ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 75, Rubben dan Robbin adalah dua saudara kembar.



Nicko sibuk dengan urusannya, tanpa tahu jika istrinya akan melakukan perang besar terhadap mafia lain. Sedangkan Zanna yang kini sudah berada di rumah sedang menghubungi seseorang, untuk di minta bantuan banyak pasukan dan senjata.


Sedangkan Dena yang belum sembuh, Zanna meminta Yuna untuk menemani Dena di rumah sakit tanpa memberi tahu bahwa dirinya akan melakukan perang besar-besaran.


"Hallo," sapa Zanna di telepon. 


"Siapa ini," jawab seorang wanita yang tidak mengenal nomor yang menghubunginya, namun sedikit mengenal suara yang menghubungi nya.


"Sudah melupakan ku?" Tanya Zanna tersenyum kecil pada teman SMP nya.


"Siapa? Jangan macam-macam dengan ku. Cepat katakan siapa kau?" Jawab wanita itu yang malas berurusan dengan seorang yang asing baginya.


"Hahaha…kau tetap sama seperti dulu princess."


Wanita itu mengernyitkan alisnya. Menatap nomor di ponselnya, nampak asing. "Katakan, siapa kau? Aku tidak banyak waktu mengurusi orang yang tidak jelas."


"Hah, baiklah-baiklah. Aku Zanna teman SMP mu yang sering bersama mu, menghajar setiap orang yang mengganggu orang lemah," jelas Zanna mengingatkan pada wanita itu bahwa mereka selalu bersama saat SMP dulu.


Wanita itu diam. Berpikir keras, mengingat saat-saat dirinya SMP dulu. Cukup lama berpikir, satu ingatan tentang gadis yang selalu bersama dirinya saat di SMP mengingatkan pada gadis yang tak kalah cantiknya dengan dirinya, Zanna.


"Zanna? Zanna yang itu kah?" Tanya wanita bernama Chloe Dominic.


"Tentu saja bestie, ini aku Zanna. Begitu mudahkah kau melupakan ku. Mentang-mentang sudah memiliki si janten itu?" 


"Janten? Janten siapa?" Tanya Chloe bingung karena tidak tahu siapa itu janten yang di katakan Zanna.


"Janten si Tuan muda Jaeden tentunya." Kekeh Zanna saat tahu berita di televisi bahwa Chloe telah bertunangan dengan seorang tuan muda dari keluarga Tesla.


Zanna pun juga mengetahui nomor Chloe dari seseorang, yang tentunya mengetahui nomor putri mahkota Kerajaan NEVOLEON itu. Siapa lagi jika bukan dari Chris si hacker yang terus di paksa Zanna untuk mencari nomor milik Chloe Dominic. Dan mau tidak mau, Chris pun meminta nomor pada Arsen bawahan Tian Dominic, raja kerajaan NEVOLEON. Dengan alibi sesama hacker dan juga kenalan.


"Dasar sialan! Sejak kapan kau mengganti nama pria ku?" kesal Chloe membuat Zanna tertawa, sungguh senang sekali membuat putri mahkota itu kesal dan mengumpat padanya.


"I am sorry," Zanna masih tertawa kecil dan lagi-lagi mendapatkan umpatan Chloe.


"Katakan! Aku tahu kau menghubungi tidak hanya karena ingin membuat ku kesal. Aku hafal dengan sifat mu itu selama bersama mu di sekolah. Dan ku yakin kau pasti ada maunya."


"Hahaha….tertanya kau masih hafal dengan sifat ku Chloe. Baiklah, aku akan mengatakan nya. Aku tahu kau siapa dan kamu menjadi apa selain menjadi putri mahkota. Kamu adalah seorang ketua mafia GEROGRE LORIZD. Dan aku disini untuk meminta bantuan mu. Aku tidak menutup-nutupi permintaan ku dan tanpa rasa malu, aku ingin meminta bantuan mu untuk mengirimkan anak buah mu ke tempat ku, membantu ku melawan musuh ku yang ingin membunuh ku," jelas Zanna, ia tidak peduli jika harus mengemis. Ia tahu anak buahnya tidak mencukupi untuk melawan Rubben dan Mega karena ia tahu kekuatan Rubben seperti apa.


Zanna sebenarnya bisa saja meminta bantuan kepada suaminya. Hanya saja ia tidak ingin membuat khawatir Nicko di saat suaminya itu sedang ada masalah sendiri dengan musuhnya.


"Kau tahu banyak tentang ku ternyata. Aku tidak menyangka kau memperhatikan ku Na. Oh ya, kau bilang tadi kau memiliki musuh, siapa itu?" Tanya Chloe penasaran.


