ZANNA

ZANNA
ZANNA Bagian 37, Akhirnya Jebol.



Nicko yang sudah siap melancarkan aksinya, mencoba mendorong singkong bakar nya. Namun saat siap melesat masuk, Zanna menahan nya dan mendorongnya.


"Ada apa?" tanya Nicko bingung.


"Aku tidak mau, karena hanya kamu yang di untungkan," jawab Zanna membuat Nicko bingung.


"Maksud nya apa?"


"Milik mu akan tetap utuh, sedangkan punya ku akan bolong. Aku tidak mau. Jika kamu tiba-tiba tidak ingin dengan ku, aku lah yang rugi."


Nicko yang mendengar benar-benar ingin mencubit bibir itu. Ia mengusap wajahnya kasar. "Jika aku sudah berniat melakukan nya, aku tidak akan meninggalkan mu," jawab Nicko meyakinkan.


"Aku tidak percaya, wajah mu terlalu sempurna. Bagaimana jika ada wanita yang lebih indehoy menggoda mu?" tanya Zanna lagi. Nicko malas mendengar istrinya mengoceh tidak jelas. Ia kembali menyusupkan wajah nya di leher Zanna dan menggigitnya dengan gemas.


"Argh.....Kenapa menggigit ku?" tanya nya mendorong kepala Nicko.


"Itu hukuman karena kamu banyak omong," ucap nya dan menyambar bibir itu kembali, menciumnya dengan paksa.


Emh.... Emh....


Zanna mencoba mendorong dada Nicko. Nicko yang kesal mencekal tangan itu dan mencengkeramnya ke atas kepala Zanna.


Tanpa memberi ampun, Nicko kembali mencum-bu setiap inci tubuh Zanna. Dan karena sudah tidak bisa menahan nya, ia pun mencoba mendobrak inti Zanna dengan perlahan.


"Argh.... Nicko sakit!" jerit Zanna saat merasakan sesuatu yang keras masuk kedalam intinya.


Hah....Hah....Hah....


Napas Zanna terengah-engah saat Nicko berhasil memasukkan singkong bakar nya. Nicko yang berhasil tersenyum, dan menciumi wajah Zanna dari mata, hidung pipi dan bibir. Ia merasa senang akhirnya bisa menjadikan Zanna miliknya seutuhnya.


Nicko melepas cengkeraman di tangan Zanna, dan memulai menggoyangkan pinggulnya dengan perlahan. Zanna yang baru merasakan benda keras bersarang di intinya keluar masuk, mende-sah dan mencengkeram punggung Nicko.


"Enak Baby?" tanya Nicko masih dengan kegiatannya.


Zanna tidak menjawab, ia menikmati apa yang Nicko berikan. Melihat wajah Zanna yang begitu menikmati, Nicko pun menggerakkan pinggulnya sedikit cepat. Seiring gerakan cepat itu, suara Zanna pun semakin keras.


"Aku akan membuat mu puas Baby, nikmatilah. Aku yakin kamu begitu menikmati," seru Nicko dengan napas tersendat karena dirinya memompa tubuh itu dengan cepat.


Napas kedua nya saling memburu, seiring gerakan tubuh mereka. Dan suara merdu kedua nya saling bersahutan di dalam kamar itu. Untung saja kamar itu kedap suara, sehingga penghuni rumah tidak dapat mendengar suara keramat yang sedang menikmati cinta.


Nicko benar-benar tidak berhenti, ia menggempur Zanna hingga makan malam tiba. Setiap kali Nicko mencapai klimaksnya, Nicko akan kembali on dan mengulang kembali kegiatannya. Seperti tidak ada rasa lelah sedikit pun.


Sedangkan di ruang makan, Natalie dan lainnya sedang menunggu kedatangan menantu dsn putra nya. Namun sampai jam waktunya makan malam, Nicko dan Zanna tidak menampakkan batang hidungnya.


"Bi, coba bibi panggil mereka. Aku takut mereka ketiduran karena kelelahan sehingga lupa untuk makan malam," perintahnya pada pelayan rumah.


"Baik nyonya," angguknya dan pergi menuju kamar Nicko.


Sesampainya disana, bibi mengetuk pintu kamar itu. Cukup lama bibi berdiri dan berulang kali mengetuk pintu, namun tidak ada sautan sama sekali di dalam kamar. "Apa tuan dan nona benar-benar tidur, sampai berungkali aku mengetuknya mereka tidak bangun?" gumamnya dan akhirnya pergi dari tempat itu.


