
Melihat Zanna yang membalas ciuman nya, Nicko tersenyum menyeringai. "Aku tahu kau tidak akan bisa menolak nya," batin Nicko dengan tangan membelai wajah cantik Zanna.
Kedua nya hanyut dalam kenikmatan, saling bertukar saliva. Apalagi Nicko yang memang laki-laki normal, tangan nya yang semula membelai wajah mulus itu, kini berpindah turun ke arah da-da, dan memberikan sentuhan lembut di benda empuk itu.
Emh....
Lenguh Zanna saat merasakan sensasi aneh yang menjalar di tubuh nya. Nicko tak berhenti disana, perlahan ia membuka kancing kemeja yang di pakai Zanna dan dengan nakal nya menelusupkan tangan nya di tempat itu tanpa berhenti melu-mat bibir manis Zanna.
Emh...
Zanna terus melenguh saat tangan nakal itu dengan berani menyingkap bra dan memilin buah Cherry.
Dengan nafas memburu, Nicko melepas ciuman nya dan berpindah menelusuri leher itu dengan lidahnya.
Arh....
De-sah Zanna dan menjambak rambut Nicko. Entah kenapa ia menjadi gila saat merasakan sentuhan lembut itu. Sedangkan Nicko terus melakukan keinginan nya, dan kini sampai di titik benda empuk itu. Menji-latnya dan memberikan kecupan kecupan lembut hingga menampilkan tanda ruam ruam kemerah-merahan.
Bibir Zanna terus saja mengeluarkan suara keramat nya saat merasakan sensasi luar biasa itu, apalagi saat Nicko menghisap nya dengan kuat.
Tiba-tiba ia sadar saat merasakan buah Cherry nya di hisap kuat oleh Nicko.
'Lepas! Apa yang kau lakukan?" Zanna melotot saat Nicko sedang menghisap milik nya.
Nicko pun melepas bibirnya dari buah Cherry yang akan menjadi candunya itu. "Tentu saja mencicipi milik ku," jawab Nicko tanpa dosa.
Dengan wajah memerah Zanna langsung berdiri dari pangkuan Nicko dan membenarkan pakaian nya. "Dasar mesum," kesal nya menatap tajam
'Mesum dengan istri sendiri itu tidak apa-apa," jawab Nicko tanpa takut dengan tatapan Zanna yang marah.
Mendengar itu, Zanna langsung melangkahkan kaki nya meninggalkan Nicko dengan perasaan kesal. "Urus saja keperluan sendiri. Jangan harap aku akan melakukan nya,"
Brak...
Zanna membanying pintu saat keluar dari kamar. Nicko yang melihat hanya menaikkan satu alisnya sambil tersenyum kecil.
Ia mengelap bibirnya dengan ibu jari mengingat apa yang di lakukan nya pada istri nakal nya itu, "Manis," gumam nya saat ia mencicipi buah Cherry yang menggoda itu.
"Lihat saja jika aku sudah sembuh, akan ku hajar kau sampai tidak bisa berjalan."
Nicko yang tidak mungkin meminta bantuan kepada Zanna lagi, ia menghubungi Tom untuk meminta Boy datang ke rumah, menyiapkan semua keperluan nya.
Dan tak lama, Boy pun datang. Dan kini ada di depan pintu, memencet bel.
Zanna yang berada di dapur bersama Natalie mendengar ada tamu berkata. "Biar aku yang buka ma."
"Em," Natalie mengangguk dan melanjutkan memasak dengan di bantu pelayan lainnya.
Zanna menuju pintu depan, dan membukanya. "Siapa?" tanya Zanna yang asing dengan wajah Boy.
'Perkenalkan saya Boy nona muda, bawahan tuan muda," Jawab Boy yang tahu jika wanita di depan nya ini adalah nona muda nya.
"Oh, masuk lah," perintahnya. "Apa kau ingin bertemu dengan tuan muda mu itu?"
"Benar nona," jawab Boy sopan.
