
Sekelompok orang bersenjata datang ketempat itu. Pria yang menahan Mega mengerutkan kening. Mereka melihat ke arah sumber suara. Di dengarnya banyak langkah mendekat ke arah mereka.
"Nona, kita harus pergi. Sepertinya mereka datang kesini untuk menyelamatkan wanita ini," ucap pria itu dan di angguki Zanna.
"Kita mundur sekarang," perintahnya pada semua anak buah Nicko.
Semua yang menahan anak buah Mega memukul tengkuk mereka, membuat mereka semua pingsan. Begitu pun dengan Mega, pria itu memukul dengan keras membuat Mega tak sadarkan diri. Melihat semua nya sudah pingsan, Zanna dan anak buah Nicko meninggalkan tempat itu.
Sekelompok orang yang datang itu langsung menghampiri Mega dan anak buahnya, melihat apakah Mega masih hidup atau sudah mati. Saat di periksa ternyata Mega hanyalah pingsang.
Ketua yang mengetuai kelompok itu melihat sekeliling, "Cari mereka," perintahnya dan langsung di angguki semua bawahannya. Mereka semua berpencar mencari keberadaan Zanna.
Cukup lama mencari, mereka sama sekali tidak menemukan seorang pun. "Tidak ada seorang pun di tempat ini bos," lapor bawahan nya itu.
"Mungkin mereka sudah pergi saat kita sampai. Kalian semua bawa mereka, dan tinggalkan tempat ini," perintahnya dan bawahnya pun menjalankan perintah itu, membawa Mega dan lainnya kedalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
Di lain tempat.
"Terimakasih karena membantu ku tadi," ucap Zanna pada anak buah Nicko.
"Itu sudah menjadi tugas kami nona. Anda tidak perlu sungkan. Jika pun anda membutuhkan bantuan kami, kami siap menjalankannya," jawab salah seorang pria dari mereka.
"Baiklah," jawab Zanna menepuk bahu itu. "Aku pergi dulu, jangan ikuti aku. Kalian pergilah ke tempat bos mu itu," perintahnya dan tidak di jawab oleh mereka.
Zanna mengerutkan kening saat beberapa pria itu tidak bergeming dan tidak menjawab perintahnya. "Ada apa? Kenapa kalian tetap disini? Pergilah," usir nya dengan bingung karena lagi-lagi mereka tidak bergeming sama sekali.
"Hei, aku berbicara dengan kalian. Kenapa kalian masih tidak pergi?" tanya Zanna bersedekap dada.
"Silahkan nona pergi dulu. Kami akan pergi setelah anda pergi."
Zanna menyipitkan matanya, menyelidik. "Jangan kalian kira aku tidak tahu ya. Aku tahu kalian akan tetap membuntuti ku. Aku tidak mau, kalian pergilah," perintahnya sedikit kesal.
"Anda tidak berhak menolak nona, karena kami sudah di perintahkan oleh tuan untuk menjaga anda. Kemana pun anda pergi, kami akan tetap mengikuti anda."
"Sialan! Aku sangat kesal. Bilang pada bos mu, aku tidak mau di ikuti."
"Anda bisa mengatakannya sendiri nona," ucap pria itu santai.
"Kamu sangat menyebalkan. Siapa nama mu?" kesal Zanna karena pria itu sangat sudah menuruti perintahnya.
"Saya Chris nona."
"Chris, nama yang bagus. Tapi kau sangat menyebalkan sama seperti tuan mu itu yang sangat menyebalkan," Zanna mengambil ponselnya dan menghubungi Nicko, ia tahu jika bukan Nicko yang menyuruh mereka pergi, maka mereka tidak akan bergeming, dan tidak akan mau meninggalkannya.
Dret...Dret....
"Hallo Baby, tumben menghubungi ku. Apakah kamu merindukan ku?" jawab Nicko membuat Zanna semakin kesal. Pikirnya tidak bisakah suaminya itu mengatakan yang lain. Selalu saja seperti itu.
"Tidak sama sekali," jawab Zanna ketus.
"Kamu menyakiti hati ku Baby," jawab Nicko dengan nada sedih.
