 


"Lihatlah, kau yang akan pertama ku bunuh dan akan ku robek mulut mu itu," marah Rubben dengan wajah memerah dan rahang mengeras 


Tanpa menunggu lama, Rubben langsung menyerang Glen dan Faro.


Bug,


Satu tendangan membuat Glen terpental dan jatuh. Sungguh kekuatan Rubben begitu kuat. Rubben yang melihat tersenyum menyeringai. Ia menoleh ke arah Faro dan langsung menyerang Faro yang menghinanya lemah.


Bug,


Bug,


Bug,


Faro dan Rubben saling memukul dan menendang. Glen yang mendapatkan tendangan kuat itu, berdiri dan berlari ke arah Rubben untuk membantu Faro mengalahkan Rubben.


Bug,


Satu tendangan Glen mengenai punggung hingga membuat Rubben oleng. "Sialan! Berani nya kau menendang ku dari belakang. Akan ku bunuh kau," marahnya dan menyerang Glen. Faro tidak tinggal diam, ia juga membantu. Dan kini mereka bertiga bertarung untuk saling mengalahkan.


Anak buah Chloe yang melihat kekacauan itu, semakin bersemangat. Mereka mengeluarkan senjata mereka dan menyerang anggota Red Wolf.


Sreet,


Sreet,


Sreet,


Mereka memukul, menusuk bahkan menggorok leher musuhnya tanpa ampun. Kesadisan dari kelompok Mafia GEROGRE LORIZD membuat anak buah Zanna dan Rubben bergidik ngeri. Kata kejam dan sadis itu lah yang ada di pikiran mereka 


Dalam sekali serang, anak buah Chloe Dominic mampu membunuh musuh yang menghalanginya. Anak buah Zanna yang melihat tentu saja senang, karena mereka berada di pihaknya. Dan mereka pun langsung memiliki semangat tinggi untuk segera membunuh musuhnya. 


.


.


Di lain tempat, tepatnya dimana Nicko berada. Tiba-tiba dirinya dan pasukannya mendapatkan serangan dari kelompok yang menyerangnya secara mendadak itu.


Anak buah Nicko yang melihat tentu saja tidak diam. Mereka semua melawan kelompok itu, dan terjadilah pertarungan sengit. Pertarungan yang sama sengitnya dengan pertarungan Zanna dan Rubben berada.


.


.


Kembali di tempat pertarungan Mega dan Zanna. Zanna memukul perut Mega dengan kuat dan tidak hanya itu saja, ia menendang tubuh Mega hingga membuat Mega terjatuh dengan tubuh terluka. Kedua wanita itu sama-sama terluka. Hanya saja luka Zanna tak separah Mega yang di jadikan bahan latihan tenaganya oleh Zanna.


Melihat Mega yang tumbang, Zanna berjalan ke arah Mega dengan senyum seringainya.


"Berhenti kau! Jangan mendekat," perintahnya sambil menodongkan pisau ke arah Zanna. Zanna yang melihat tentu saja tertawa keras. Sungguh lucu pikirnya.


"Hahaha….masih berani memerintah ku. Kau itu sebentar lagi mati, jadi jangan berani mengancamku dengan senjata mu itu," Zanna menendang tangan Zanna, membuat senjata tajam itu terlempar cukup jauh.  Mega yang merasakan tendangan di tangannya, mere-mas pergelangan tangan karena rasa nyeri.


Tiba-tiba, Zanna menampar wajah Mega dengan kuat hingga meninggalkan bekas tamparan itu. Mega yang mendapatkan tamparan itu langsung menatap Zanna dengan marah. Zanna yang melihat bukannya takut, ia malah menendang tubuh itu berulang kali tanpa ampun, membuat Mega merintih tanpa bisa melawan.


Bersambung