
Zanna yang tiba bersama dengan pasukannya kini langsung menyerang anggota Mega. pertarungan di tempat itu sangat sengit. Suara tembakan saling bersautan antara kelompok Mega dan kelompok Zanna. Kelompok Zanna terus mendesak kelompok Mega, membuat mereka tidak miliki kesempatan untuk menyerang.
Rubben yang berada di dalam markas keluar untuk melihat apa yang terjadi. Karena anak buah yang di perintahkan nya untuk melihat sejak tadi tidak kembali. Dan itu membuat dirinya semakin penasaran akan apa yang terjadi. Saat sampai di depan, ia begitu terkejut melihat penyerangan itu. Matanya menatap marah, rahangnya mengerat, urat-urat di dahinya begitu menonjol karena marah melihat sesuatu yang ada di depannya.
"Kurang ajar! Berani nya kalian menyerang markas ku!" marah nya dan langsung menembakkan senjata nya ke arah anak buah Zanna.
Door...
Door...
Door...
Zanna yang melihat Rubben sudah keluar ia langsung berlari menyelinap masuk untuk mencari keberadaan Felix.
Sedangkan untuk Rubben, ia menyerahkan nya kepada Glen dan Faro untuk membunuh pria sialan itu.
Zanna perlahan masuk dan melihat sekeliling, takut ada anak buah Rubben yang berjaga di dalam markas itu. Zanna menyelinap dengan sembunyi-sembunyi, memastikan bahwa itu aman. Ia memegang senjatanya, berjalan pelan menuju ruangan Felix berada.
Saat Zanna sampai di ruangan Felix di tahan, benar apa yang di pikirkan. Saat dirinya hendak masuk, disana terdapat dua anak buah Rubben yang menjaga Felix di tempat itu. Zanna yang melihat dua orang itu langsung maju dan menembakkan senjatanya ke arah mereka berdua.
Door...
Door...
Dalam sekali tembak dua orang itu langsung mati. Zanna yang melihat dua orang itu telah mati di tangannya, Ia langsung berlari ke arah Felix.
Di lihatnya tubuh itu banyak mengeluarkan Darah. Zanna dengan cepat membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Felix. Felix yang tidak memiliki tenaga tumbang, dan Zanna yang melihat itu langsung menahannya agar tubuh Felix tidak jatuh ke lantai.
"No, Nano, bangun No," Zanna memukul pipi itu dengan pelan untuk membangunkan Felix yang tak sadarkan diri. "Sial!" umpatnya karena Felix tak kunjung bangun juga. Zanna mencoba membawa Felix keluar. Namun saat dirinya hendak memapah tubuh itu, Zanna mendengar suara langkah menuju ke arahnya.
"Sialan! Kenapa ada yang datang!" gerutunya dan membawa Felix bersembunyi. Saat Zanna hendak bersembunyi, satu anak buah Rubben melihat hal itu dan langsung menembakkan senjatanya ke arah Zanna.
Door...
Zanna dengan cepat bersembunyi dan menyandarkan tubuh Felix di dinding. Sedangkan dirinya langsung mengisi peluru senjatanya dan menembakkan senjata itu ke arah anak buah Rubben.
Door..
Door..
Door..
Zanna terus menembak, dan bersembunyi kembali saat pria itu membalas tembakan nya
Door...
Zanna kembali menembakkan senjatanya. Mereka berdua saling kucing-kucingan, menembak saat musuhnya terlihat, dan bersembunyi saat musuhnya menyerang.
Door....
Satu tembakan Zanna berhasil melukai lengan pria itu..
"Sstt...Sialan! Wanita itu susah sekali di bunuh," desis pria itu saat lengannya terkena tembakan Zanna.
Bugh,
Zanna membanting tubuh itu dan menekannya sekuat mungkin.
Bugh,
Bugh,
Zanna memukul pria itu dengan kekuatan penuh, membuat pria itu tidak berdaya. Asap yang semula begitu tebal kini perlahan tipis dan kembali seperti semula. Zanna melihat pria yang baru saja di jatuhkan nya, ia mengambil pistol dan menembakkannya ke arah perut pria itu beberapa kali, hingga membuat pria itu langsung mati.