"Menjijikkan," kesal Zanna dan membuat Nicko terkekeh kecil.
"Apakah mereka ada bersama mu?" Nicko malah bertanya dan membuat Zanna semakin kesal.
"Ya," jawab Zanna benar-benar ketus.
"Berikan ponsel mu pada nya, aku akan berbicara dengan nya," perintah Nicko dan Zanna langsung memberikan ponsel nya kepada Chris.
"Hallo tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Chris
"Kau bersama dengan mereka?" tanya Nicko yang tidak tahu jika Chris bersama dengan anak buahnya yang mengawal Zanna.
"Saya tadi berada tak jauh dari tempat nona berada. Dan yang lainnya menghubungi saya, kalau nona dalam bahaya. Jadi saya ikut membantu tuan," jelas Chris
"Baiklah. Oh ya, apakah dia nampak kesal?"
"Iya tuan."
"Pergilah, perintahkan mereka untuk pergi dari hadapannya. Kawal dia seperti biasa, dan untuk mu, datanglah ke kantor. Aku ingin kau menjelaskannya."
"Baik tuan," jawab Chris dan panggilan pun berakhir.
Chris menyerahkan ponsel itu kembali ke nona muda nya. Setelah itu memerintahkan bawahannya pergi meninggalkan mereka berdua. Zanna yang melihat Chris tidak pergi mengerutkan kening. "Kenapa kau masih tetap disini?"
"Saya akan mengantarkan anda kembali," jawab Chris dengan sikap datarnya.
"Kau tahu aku akan kemana?" tanya Zanna dan di angguki Chris. Melihat itu Zanna seperti orang bodoh, tentu saja Chris tahu kemana dia akan pergi. Bukankah selama ini dia selalu di awasi oleh anak buah suaminya itu. Jadi tidak mungkin pria tampan di depannya ini tidak tahu apa yang di lakukan nya.
"Mari nona, saya akan mengantarkan anda," Chris mempersilahkan Zanna untuk berjalan lebih dulu. Zanna pun akhirnya menuruti perintah Chris. Sebenarnya dia sangat malas, namun jika tidak mengikuti perintah Chris, pastinya pria tampan itu tidak akan mau pergi dari hadapannya.
Chris pun mengantarkan nona mudanya kembali kerumah sakit dengan memesan taksi, karena mobilnya ia tinggal sangat jauh dari tempat nya saat ini. Tidak mungkin untuknya mengambil mobil itu, karena jika itu ia lakukan, nona muda nya pasti kabur dari nya.
Zanna sebenarnya tidak ingin kembali kerumah sakit, ia masih ingin menemui seseorang, Felix. Tapi semuanya seperti nya tidak mungkin, karena Chris selalu ada di sampingnya. Dan dengan berat hati, Zanna pun menuruti perintah itu.
Di dalam taksi, Zanna mengirim pesan kepada Felix. Mengatakan jika dirinya di kejar oleh Mega beserta anak buahnya. Felix yang membaca tentu saja terkejut. Tapi Felix tidak bisa berbuat apa, karena dirinya saat ini tidak berada di markas ZANNALOA.
Mendengar itu sebenarnya ia ingin langsung pergi menemui bosnya. Tapi ia tidak bisa, karena saat ini dia berada di markas Mega. Pantas saja Mega tidak ada, ternyata Mega berada di kota bosnya, pikirnya.
Sebelum kejadian Zanna di serang Mega, Felix mendapatkan informasi, bahwa semua anggota Mega harus berkumpul di markas. Dan mau tidak mau, Felix pun kembali agar dirinya tidak di curigai oleh anak buah Mega dan Rubben sendiri bahwa selama ini dirinya sering keluar untuk menemui Zanna.
Felix tidak tahu kenapa mereka berkumpul, tapi pastinya itu sangat lah penting. Ia akan melihat apa itu nanti.
.
.
Sedangkan di tempat lain, Mega yang di tolong oleh beberapa orang suruhan Frans, kini mengantarkan Mega ke rumah sakit, untuk memulihkan tubuhnya yang terluka. Sedangkan anak buah Mega di kirim langsung ke tempat asalnya, dimana Markas Mega berada.
..
..
..
Bersambung