Sedangkan di dalam kamar, Zanna menatap suami nya yang sedang asik menikmati tubuhnya. "Ada yang mengetuk pintu! Sepertinya itu bibi," ucap Zanna berharap Nicko mengakhiri kegiatannya.


"Biarkan saja," jawab nya dan mengecup leher.


"Arh.....Aku lelah. Tidak bisakah kau berhenti setelah ini. Milik mu sungguh ganas sekali," kesal nya namun masih dengan bibir mende-sah.


"Tapi tidak seperti ini. Berikan waktu untuk ku berisitirahat. Kau benar-benar membuat ku lelah. Dan aku yakin nanti aku tidak akan bisa berjalan," gerutunya dengan memukul lengan Nicko, kesal.


Nicko terkekeh melihat wajah kesal istrinya. "Sebentar lagi, sebentar lagi akan ku sudahi," jawab Nicko mengecup bibir itu.


"Aku sudah bosan mendengar itu sejak tadi," jawab Zanna dan kembali mende-sah saat Nicko memompanya dengan kuat.


Arh ... Arh ...


Tubuh Zanna bergoyang, seiring gerakan cepat itu. Bibir Nicko pun ikut mende-sah merasakan nikmat nya milik Zanna yang sempit dan menggigit miliknya.


"Nikmat baby," racau Nicko begitu menikmati dan akhirnya dalam hentakan terakhir, Nicko menghentakkan dengan kuat, dan menyemburkan lahar putih nya di rahim Zanna dengan diiringi desa-han mereka berdua.


Tubuh Nicko ambruk di samping Zanna dengan napas tersengal-sengal. Begitupun dengan Zanna yang juga terengah-engah karena ulah suami nya yang mengguncangnya dengan kuat.


Nicko menarik tubuh itu dalam dekapannya, dan mengecup kening itu dengan lembut. "Terimaksih sayang, terimaksih karena sudah sudi memberikannya pada ku."


"Itu karena kau memaksa ku," kesal nya, namun anteng dalam dekapan suami nya itu.


Nicko terkekeh kecil mendengar nada sewot istrinya. Ia tahu istrinya kesal karena ulahnya yang tanpa henti mengulang dan mengulang kegiatannya.


"Baiklah aku mengaku salah, aku minta maaf," ucap nya dan mencium kening dan mencium bibir.


Zanna yang di cium langsung mendorong wajah itu. Ia tidak boleh membiarkan Nicko menciumnya, bisa-bisa Nicko sialan itu akan mengulangnya lagi.


"Jangan mencium ku, aku tidak ingin milik mu itu on lagi dan membuat ku lelah lagi," ucap nya dan mendorong tubuh itu, sedikit menjauh, menjaga jarak. Takut suami akan menghabisinya lagi.


Zanna benar-benar tidak mengerti, kenapa suami nya itu memiliki stamina yang sangat kuat? Sampai-sampai membuat tubuh nya benar-benar remuk di buatnya.


Perlahan Zanna bangun dari tempat tidurnya, dan pergi menuju kamar mandi sambil menahan sakit di bagian intinya. "Sialan! Dia benar-benar seperti Serigala yang kelaparan," batinnya saat merasakan tubuhnya yang tidak memiliki tenaga.


Nicko yang melihat istri nya berjalan pelan menuju kamar mandi, langsung menyusul dan membopong tubuh itu tanpa meminta persetujuan sang pemilik tubuh.


"Argh.....Apa yang kau lakukan?" pukulnya di dada bidang itu.


"Tentu saja membawa mu mandi. Diam lah, jika kamu tidak diam, aku akan menggempur mu lagi." Ancam nya, namun Zanna tidak takut.


"Jika kau berani, aku akan membunuh mu," jawabnya malah balik memberikan ancaman


Mendengar itu Nicko tidak takut, ia malah mengecup bibir istrinya singkat.


Cup...


"Badjingan! Jangan mencium ku lagi," kesal nya karena bibirnya sekarang sudah sangat bengkak karena ulah Serigala di depan nya ini. Nicko hanya terkekeh, ia tidak peduli dengan kemarahan Zanna yang suka meledak-ledak. Baginya itu kesenangan tersendiri dari istrinya.


Di dalam kamar mandi itu, mereka kembali berdebat, adu mulut. Yang satu suka menjahili, dan yang satu suka meledak marah. Namun, akhirnya mengulang kembali kegiatan di atas ranjang. Yah walaupun Nicko terus mendapatkan umpatan-umpatan kata kasar dari Zanna karena paksaan dari nya.


..


..


..


Bersambung