"Dia ada dikamar nya, pergilah. Aku yakin kau pasti tahu kamar nya," Boy mengangguk karena ia memang sudah tahu letak kamar tuan muda nya.
"Kalau begitu saya permisi dulu nona," ucap Boy dan di angguki Zanna.
Zanna yang melihat Boy pergi, ia pun kembali ke dapur membantu Natalie. Natalie yang melihat Zanna kembali bertanya. "Siapa?"
"Oh," jawab Natalie mengangguk, mengerti.
.
.
Di kamar Nicko, boy mengetuk pintu.
"Tuan," panggil nya.
"Masuk," jawab Nicko yang tahu jika itu adalah Boy.
Boy pun masuk, dan menghadap Nicko. "Ada yang bisa saya bantu tuan," tanya Boy.
"Bantu aku, mempersiapkan keperluan ku. Sore nanti kita akan langsung berangkat. Kau sudah di kasih tahu oleh Tom kan?"
"Sudah tuan."
Boy pun menata semua keperluan Nicko di dalam koper. Sedangkan Zanna yang sudah selesai dengan masak nya, kini kembali kekamar untuk membersihkan diri. Namun saat mengingat kejadian tadi, rasanya ia begitu malas melihat wajah Nicko yang kurang ajar pada nya.
"Ingin ku bunuh pria sialan itu! Beraninya ia menyentuh tubuh ku," kesal nya. Namun saat mengingat dirinya juga menikmati, wajah nya langsung bersemu. "Sialan! Kenapa juga aku menikmatinya? Dasar gila kau Zanna, mesum. Seperti kurang belaian saja," rutuk nya akan kebodohan yang ia lakukan.
"Ah, apa yang ku lakukan jika bertemu dengan nya?" pikirnya sambil berjalan menuju kamar. "Bodo amat, cuek aja." Zanna pun membuka pintu saat sampai di depan pintu kamar nya.
Nicko yang mendengar pintu kamar nya di buka menoleh. Di lihatnya istri nakal nya datang. Namun saat dia menatap nya, Zanna membuang muka dan berjalan mengabaikan nya. Nicko yang melihat tersenyum kecil melihat sikap Zanna.
"Aku yakin dia begitu kesal dengan ku," batin Nicko yang terus menatap punggung Zanna yang mulai menghilang, masuk kedalam kamar mandi.
Boy yang sudah selesai memasukkan keperluan tuan nya di dalam koper berkata, "Semuanya sudah selesai tuan."
"Em, pergilah. Nanti biar di hubungi Tom jika kita akan berangkat."
"Baik tuan," jawab Boy mengangguk dan pergi dari kamar itu.
.
.
Di lain tempat, Mega dan Rubben saat ini sedang bertemu. "Apa kau mendapatkan informasi dimana Zanna berada?" tanya Rubben
"Tidak, aku tidak mendapatkan informasi sama sekali. Terakhir aku mendapatkan nya, ia mengalami kecelakaan bus saat itu. Namun sampai saat ini aku belum mendapatkan informasi lagi," jelas Mega.
"Aku yakin dia selamat pada kecelakan itu, karena kita tidak mendapatkan mayat nya. Dan aku yakin dia pasti akan membalaskan dendam tentang apa yang kita lakukan pada nya."
"Ya," jawab Mega.
"Pantau anak buah mu, aku yakin pasti ada anak buah nya yang masih setia dengan nya." perintah Rubben.
"Em," Mega mengangguk. "Oh ya, apa kau tahu, kelompok Glen saat ini tunduk pada sesorang yang baru?"
"Aku sedikit mendengar nya, dan orang baru itu adalah seorang wanita. Namun saat anak buah ku menyilidikinya dia bukan Zanna. Tapi ia sedikit kuat karena mampu mengalahkan anak buah Glen dengan sendirian," jawab Glen.
"Oh begitu, aku kira itu adalah Zanna," jawab Mega yang entah mengapa berpikir itu adalah Zanna. Tapi semoga apa yang di pikirkan semua salah.
.
.
Bersambung