ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 39, Musuh Baru



Nicko yang tidak ingin mengganggu tidur istrinya karena suara nya nanti, ia bangun dengan perlahan dan berdiri di balkon. "Katakan, kenapa kamu menghubungi istri ku?" tanya Nicko dengan nada dingin.


Felix yang mendengar menelan ludah, suara suami bosnya ini sungguh mengintimidasi nya. "Mengerikan sekali nada suara nya," batin Felix.


"Maaf tuan, bukan saya tidak ingin mengatakannya. Namun ini memang tidak bisa saya katakan kepada anda," jelas Felix.


"Jadi kalian mau main sembunyi-sembunyian dengan ku, hm....? Atau mungkin kalian ingin berselingkuh di belakang ku?" tanya Nicko dengan pertanyaan aneh, agar mendapatkan jawaban itu.


"Tidak tuan, saya tidak berani," jawab Felix.


"Baiklah, jika kamu memang tidak berniat bermain di belakang ku, sekarang katakan, apa yang akan kau katakan padanya," desak Nicko yang benar-benar penasaran. "Jika kamu tidak mengatakan nya, jangan harap istri ku akan bertemu dengan mu lagi," imbuhnya dengan mengancam.


Felix yang mendengar bingung. Dia berpikir, apakah tidak apa-apa jika mengatakan dengan suami bosnya. Tapi jika suami bos nya tahu, bukankah berarti pria itu akan tahu siapa sebenarnya bosnya nya ini.


Felix sungguh di buat bingung. Ia tahu jika pria yang berbicara dengan nya ini memiliki kuasa tinggi. Dan jika apa yang di katakan nya tadi benar, bahwa Zanna tidak boleh menemuinya, bukankah itu akan membuat nya susah. Dan niat balas dendam bos nya kepada Mega dan Rubben akan gagal total.


"Bagaimana ini? Apakah aku harus mengatakannya?" batin Felix bimbang.


Felix menghela nafas, setelah itu berkata. "Kami sebenarnya akan membahas tentang musuh nona, tuan," jelas Felix yang sudah berpikir panjang dan akhrinya mengatakan.


"Musuh? Apa istri ku memiliki musuh?" tanya Nicko mengerutkan kening. Seingat dia saat membaca informasi tentang istrinya, Nana sama sekali tidak pernah bersinggungan dengan seseorang.


Namun sebelum Felix menjawab, Nicko mendengar Zanna yang bangun. "Istri ku bangun, kau memiliki hutang penjelasan pada ku," jelasnya dan memutus panggilan, berjalan menghampiri istrinya.


Zanna yang telah bangun menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang sambil melemaskan otot-otot nya yang sakit karena ulah suaminya tadi malam.


"Sudah bangun?" tanya Nicko menghampiri, dan duduk di sisi ranjang.


Zanna tidak menjawab, hanya menatap saja. Rasa nya dia sungguh malas melihat wajah yang selalu memaksanya itu.


"Aku ingin mandi," Zanna perlahan turun dari ranjang.


Nicko yang melihat Zanna turun langsung menahan. "Diam ditempat. Aku akan mengisi air untuk mu mandi. Jangan kemana-mana," ucapnya dan pergi menuju kamar mandi. Zanna hanya memperhatikan suaminya yang pergi. Ia melirik ponselnya yang ada di ranjang, mengambilnya dan mengirim pesan kepada Felix.


"Temui aku di Cafe xx," bunyi pesan yang dia kirim ke nomor Felix.


Felix yang mendapatkan kan pesan membalas, "Baik, bos."


Zanna pun meletakkan kembali ponselnya dan setelah itu berjalan menuju kamar mandi. Di pintu, ia menyandarkan tubuhnya, menatap suaminya yang mengisi bathub untuknya mandi. Zanna yang melihat hanya menaikkan satu alisnya, tidak mengerti kenapa suaminya sampai melakukan hal itu untuknya. Mungkinkan suami nya benar benar cinta, atau hanya sebagai balas budi karena tadi malam ia memberikan hak nya. Entahlah, hanya Nicko yang tahu niatnya.


Zanna berjalan menghampiri Nicko yang mengisi bathub. Merasa ada yang berdiri di belakangnya, Nicko mendongak. "Kenapa kesini? Bukankah sudah ku minta untuk tetap di ranjang?"