"Rubben dari Mafia Red Wolf," jelas Zanna.


"Red Wolf? Kenapa kau bisa memiliki permusuhan dengan dua kembar itu?" Tanya Chloe ingin tahu. Pikirnya, kenapa bisa sahabatnya itu memiliki musuh seorang bos mafia.


Zanna yang mendengar dua kembar dari mulut Chloe mengernyitkan kening, bingung. Dua kembar, apa maksudnya? "Tunggu! Kamu tadi bilang dua kembar. Maksudnya apa?"


"Ya, dua kembar. Red Wolf itu kan mafia yang di pegang oleh dua ketua. Bernama Robbin dan Rubben. Apa kau tidak tahu?" 


"Tidak! Aku tidak tahu," jawab Zanna yang memang tidak tahu.


"Hah, kau ini. Bermusuhan dengan mereka tapi tidak tahu mereka berdua. Sungguh aneh sekali. Baiklah akan ku jelaskan. Rubben adalah kakak dari Robbin. Namun mereka berdua berbeda kepribadian. Rubben lebih keras di bandingkan Robbin. Bisa di bilang Robbin lebih lemah di bandingkan Rubben. Namun jika masalah berbisnis Robbin lebih unggul karena ia lebih cerdas dari kakaknya itu." Jelas Chloe dan membuat Zanna diam. Zanna menjadi bingung, sebenernya musuhnya itu Rubben atau Robbin? Lalu yang di tangkap dan di bunuh oleh anak buah Nicko itu siapa, Robbin atau Rubben? Sungguh membuat Zanna bingung.


"Aku menjadi bingung saat kau mengatakan mereka berdua."


"Aku bingung, sebenarnya siapa musuh ku itu, Rubben atau Robbin? Waktu itu aku pernah menangkap Rubben dan sudah kami bunuh. Namun sekarang muncul lagi Rubben. Bukankah ini sangat membingungkan, Chloe? Dan kau tahu, saat ini suami ku juga akan berhadapan dengan seseorang yang kita bahas, dia adalah Robbin."


"Hah, intinya hadapi lah jika kau tidak ingin mati. Baik itu Rubben atau Robbin bunuh saja. Aku akan membantu mu. Em, apakah perlu aku turun langsung membantu mu?"


"Tidak perlu! Cukup kamu kirimkan pasukan mu saja, jangan semuanya karena aku juga memiliki pasukan ku sendiri. Aku meminta bantuan mu karena pasukan mu lebih terlatih dari pasukan ku."


"Baiklah, malam ini aku akan mengirimkannya langsung ke tempat mu. Jemput mereka di bandara."


"Baik, terimakasih," jawab Zanna tersenyum senang karena temannya mau membantunya.


.


.


Di negara N, Chloe langsung menghubungi paman Arsen untuk meminta bantuan, menyampaikan kepada anggota nya agar pergi ke tempat temannya malam itu juga untuk membantu pertarungannya melawan Mafia Red Wolf.


Dan malam itu juga pasukan GEROGRE LORIZD langsung terbang menuju tempat Zanna berada.


.


.


Sedangkan di tempat Mafia Red Wolf, Rubben dan Robbin berdiri di depan anak buahnya. Mereka berdua memerintahkan anak buahnya untuk melakukan yang terbaik dalam mengalahkan dua kubu itu, Mafia ZANNALOA dan Geng Reaper.


"Dengarkan perintah ku. Besok lakukan yang terbaik, dan jangan pernah mengecewakan ku," perintah Rubben dengan lantang.


"Baik tuan," semua menjawab kompak "Kalahkan ZANNALOA, kalahkan Reaper," teriak mereka semua semangat di dalam markasnya.


Robbin hanya diam, dengan pandangan datarnya. Robbin sebenarnya masih hidup. Sedangkan yang di tanggap Zanna dan Nicko waktu itu bukanlah Robbin, melainkan anak buahnya yang sudah lama diubah wajahnya menjadi seperti dirinya dan ia tempatkan di markas Mega untuk membantunya untuk mengelabui Zanna.


Sedangkan wajahnya Robbin sendiri ia ubah menjadi Edgar, agar bisa lebih bebas jika berada di luar saat bertemu dengan Nicko, musuhnya.


Keduanya memiliki musuh masing-masing. Namun musuh mereka sama, satu pasangan yang membuat mereka sangat membenci keduanya, Zanna dan Nicko.


Siapakah yang akan menang nanti? Tunggu kelanjutannya, dan jangan sampai terlewatkan.


.


.


.


Bersambung


Autor hari up banyak, tapi sikiknya yang like.


Jangan lupa likenya ya, dan komennya agar jari Autor ini g merajuk.🤭🤭