Melihat pria itu mati, Zanna kembali ke tempat Felix di sembunyikan. Zanna memapah tubuh itu kembali dan membawa nya keluar dari bangunan itu. Saat dirinya berjalan beberapa langkah, derap langkah begitu banyak terdengar menuju kearahnya.
"Sialan! Kenapa ada lagi," kesal nya lagi karena tidak bisa membawa Felix ke rumah sakit secepatnya.
Zanna mengeluarkan senjata nya, dia akan menembak orang itu jika berani menghalangi jalannya. Zanna bersiap menodongkan senjatanya ke arah depan. Namun saat dirinya hendak menarik pelatuk, beberapa orang yang menuju ke arahnya kini berdiri di depannya, Nicko dan anak buahnya.
Zanna yang melihat ternyata itu suaminya, menghela napas lega karena itu bukan lah musuhnya. "Kau disini?" tanya Zanna tidak di hiraukan oleh Nicko, karena Nicko malah memerintah Tom untuk segera membawa Felix pergi agar istrinya tidak memapah pria lain di depannya, cemburu.
Zanna yang di abaikan sangat kesal, bibirnya cemberut membuat Nicko yang melihat tersenyum kecil. "Kau nakal sekali! Apa begini setiap hari mu? Membahayakan nyawa sendiri!" kesal nya dan mengangkat tubuh istrinya membawanya keluar dari bangunan itu.
Zanna mengalungkan tangan nya di leher suaminya, menatap wajah sempurna suami tampannya itu. Tampan, itu lah yang ada di pikiran Zanna. Nicko yang melihat istrinya terpesona dengan ketampanannya, mengecup kening itu dengan lembut, "Jangan melihat ku seperti itu, suami mu ini memang tampan. Dan jangan tunjukkan wajah menggoda mu disini. Aku tidak yakin tidak memakan mu disini." jawab Nicko dengan senyum menggodanya.
"Tidak bisakah kamu tidak memikirkan selain hal mesum?"
"Tidak bisa. Melihat mu saja, aku ingin segera memakan mu," Zanna yang mendengar itu lagi, langsung memukul dada suami mesumnya itu.
Galak tawa terdengar di bibir Nicko saat melihat wajah penuh kekesalan istrinya itu.
"Bagaimana di luar?" tanya Zanna menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Semuanya sudah di bereskan oleh anak buah ku. Dan untuk pria itu, kau bisa mengurusnya sendiri nanti."
"Kenapa harus nanti?" tanya Zanna menatap suaminya.
"Karena hari ini kamu harus mengurus ku terlebih dahulu," bisik Nicko langsung membuat Zanna merona. Zanna tahu apa yang di minta suami nya itu. Apalagi jika bukan urusan ranjang. Dasar suami mesum pikirnya.
Saat Nicko sampai ke tempat markas Mega, Nicko berserta anak buahnya langsung membantu anggota Zanna mengalahkan anggota Mega. Dengan persenjataan lengkap dan kekuatan anak buah Nicko, mereka dengan cepat mengalahkan anggota Mega. Dan untuk Rubben sendiri, Nicko melawannya dan mengalahkan dalam beberapa menit saja, karena Rubben bukanlah tandingannya.
Setelah membunuh semua anak buah Mega, Nicko memerintahkan anak buahnya untuk membakar mayat mereka semua. Sedangkan anak buah Zanna yang mati, mereka di minta untuk mengubur mayat itu dengan baik, karena bagaimana pun mereka adalah orang yang rela mati demi Istrinya. Jadi mereka pantas di makamkan secara benar. Dan untuk Rubben sendiri, Chris membawa pria itu ke tempat markas tuannya, agar mempermudah Nona mudanya menyiksa pria itu nanti.
Sambil menunggu anak buahnya selesai memakamkan anak buah Zanna. Nicko meminta Chris untuk menjaga mobilnya agar tidak ada seorang pun yang mendekat dan mengganggu waktu nya, karena Nicko ada suatu urusan dengan istri nakalnya itu. Memberi pelajaran yang pantas di rasakan oleh Zanna.
Chris mengangguk dan menjaga mobil itu dengan jarak sedikit jauh, memasang headset di telinganya karena ia tahu apa yang akan di lakukan tuannya bersama istrinya itu.
.
.
.
Bersambung