"Malas. Aku ingin segara mandi. Terlalu lama menunggu mu jika sampai selesai," jawab Zanna dengan wajah datar dan melepas pakaiannya. Nicko yang melihat langsung berdiri di depan Zanna dan membantu istri nya melepas pakaiannya.


"Aku bantu melepaskannya."


"Tidak usah, aku bisa sendiri," jawabnya menolak.


Namun bukan Nicko nama nya, jika begitu saja sudah menyerah. Ia tetap memaksa dan akhirnya tubuh itu pun polos tanpa sehelai kain.


Zanna masuk kedalam bathub yang sudah diisi oleh air hangat dan wewangian. Ia menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata, menikmati aroma wangi yang menenangkan.


Nicko melepas pakaiannya dan ikut masuk bersama Zanna. Zanna yang merasakan ada pergerakan di air, membuka matanya. Keningnya mengkerut melihat Nicko yang ikut masuk kedalam bathub.


"Apa yang kau lakukan? Jangan macam-macam!" tatapnya tidak senang.


"Aku hanya ingin mandi bareng, baby. Masak tidak boleh," jawabnya dengan tampang tidak bersalah.


"Mandi saja, jangan yang lain." ingatnya dan di angguki Nicko.


Zanna kembali memejamkan matanya. Cukup lama mereka saling diam, Nicko tidak tahan lagi jika hanya diam dan menatap istrinya yang cantik.


Perlahan ia mendekat, dan menindih tubuh itu, "Baby," panggilnya lirih dengan jantung berdetak cepat.


Zanna yang merasa terancam langsung mendorong tubuh itu dan berdiri, pergi meninggalkan Nicko yang terbengong karena di abaikan.


.


.


Setelah membersihkan diri, dan berpakaian rapi. Zanna keluar rumah setelah berbicara dengan Nicko yang telah mengizinkan. Sedangkan Nicko yang tahu istrinya akan menemui Felix diam-diam mengikuti nya


Di Cafe xx, Zanna duduk di depan Felix. Sedangkan Nicko duduk di kursi belakang Zanna, saling memunggungi.


Zanna tidak tahu jika suaminya sedang membuntutinya, karena saat ini Nicko memakai pakaian biasa dengan topi yang bertengger di kepalanya, dan memakai masker untuk menutupi wajahnya.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Zanna menyandarkan tubuhnya di kursi, menunggu jawaban Felix.


"Saya ingin menyampaikan, jika Mega dan Rubben mulai bergerak mencari keberadaan anda dan markas kita. Dan sepertinya mereka memang sudah mengetahui jika anda masihlah hidup. Dari laporan anak buah kita, mereka mencari data anda di rumah sakit keluarga William. Yang berarti mereka tahu jika anda pernah di rawat di rumah sakit itu." jelas Felix.


Zanna diam, berpikir. Jika mereka tahu dirinya pernah di rawat di rumah sakit keluarga William, bukankah mereka akan mengetahui siapa dirinya sebenarnya saat ini?


Sedangkan Nicko yang berada di samping mereka, mengerutkan kening, mendengar ucapan itu. "Nana pernah di rawat di rumah sakit keluarga?" batin Nicko semakin penasaran. Apalagi saat mendengar istrinya benar-benar memiliki musuh. Ia tidak tahu siapa itu Mega dan Rubben. Namun setelah ini ia akan meminta anak buahnya untuk menyelidiki siapa dua orang yang mereka maksud itu.


"Ada satu lagi informasi yang kami dapat bos. Ada sekelompok lain yang juga mencari keberadaan anda. Dan sepertinya mereka tidak memiliki niat baik untuk anda," jelas Felix lagi.


"Siapa?" tanya Zanna penasaran


"Kami belum tahu pasti nya. Tapi di lihat dari orang-orang yang mencari anda, orang itu memiliki kekuatan besar. Dan seperti nya mereka bukan berasal dari negara kita," jelas Felix


"Bukan dari negara kita? Aku tidak pernah memiliki musuh di luar negara. Bukankah kamu sendiri juga tahu, bahwa aku terlalu malas bersinggungan dengan kelompok lain. Lalu ini siapa yang mencoba mencari keberadaan ku? Apa niatnya?" tanya Zanna benar-benar tidak tahu. Pikirnya, mungkinkah dia akan memiliki musuh baru?


.


.


.


Bersambung.